"dari mana?" suara itulah yang pertama di dengar Aletta saat memasuki apartemennya
"eh ada mas suami. Tadi gw dari rumah sakit lihat teman sd" jawab Aletta mengambil air di meja makan dan meminumnya
Aletta berpindah duduk di samping Rafka yang duduk di depan tv mangangkat satu alisnya seolah bertanya 'siapa?'
"namanya raya, dia dulu sekolah di smp negeri nusa bangsa" jawab Aletta dengan ekspresi yang tidak bisa diartikan
"raya?" tanya rafka yang merasa tidak asing dengan nama itu
"iya, raya. Lo kenal?" tanya Aletta entah dengan tujuan apa
"mungkin" jawab rafka santai
"lo dulu smp mana?" tanya Aletta
"smp negeri nusa bangsa" jawab rafka seadanya
"berati lo kenal dia dong? Dia sakit sejak kelas 9 smp. Dia sama besar sama gw" ujar Aletta
"bukan urusan gw" jawab rafka datar lalu pergi menuju kamarnya dilantai atas
"yakin gk kenal? Habis manis sepah dibuang, cih" guman Aletta lalu pergi menyusul rafka ke kamar
"rafka, gw lapar masakin dong" pinta Aletta setengah teriak
"istri siapa?" tanya rafka
"ya istri lo lah, yakali istri agustian. Bisa dibantai gw sama bunda"
"maksud gw, disini yang jadi istri siapa?"
"kak rafka yang baik hati,rajin menabung, dan tidak sombong. Gw capek, lapar juga, masakin ya. Ntar gw mati gimana? Lo udah siap jadi duda anak 3?"
"gw gak mau punya anak 3"
"kebanyakan ya? Yaudah, duda anak 1 aja"
"gak, duda anak 10"
💫💫💫
"
lo kenapa gak ngerti perasaan gw sih? Gw masih sayang sama lo. Tapi gw gak mau di cap sebagai cewek egois. Gw gak mau bahagia di atas penderitaan orang, apalagi sahabat gw. Andai aja waktu bisa diputar, maka gw gak akan pernah ke Padang, dan kita gak akan ketemu. 2 tahun masih kurang bagi gw untuk lupain lo, setiap hembusan nafas gw ada nama lo. Gw kangen momen ketika kita curi kunci jawaban di ruang guru supaya dapat peringkat atas, gw kangen saat lo lebih milih antar Gw pulang dari pada main sama teman lo, gw kangen saat kita belajar silat bareng, gw kangen semua tentang lo" tangis ola pecah saat melihat foto 3 orang anak
1 orang anak perempuan dengan baju silat berwarna hitam dan sabuk hijau dengan 1 garis merah. Disampingnya ada anak laki laki dengan baju silat berwarna hitam dan sabuk hijau dengan 3 garis merah. Dan disampingnya lagi seorang anak perempuan dengan baju tari dan piring kecil di kedua tangannya. Kira kira seperti itulah ilustrasi foto yang sedang dilihat ola
"kania apa kabar ya? Gw kangen dia. Apa ge telpon aja?" tanya ola pada dirinya
"tapi gw masih ada nomornya gak?" tanya ola lagi
"coba cari aja dulu" lanjutnya
Ola mencari nomor kania [teman masa kecilnya] di hp nya. Dan melihat tanggal terakhir mereka berkomunikasi. Ternyata cukup lama, 4 bulan yang lalu terakhir mereka komunikasi
Ola menekan nomor dengan nama kania tersebut. Setelah deringan ke-5 terdengar suara orang dibalik sana
'ola?'
'kania, lo masih ingat gw?'
'masih lah, kamu apa kabar?'
'gw lagi gak baik baik aja ka'
KAMU SEDANG MEMBACA
Rafka Untuk Aletta (Tamat)
Teen Fictioncerita ini dilindungi undang undang follow dulu sebelum membaca :) ... Rafka aprilio Seorang ketua OSIS yang dingin dan tak tersentuh. Sosok yang tegas dengan rahang keras dan alis mata yang tebal. Seseorang yang masih terjebak dengan masa lalunya...
