murid baru

123 5 0
                                        

Rafka berkali kali menekan bel rumah dengan 3 lantai di hadapannya hingga seorang laki laki berumur sekitar 2 tahun dibawahnya membuka pintu

Saat laki laki tersebut melihat rafka dia dengan segera kembali menutup pintu tersebut tapi sayangnya rafka berhasil menahannya

"lo ngapain kesini anjing? Gw gak nampung gembel" ujar laki laki tersebut sambil tetap berusaha menutup pintu

"buka" ucap rafka dingin sambil terus menahan pintu tersebut

"gw gak mau wlee" ledek laki laki tadi sambil menjulurkan lidahnya mengejek rafka

Rafka yang sudah geram menendang pintu rumah yang berwarna coklat tersebut sehingga laki laki yang berusaha menutup pintu tadi terjatuh

Rafka menjewer telinga laki laki tadi hingga laki laki tersebut berdiri dengan kesakitan

"lepasin gw anjing!! Bundaa anak pungut bunda keyak babi!!" teriak laki laki tadi

Lika yang mendengar kegaduhan tersebut lansung bergegas ke sumber suara dan melihat putra keduanya sedang menjewer telinga putra bungsunya

"lio, lepasin gak adek kamu. Dia baru pulang tadi pagi" marah lika sambil memukul tangan putranya

"ngapain sih lo balik lagi?" tanya rafka dan melepaskan tangannya dari telinga adik bungsu nya itu

"bunda si anjing usir aku" adu dio pada lika. Dengan spontan lika menampar mulut dio

"eh mulut kamu" tegur lika

"hehehe di ajarin dia" tunjuk dio pada rafka.  Sedangkan rafka hanya memutar bola matanya malas

"lo ngapain balik kesini?" tanya rafka to the point

"jelasin bun, aku gak bisa bahasa babi soalnya" pinta dio

"dio!!" tegur lika lagi

"hehe canda bun" ujar digo yang berjalan menuju meja makan dan memakan cemilan yang ada disana

"adek kamu akan sekolah dia tempat kamu, bunda udah daftarin dan dia satu kelas dengan aletta" jelas lika sambil duduk di ruang keluarga diikuti oleh rafka

"kakak ipar gw cantik gak bang? Kalau cantik jangan salahin gw suatu saat dia berpaling ke gw secara gw kan lebih segala galanya dari lo" teriak dio yang tidak dihiraukan oleh rafka dan lika

"kenapa bisa? " tanya rafka karena yang dia tau adiknya itu masih kelas 10 sma bagaimana bisa dia satu kelas dengan aletta yang kelas 11

"karena iq nya yang tinggi dan nilai yang bagus dio loncat kelas" jelas lika sedangkan rafka hanya diam dan memikirkan bagaimana kekacauan yang akan dibuat oleh adiknya itu

"kamu tumben kesini, aletta udah ketemu?" tanya lika

"belum bun, aku kesini cuma kangen bunda dan rumah ini aja. Aku mau keliling bentar ya bun" pamit rafka lalu pergi menuju lantai dua

"hati hati bun, Ntar dia nyuri beras kita" teriak dio tapi lagi lagi tidak dihiraukan oleh rafka

Rafka berjalan menyusuri setiap sudut rumah dan setiap ruangan di rumah yang memiliki 3 lantai ini. Walaupun sudah satu jam berkeliling dan tidak mendapatkan apa yang diacari tapi rafka tidak menyerah

"lio makan dulu nak" teriak lika di bawah yang sedang menyiapkan makanan di atas meja makan

"ya bun" teriak rafka yang turun menuju meja makan

💫💫💫


Saat ini rafka sedang duduk berdua dengan dio di taman belakang rumah mereka. Hari ini rafka memutuskan untuk tidak pulang ke apartemen nya. Dio tampak sengat fokus dan serius mengotak atik laptop nya sedangkan rafka hanya memperhatikan deretan angka angka dan kode kode aneh di laptop adiknya tersebut

Rafka Untuk Aletta (Tamat) Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang