razia

127 8 0
                                        

Aletta berjalan ke arah kelas, saat berada di depan kelas seorang laki laki mamanggilnya. Aletta reflek melihat ke sumber suara karena suara itu sangat tidak asing di telinganya

"hai kakak ipar" panggil dio

"lo ngapain disini?" tanya aletta

"kita sekelas" ujar dio sambil merapikan rambut pendek nya itu. Sedangkan aletta hanya beroh ria

"hati hati ya kakak ipar, jangan sampai lo berpaling dari abang gw dan lebih milih gw. Bilangin ke dia" ujar dio dengan pd nya

"ntar gw bilangin kalo gak hujan" ujar aletta cuek

"bukanya sombong, tapi lo lebih cocok sama gw dan gw lebih hebat dari dia dilihat dari sudut manapun" ujar dio membanggakan diri

Aletta memutar bola matanya malas, jika saja yang didepannya ini bukan adik iparnya,  pasti sudah ia tampar. Aletta masuk ke dalam kelas, tapi dio bukannya masuk malah pergi ke luar

"hai la hai na" sapa aletta saat melihat kedua sahabatnya itu

"lo kemana aja sih? Kenapa baru sekarang balik?" tanya ana memeluk aletta

"kenapa? Lo pasti sedih ya karna udah gak bisa dekatin kak rafka lagi?" tanya ola

Ana melepaskan pelukannya dari aletta.lalu mengambil tangan aletta dan menggenggamnya

"ta, gw gak mau persahabatan Kita hancur hanya karna ini. Kalau lo mau lo bisa pukul gw ta, tapi jangan benci sama gw. Gw gak bisa terus terusan bohongin diri gw sendiri. Gw tau ini salah, gw tau kak rafka itu sekarang milik lo dan gw cuma mantannya. Tapi gw gak bisa hapus perasaan ini karna kak rafka juga punya perasaan yang sama kaya gw. Gw tau lo gak egois ta, jadi gw serahin semua ke lo" ujar ana panjang lebar

"gw tau lo bangsat" ujar ola

"la udah la gw ngerti perasaan lo. Dan gw juga ngerti perasaan lo na. Kenapa lo gak ngungkapin aja perasaan lo ke kak rafka. Kalau dia mau sama lo gw akan mundur" ujar aletta tanpa rasa ragu sedikitpun. Entah kenapa cintanya akan menang

"udah, bahkan kak rafka sendiri yang nembak gw" ujar ana

"coba tanya lagi aja. Kalau dia milih lo dihadapan gw, gw akan mundur" ujar aletta

"oke kalau itu mau lo, tapi janji sama gw apapun hasilnya persahabatan kita gak akan hancur" pinta ana

"iya gw janji, ya kan la?" tanya aletta pada ola

"gak janji" ujar ola

Baru saja  aletta  akan mengatakan sesuatu tiba tiba beberapa orang dengan almet osis masuk. Tidak banyak, hanya sekitar tiga orang

"assalamualaikum teman teman semua" salam salah satu dari anggota osis itu

"waalaikumsalam" all

"kami dari perwakilan osis diperintahkan oleh pak joshua untuk memeriksa seluruh hp teman teman dan menghapus video keributan tadi pagi jika ada di hp teman teman. Untuk itu mohon kerja samanya ini semua demi melindungi nama baik sekolah kita karna pihak sekolah tidak ingin kejadian tadi sampai tersebar ke luar" ujar salah satu anggota osis cewek

"apa apaan ini? Gak gw gak terima hp gw diperiksa! Ini privasi kami" ujar hellen, yang duduk paling depan

"iya benar tuh ini privasi kami" ujar rian mendukung

"kami hanya memeriksa galeri kalian, bukan memeriksa chat kalian dengan pacar kalian" ujar salah satu anggota osis

"tapi tetap aja ini gak benar" tegas aletta

"tidak ada bantahan! Kami hanya mengikuti perintah guru, dan sekedar info, kami para anggota osis juga sudah di periksa satu persatu hp kami oleh ketua" ujar salah satu anggota osis

'ketua lo itu suami gw tolol' batin aletta

"kamu periksa hp yang cewek, dan kamu periksa hp cowok" perintah anggota osis yang ditengah pada anggota osis cewek dan cowok yang ada di sampingnya

Kedua orang tersebut lansung mulai bekerja memerika setiap hp. Terdapat beberapa hp yang merekam kejadian tadi pagi dan lansung di hapus oleh anggota osis yang bertugas

Aletta menggenggam erat hp nya. Jujur saja, ia takut jika hpnya di periksa. Disana terdapat foto pernikahannya dan beberapa foto rafka yang sedang tidur

Hanya tinggal beberapa orang lagi sebelum giliran aletta untuk diperiksa hp nya. Aletta mati matian memutar otak untuk mencari alasan yang tepat agar hpnya tidak diperiksa

"mana hp lo?" tanya seorang anggota osis cewek yang sudah berdiri di depan aletta

"ha? H-hp gw? Hp gw habis, itu apa namanya. Batrainya habis" ujar aletta gugup

Ting!

Baru saja anggota osis itu akan pergi karna percaya dengan ucapan aletta. Tiba tiba sebuah notifikasi dari hp aletta berbunyi yang membuat aletta membeku

"sini hp lo" pinta anggota osis itu

"gw gak ada rekam video tadi" ujar aletta Jujur

"gw gak percaya sebelum bisa buktiin sendiri" ujar anggota osis

"lo kenapa sih? Udah dibilang gw gak ngerekam!!" bentak aletta. Dalam sekejab seluruh orang yang ada dikelas itu mengalihkan perhatiannya pada aletta

"kalau gak ngerekam kenapa lo takut kasih hp lo?" tanya anggota osis itu masih berusaha sabar walaupun saat ini jadi pusat perhatian

"ini privasi gw!! Lo gak ada hak untuk periksa hp gw tanpa izin!!" bentak aletta lagi

"gw yakin pasti ada sesuatu di hp lo. Mending lo kasih aja hp lo ke gw. Gw gak akan bongkar rahasia lo" ujar anggota osis itu meyakinkan

"udah dibilang gak ada! Tuli lo?" tanya aletta

"udahlah ta, kasih aja hp lo. Gak cuma hp lo, hp kita semua juga diperiksa" ujar leni salah satu teman sekelas aletta

"iya, lebay bangat lo" cibir luna teman sekelas aletta

"gw gak ada urusan samo lo. Jadi mending tutup mulut lo" tegas aletta penuh penekanan pada luna

"assalamualaikum epribadi" sebuah teriakan dari luar mengambil alih atensi mereka.

Disana terdapat dio yang masuk dengan santainya tanpa peduli dengan tatapan semua orang dan tanpa tahu apa yang sedang terjadi

"gw gak mau lama lama disini, kasih hp lo sekarang jangan buang buang waktu gw" ujar anggota osis tadi yang membuat seluruh pandangan kembali pada mereka berdua

"gw gak mau. Kalau lo gak mau lama lama disini lo bisa keluar, pintunya ada disana" ujar aletta menunjuk pintu

"lo jangan mancing emosi gw, gw disini cuma ngerjain perintah pak joshua" ujar anggota osis itu menahan emosi

"gw gak lagi mancing, gw lagi berdiri buta mata lo?" tanya aletta

"hahahaha mampus di ulti gak tuh" ejek dio yang baru sadar dengan keadaan sekeliling nya

"ada apa nih rame rame?" tanya angga yang sedang keliling dengan rafka memantau razia mendadak yang diadakan pagi ini

"aletta gak mau kasih hp nya kak" ujar anggota osis yang sedari tadi berdebat dengan aletta

"kasih hp lo. Seluruh murid disini hp nya wajib diperiksa" ujar angga

"kalau gw gak mau lo bisa apa? Lagian lo gak punya hak periksa hp gw dan lo lo semua juga gak punya hak periksa hp gw" ujar aletta sambil menunjuk semua orang yang ada disana

Rafka memijit pangkal hidungnya karna pusing melihat tingkah cewek di depannya ini yang sayangnya adalah istrinya

Rafka maju dan berdiri di hadapan aletta lalu dengan lancang mengambil hp aletta "gw punya hak" ujar rafka tepat di depan wajah aletta lalu mulai membuka galeri hp aletta. Dan saat itu juga aletta berdoa agar dia bisa hilang detik ini juga.



Minggu
5 maret 2023

Rafka Untuk Aletta (Tamat) Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang