Aletta yang mendengar teriakan dio reflek berdiri tegak karena kaget "ini video di hari kecelakaan ayah" ujar dio melihatkan video tersebut
Aletta dan rafka mendekat dan memperhatikan layar di depan mereka. Disana terlihat agustian sedang berdebat dengan seseorang. Karna jarak yang jauh dari jangkauan cctv wajah orang tersebut tidak begitu jelas dan suara mereka juga tidak dapat didengar
Disana terlihat agustian merobek sebuah kertas dan melemparkan itu tepat ke wajah orang didepannya. Lalu orang tersebut tampak seperti mengancam agustian
Tapi agustian tidak menghiraukan itu dan lansung masuk ke mobilnya. Setelah kepergian agustian orang tersebut tampak seperti menelpon seseorang lalu kemudian pergi
"wajah orang nya bisa lo zoom dan perjelas gak?" tanya aletta yang diangguki oleh dio
"bisa" jawab dio dan mulai mengotak atik layar didepannya
"gw keruang ayah dulu kalau udah lo susul aja kesana" ujar rafka yang di angguki oleh dio
"mau ikut?" tanya rafka pada aletta
"mau" jawab aletta cepat
"hati hati yang ketiga setan" teriak dio saat mereka mulai menjauh
"lo setannya" teriak aletta
Mereka berdua berjalan ke arah ruangan agustian dan aletta sesekali menanyai ruangan ruangan yang mereka lewati
"capek bangat berdiri dari tadi" keluh aletta saat sudah duduk di sofa ruangan agustian diikuti oleh rafka
"kak rafka baekk bagi password Wi-Fi nya dong" pinta aletta
Rafka mengambil hp aletta dan menekan beberapa huruf dan angka disana lalu kembali memberikan benda pipih itu pada pemiliknya
"makasih mas suami" ujar aletta mengambil hpnya
Aletta mulai memainkan hp nya hingga tenggelam dalam dunianya sendiri. Rafka memperhatikan aletta yang senyum senyum sendiri dengan hp nya
"Aletta" Panggil rafka
"Kenapa mas suami? Kangen?" Tanya Aletta kepd an
"Soal raya" Rafka menggantung ucapannya sejenak membuat Aletta mengalihkan atensinya sepenuhnya pada rafka "dia udah pulang, tapi" Lagi lagi rafka menggantung ucapannya
"Tapi kenapa?" Tanya Aletta tidak sabar
"Mentalnya sedikit terguncang" Jawab rafka pelan
Aletta mematung di tempat. Tangannya terasa digenggam oleh sebuah tangan yang hangat
"Mau kesana nanti?" Tawar rafka yang langsung dibalas anggukan oleh Aletta
Aletta memeluk rafka dengan sangat erat "makasih dan maaf karena aku selama ini nyalahin kamu" Ujar Aletta dengan tulus
Rafka mengelus punggung Aletta dengan penuh kasih sayang "kita mulai semua dari awal lagi ya" Ajak rafka
Aletta mengangguk dalam Pelukannya. Perlahan ia melepaskan pelukan itu dan menatap rafka dengan tangan yang masih saling menggenggam erat
"Aku mau nyelesain semua masalah ini secepat mungkin. Setelah itu aku ingin kita pindah dari sini aku mau kita hidup bahagia di Spanyol. Bisakan kak?" Tanya Aletta
"Bisa. Kapan pun kamu mau kita akan berangkat ke sana dan akan hidup bahagia di sana" Ujar rafka dengan penuh keyakinan
"BANG WAH GILA BANG GILA" Teriakan dio membuat Aletta dan rafka bertanya tanya
"Kenapa?" Tanya rafka datar saat dio masuk dengan selembar kertas
"Dari info yang gw dapat orang yang terakhir bicara sama ayah itu namanya firangi. Dia pengusaha di siang hari dan mafia di malam hari. Dan yang lebih parah lagi, DIA GAY. Banyak orang yang secara lansung menanyakan padanya tentang itu tapi dia cuma jawab pake senyum doang. Dia gak punya keluarga. Gw jadi curiga dia suka sama ayah tapi di tolak trus rencanain pembunuhan ini" Beritahu dio tentang semua informasi yang dia punya
"Kumpulin semua informasi yang lo punya. Kita hancurin dia dalam satu malam" Ujar Aletta penuh percaya diri
...
Aletta menatap lurus ke depan, disana berdiri sebuah rumah sederhana tapi begitu sangat nyaman.
Dulu saat ia dimarahi orang tuanya, tempat inilah yang menjadi pelindungnya. Saat semangatnya dibakar habis oleh orang tuanya, tempat inilah yang menyemangatinya
Dulu ia sering bermain di halaman rumah ini sampai lupa waktu. Dan mamanya juga sering kesini untuk menyeretnya pulang.
Aletta tidak bisa berbohong. Dulu, tempat ini adalah rumah yang sesungguhnya bagi Aletta. Tempat ini benar benar tempat ia pulang saat lelah
Sebuah usapan di bahunya menyadarkan Aletta dari lamunannya. Ia menatap rafka yang juga menatap seolah memberi semangat
"Mau masuk sekarang?" Tanya rafka yang dibalas dengan anggukan antusias oleh Aletta
"Tapi janji. Bagaimanapun keadaan raya nanti, kamu harus kuat" Setelah Aletta menjawab dengan sebuah anggukan, mereka berdua masuk dengan bergandengan tangan
Rafka beberapa kali menekan bel rumah tersebut sebelum akhirnya seseorang keluar. Kaget serta rasa marah terpancar jelas dimata orang tesebut saat melihat Aletta
"Ngapain kamu disini?" Tanya Tia, kakaknya raya
"Aku mau jenguk raya kak. Boleh kan?" Tanya Aletta penuh harapan
Tia berniat mengusir Aletta, tapi tanpa sengaja matanya bertatapan dengan mata tajam seorang laki-laki yang beberapa minggu terakhir ini banyak membantunya dan raya
"Rafka?"
Selasa
14 maret 2023
KAMU SEDANG MEMBACA
Rafka Untuk Aletta (Tamat)
Teen Fictioncerita ini dilindungi undang undang follow dulu sebelum membaca :) ... Rafka aprilio Seorang ketua OSIS yang dingin dan tak tersentuh. Sosok yang tegas dengan rahang keras dan alis mata yang tebal. Seseorang yang masih terjebak dengan masa lalunya...
