Hari ini adalah hari minggu dan semua karyawan libur. Aletta rafka dan dio tidak akan menyia nyiakan kesempatan itu untuk masuk dan menyelidiki siapa dalang dibalik kematian agustian
Sebenarnya mereka bisa saja melakukannya kapan pun, toh saham perusahaan ini sudah dibagi rata pada ketiga anaknya yaitu rafka, chika, dan dio.
Tapi mereka tidak mau ada yang mengetahui tentang Penyelidikannya ini. Siapapun di perusahaan ini bisa saja menjadi tersangka
Aletta, rafka, dan dio saat ini berada di ruang ceo utama, ruang agustian sebelumnya. Dio duduk di kursi utama yang biasa di duduki oleh agustian. Sedangkan rafka dan aletta duduk di sofa tamu
"pakai ini dulu" ujar aletta memberikan sarung tangan pada rafka dan dengan sengaja melemparkan nya pada dio
"aletta bangsat" umpat dio pelan saat sarung tangan itu mendarat sempurna di wajahnya
"apa kata lo?" tanya aletta sinis
"gw gak bilang apa apa" bohong dio sambil memakai sarung tangannya
"jangan pegang apapun tanpa sarung tangan. Kalau ada hal yang mencurigakan foto dulu baru boleh ambil. Perhatian benda sedetail mungkin, jangan cuma fokus ke berkas aja. Karena bahkan jejak kaki sekalipun akan memberi bukti yang kuat. Jangan ceroboh, jangan pindahkan benda apa pun. Jangan meninggalkan benda apapun disini, karena walaupun sehelai rambut aja yang jatuh kita bisa jadi tersangka dan sat-"
"iya iya nyonya detektif. Gak capek apa mulut lo ngomel terus?" tanya dio yang saat ini dengan santainya memakan camilan yang dia dapat entah dari mana
"heh! Gak boleh makan disini!! Kita disini lagi penyelidikan bukan piknik" kesal aletta
"bang istri lo cerewet bangat sumpah. Salut gw sama telinga lo yang masih aman sampai sekarang ngedengarin ocehan gak bermutu istri lo itu" ujar dio santai sambil terus memakan makanannya
"dio!!!" teriak aletta
"suara lo kayak toa kampanye" ejek dio
Sedangkan rafka dengan tenang memeriksa satu per satu berkas yang ada disini, sepertinya ia sudah mulai terbiasa dengan keributan adik dan istrinya itu
"bangsat" umpat aletta lalu membuka sepatu kanannya dan bersiap akan melemparkan nya ke arah dio
"ja-jangan ta kita damai" bujuk dio yang spontan berdiri saat melihat aletta akan melemparnya dengan sepatu
Bruk!!
Aletta melempar sepatunya ke arah dio dan dengan sigap dio lansung menghindar sehingga sepatu itu mengenai vas bunga kosong yang lansung pecah detik itu juga
"aletta" panggil rafka khawatirdan saat mendengar suara pecahan kaca "kamu gapapa?" tanya rafka yang dibalas anggukan oleh aletta
"kamu gapapa mata lo! Kepala gw hampir pecah di lempar sepatu sama istri lo itu. Untung aja meleset" kesal dio yang melihat rafka malah menanya keadaan aletta, padahal dia lah yang di lempar oleh aletta
"kenapa bisa meleset?" tanya rafka pada aletta
"rafka bangsat!! Sama aja lo berdua-"
"tunggu!! Itu apa?" tanya aletta menunjuk ke arah vas bunga yang pecah tadi
"itu alien, udah tau vas bunga masih aja nanya" kesal dio
Berbeda dengan dio, rafka malah mendekat dan mengambil benda yang di tunjuk oleh aletta tadi. Aletta berjalan mendekat ke arah rafka yang sedang memegang kertas yang sudah robek menjadi beberapa bagian
"kenapa kertas ini ada didalam vas bunga? Kalau di robek gini artinya gak pentingkan? Seharusnya dibuang ke tempat sampah. Pasti ini ada yang gak beres" ujar aletta curiga
Rafka duduk di sofa tamu dan meletakan sobekan kertas itu di atas meja. Aletta dan dio ikut duduk di kiri-kanan rafka. Rafka mulai menyusun surat tersebut satu persatu hingga akhirnya surat itu bisa dibaca
"ha? Surat kontrak kerja? Tapi kok di sobek gini?" tanya dio penasaran
"ini surat kerja sama perusahaan ayah dengan Perusahaan lain" jelas rafka
"bubur bayi? Jadi kerja sama ini untuk membuat produk baru makanan bayi gitu?" tanya aletta
"mungkin" jawab rafka
"kalian ingat gak kata bunda, bunda pernah bilang kalau sebelum ayah kecelakaan ayah sempat telfon bunda dan bilang 'kacang bubur bayi kotor' kalau gak salah" ujar dio
"nah iya, gw ingat. Ini pasti ada hubungannya sama kertas ini. Tapi kenapa kertas ini bisa sampai robek gini dan di taro di vas bunga?" tanya aletta
Dio dan rafka terdiam mendengar pertanyaan aletta tersebut karena mereka tidak memiliki jawaban yang pasti. Hingga akhirnya pandangan rafka tanpa sengaja melihat sesuatu.
Rafka memberi kode pada aletta dan dio untuk mengikuti arah pandangannya. Dio dan aletta mengikuti arah pandangan rafka dan disaat yang bersamaan mereka tersenyum
menunggu lama mereka lansung berdiri dan keluar dari ruangan tersebut. Mereka bertiga berjalan dengan penuh semangat ke sebuah ruangan
Saat berada di depan pintu ruangan tersebut, rafka membukanya lalu mereka semua masuk. Didalam ruangan itu terdapat layar yang sangat besar dan dari layar itu kita dapat melihat seluruh sudut ruangan
tanpa menunggu lama dio lansung duduk disana dan mulai mengacak ngacak benda itu. Beberapa menit kemudian sebuah kerutan tercetak di dahinya
"kenapa?" tanya aletta yang melihat kekesalan diwajah adik iparnya itu
"ada yang hapus cctv di hari ayah meninggal" ujar dio dingin. Entah kenapa dio saat ini lebih mirip rafka, jangan jangan mereka saudara?
"cek cctv beberapa hari sebelum itu" ujar rafka datar
"itu juga dihapus" jawab dio dingin
"bangsat!! Ini udah direncanain matang matang!! Pelakunya gak ninggalin bukti sedikit pun!!" teriak dio frustrasi dan mengacak rambutnya kesal
Rafka mendekat pada dio dan memegang bahu dio menyalurkan semangat "sepandai pandai tupai melompat pasti akan terjatuh" ujar rafka
"tadi lo cuma lihat cctv di ruangan ayah aja atau semuanya?" tanya aletta
"cuma di ruangan ayah aja" jawab dio
"kenapa gak periksa cctv di tempat lain? Atau di parkir misalnya, siapa tau kita nemu petunjuk" usul aletta
"benar juga ternyata lo gak segoblok yang gw kira" ujar dio. Aletta memutar bola matanya malas, terlalu malas rasanya ngeladenin bocil itu saat ini
Dio tampak fokus dengan layar di depannya. Dan aletta yang berada di belakang dio perlahan mulai menyandarkan kepalanya pada bahu rafka, sebuah senyum tipis terbit di bibir rafka saking tipisnya mungkin tidak ada yang menyadarinya
"ketemu!!"
Sabtu
11 maret 2023
KAMU SEDANG MEMBACA
Rafka Untuk Aletta (Tamat)
Roman pour Adolescentscerita ini dilindungi undang undang follow dulu sebelum membaca :) ... Rafka aprilio Seorang ketua OSIS yang dingin dan tak tersentuh. Sosok yang tegas dengan rahang keras dan alis mata yang tebal. Seseorang yang masih terjebak dengan masa lalunya...
