solidaritas

130 11 0
                                        

"2 hari lagi kita ada meteri renang, karena di sekolah kita tidak memiliki kolam renang. Maka untuk nilai praktiknya kita akan menyewa kolama renang semuanya harus ikut jika tidak maka nilai kalian tidak akan ada. Ada pertanyaan?" tanya buk ozie selaku guru olahraga

Ana mengangkat tangan kanannya ingin menanyakan sesuatu tapi seluruh kelas malah menatapnya

"ya ana, ada apa?" tanya buk ozie

"hanya kelas 11 ipa 3 aja atau seluruh kelas 11 buk?" tanya ana

"pertanyaan yang bagus, yang ada materi renang hanya  kelas 11 dan 12. Untuk 2 hari lagi yang akan praktik adalah kelas 11 ipa 1 sampai 11 ipa 3 dan 12 ipa 1 sampai 12 ipa 3. Dan besok harinya kelas 11 ipa 4 sampai 11 ipa 6 dan 12 ipa 4 samapai 12 ipa 6" jelas buk ozie

"na, rafka kelas berapa?" bisik Aletta karena dia tidak tau suaminya itu kelas berapa, makanya dia bertanya pada mantan dari suaminya. Rumit atau unik?

"12 ipa 1, kelas unggul" jawab ana tanpa minat, Bukan bermaksud apa apa hanya saja dia berusaha move on dari mantan pertama sekaligus satu satunya itu

"berati dia bareng kita dong?" tanya Aletta dengan ekspresi kesal

"seharusnya lo senang bisa samaan sama suami lo" ujar ana yang geram sendiri melihat tingkah sahabatnya ini

"lo jangan keras keras bangsat!!" bentak Aletta, tanpa mereka sadari seluruh mata melihat pada mereka

"Aletta! Ana! Sekarang kalian hormat di depan bendera" perintah buk ozie tak terelakan

"ola juga ikut ribut tadi buk"

💫💫💫

"starla Aletta queenza lo ada masalah hidup apa sama gw anjing. Kalau panas panasan terus bisa luntur make up gw?" tanya ola dengan meneriaki nama panjang Aletta

Saat ini mereka bertiga sedang hormat di depan bendera di lapangan yang sangat panas ini

"itu namanya solidaritas bro, kan gak lucu kalau gw sama ana aja yang dihukum" kekeh Aletta

"tapi gak gini juga bangsat, gw sumpahin kak rafka ninggalin lo" ola tidak serius mengatakan itu, hanya candaan semata. Tapi tanpa sepengetahuan mereka bertiga, rafka sedang berjalan di belakang mereka dengan setumpuk buku dan mendengar percakapan mereka

"emang gw peduli? Maap aje ye, al masih idup" ujar Aletta dengan wajah angkuhnya. Walaupun hukumannya hormat pada bendera, tapi tidak satupun dari mereka yang hormat

"lo selingkuh ta? Astagfirullah Aletta. Tapi gapapa sih tukang selingkuh emang pantas diselingkuhin balik" kekeh ana yang tiba tiba menyahuti ucapan Aletta

Rafka yang hanya berjalan, tiba tiba berhenti ketika mendengar ucapan ana dan berdiri di belakang mereka bertiga tanpa mereka sadari

"maksud lo?" tanya Aletta tidak mengerti

"gapapa hehe, gw becanda kali hidup lo itu serius mulu" kekeh ana

"gw tau lo gak lagi becanda, jangan bilang kalau lo putus dari rafka karna dia selingkuh" tebak ana

"itu masa lalu, lupain aja"

"kenapa lo bisa putus sama rafka? Gw serius nanya sama lo" wajah Aletta tiba tiba berubah serius

"gw akan ceritain, tapi lo jangan ribut sama kak rafka karena ini, karna ini hanya sebatas masa lalu" ujar ana yang di angguki Aletta

"dia selingkuh, waktu itu gw masih kelas 9 smp dan dia udah kelas 10 sma. Papa gw mau pergi keluar negeri untuk urusan bisnis saat di bandara gw liat kak rafka lagi pelukan sama cewek dan gak cuman pelukan, cewak itu juga cium kedua pipi kak rafka, dan kak rafka balas cium dahi cewek itu" tanpa sadar setetes air mata keluar dari mata ana. Walaupun kejadian itu udah lama, tapi rasa sakitnya masih sama

'aku udah jelasin beribu kali sama kamu kalau itu cuma salah paham, sekarang semua terserah kamu. Aku udah capek jelasin ke kamu na' batin rafka

"ternyata buaya darat tu orang, kalau dia selingkuhin gw. Bakal gw viralin biar semua orang tau dia dan selingkuhannya" rafka melanjutkan jalannya tidak peduli dengan ucapan Aletta

"kalian bertiga ibuk suruh hormat! Bukan ngegosip!"

💫💫💫

"lo gak ada niat selingkuhin gw?" tanya Aletta yang memperhatikan rafka sedang fokus menyetir

"gak" jawab rafka datar

"tapi kenapa? Gw kan pengen lo selingkuh biar kita cerai dan gw bisa sama al" pertanyaan Aletta membuat satu alis rafka terangkat

"kadang lo bertingkah kayak istri idaman, tapi gak jarang kata kata lo seolah membenci gw dan mau berpisah dari gw. Sebenarnya mau lo apa?" tanya rafka setelah memberhentikan mobilnya dijalan yang cukup sepi

"gw cuma mau keadilan" guman Aletta dengan tatapan kosong

"keadilan?" tanya rafka yang tidak mengerti

Tersadar akan ucapannya, Aletta lansung berusaha mengalihkan perhatian rafka

"Gw sebenarnya lagi bingung, gw sukanya sama lo atau al ya? Kalau dilihat lihat lo ganteng juga" tangan Aletta terulur untuk mengelus wajah rafka agar laki laki didepannya ini tidak bertanya maksud ucapannya tadi

"tapi disisi lain al juga ganteng, Udah gitu kapten basket lagi. Sama kayak yang gw baca di wattpad gitu" Aletta menarik tangannya dari wajah rafka

Rafka tidak menanggapi ucapan Aletta dan kembali majalankan mobilnya menuju apartemen mereka

"kak rafka" panggil Aletta lembut. Jika Aletta memanggil rafka dengan sebutan 'kak' sudah pasti cewek itu ada maunya, tapi walaupun tau rafka hanya menanggapi dengan wajah datarnya

"kita makan dulu yuk, gw lapar nih" rafka melirik Aletta sekilas, sudah dia duga kalau cewek ini ada maunya

"makan dimana?" tanya rafka datar

"terserah" jawaban Aletta sukses membuat rafka menghembuskan nafasnya kasar. Ini bukan pertama kalinya dia berurusan sama cewek, kalian tidak mungkin lupa kalau rafka memiliki mantan. jadi kata itu sudah biasa baginya

"gw tarik lagi deh kata terserah nya, gw lagi ngidam nasi Padang nih. Ntar kalau gak dapat anak Gw ileran lagi" ujar Aletta asal

Rafka tidak menanggapinya, 1 bulan tinggal bersama Aletta membuat dia tau sifat adik kelasnya ini. Sekarang dia menuju ke tempat nasi Padang yang cukup terkenal di wilayahnya, karena tidak dapat dipungkiri bahwa nasi Padang memang tidak pernah mengecewakan

Senin
21 Februari 2022

Rafka Untuk Aletta (Tamat) Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang