Senja
Steffan, aku hamil..
Aku harus gimana?
Kamu harus tanggung jawab
Aku ga mau bayi ini lahir tanpa ayah
Kamu ceraikan Shella dan nikahi aku
Steffan mengabaikan pesan dari senja, dia melanjutkan kembali tidurnya sambil memeluk Shella.
🌱
Shella berdecak malas saat mendengar beberapa kali suara ketukan pintu di luar.
"Ini orang mau namu atau ngajak tawuran, sih?" Kesal Shella lalu membuka pintunya. Namun dia terdiam ketika melihat siapa yang datang kesana. Jantungnya berdegup sangat kencang, rasa sesak dan takut kini menghantuinya.
"Bu Senja?"
"Ada apa kesini?" Tanya Shella mencoba bersikap biasa saja. Apalagi wanita itu membawa orang tuanya.
"Steffan mana?" Tanya Ayah Senja.
"Silahkan masuk dulu pak, bu," Shella mempersilahkan mereka masuk ke dalam dan menunggu di ruang tamu. Sedangkan dia menghampiri Steffan yang ada di kamar.
Pria itu baru saja mandi, dan kini sedang mengeringkan rambutnya. Dia bersiap menuju kampus untuk mengajar.
"Pak,"
"Hm, kenapa?" Steffan menghampiri Shella saat istrinya itu terlihat gelisah.
Shella menghela nafas. "Ada Bu senja,"
Steffan terkejut, dia menutup pintu kamarnya. Pikirannya mengingat pesan yang semalam dikirim oleh Senja.
"Sama orang tua dia, Pak, mereka mau apa?"
"Sttt kamu tenang ya. Dengerin saya, apapun yang kamu tau nanti, saya mohon kamu percaya saya," kata Steffan. Dia mengecup sekilas bibir Shella sebelum mengajak istinya keluar.
"Saudara kamu Stef? Wah cantik banget," puji wanita paruh baya yang berstatus Ibunya Senja itu.
"Bukan, ini is-"
"Iya Mih! Dia sepupu Steffan, namanya Shella," potong Senja dengan cepat.
"Senja!" Tegur Steffan.
"Langsung aja ya. Jadi benar kamu yang menghamili Senja?"
Shella menatap Steffan dengan kecewa, saat hendak pergi, Steffan menariknya kembali agar duduk.
"Bukan saya yang menghamili Senja, Bu." Jawab Steffan tegas.
"Jangan bohong Steffan! Malam itu kamu perkosa aku." Bentak Senja.
"Senja! Jangan mengada-ngada. Saya tidak pernah menyentuh kamu sama sekali." Bantah Steffan.
Shella bisa merasakan tangan Steffan menggenggamnya semakin erat.
"Jangan bohong Stef, ayo ngaku!"
"Apa mau kamu Senja?!" Steffan lama-lama ikut merasa emosi.
"Tanggung jawab. Aku ga mau bayi kita lahir tanpa Ayah," isak Senja.
"Steffan, berani berbuat berani bertanggungjawab, jangan jadi pengecut," ujar Ayahnya Senja.
"Tapi saya sama sekali tidak melakukan itu! Untuk apa saya tanggung jawab," bantah Steffan.
"Ayo chek dna, biat membuktikan siapa Ayah dari bayi yang dia kandung," kata Steffan.
"P-pasti anak kamu Stef! Kamu percaya kan sama aku. Pas malem itu kamu mabuk terus ke apartemen aku, terus kita melakukan hal itu,"
"Saya tidak mau tau! Nikahi Senja secepatnya!" Final Ibu Senja.
KAMU SEDANG MEMBACA
Life With My Lecturer [republished ]
Teen FictionDi dunia ini yang paling menyebalkan bagi Shella adalah tugas. Apalagi dengan dosennya yang sangat menyebalkan. Shella rasanya ingin menhilang saja. "Rashella Anindya! Kamu bisa belajar lebih serius? Mau jadi apa kamu ini?" "Istri bapak hehe," "M...
![Life With My Lecturer [republished ]](https://img.wattpad.com/cover/293645511-64-k99627.jpg)