Shella menyesap minuman kopinya, dia menoleh kepada pria disampingnya yang juga sedang menikmati kopinya.
"indonesialo dol-agal geos gat-ayo,"
(Sepertinya aku akan pulang ke Indonesia)
Jae-Hoon tersedak kopinya. Dia menatap Shella.
"Waeyo?"
(Kenapa)
Shella tertawa pelan, dia sudah sering bertemu dengan Jae-Hoon, mereka seksarang seperti selayaknya teman. Bahkan Jae-Hoon sering mengajaknya ke tempat hiburan yang ada disana. Membuat Shella merasa senang karena dia mempunyai teman baru.
"seulpeuni?"
(Kamu sedih)
Dia hela nafasnys pelan. Dia mengangguk beberapa kali.
"dangsin-eun na-ege chinguwa gatseubnida. naega iyagileul hago hangsang jo-eongwa gyeoglyeoleul haejuneun gos,"
(kamu sudah seperti teman untu aku. Tempat aku bercerita dan kamu selalu memberiku nasihat dan semangat)
Shella tersenyum.
"nan neoleul joh-ahae."
(Aku menyukaimu)
Shella terkejut, tidak menyangka. Jadi sekarang ia harus senang atau harus sedih. Ia tidak pernah membayangkan ini sebelumnya.
"eum, chingulo mal-iya. ne, dangsin-i nae chinguga doeeojuneun geos-eul joh-ahabnida."
(uhm, maksudku sebagai teman. ya aku menyukaimu jadi temanku untuk bercerita)
"a algessseubnida..heum.."
(Oh begitu, Hm..)
"Wae?"
(Kenapa?)
"na gyeolhon haess-eo," ujar Shella pelan.
(Aku sudah menikah)
"Mwo? nongdam aniya."
(Apa? Jangan bercanda)
Shella menggeleng beberapa kali. Meyakinkan pria di depannya bahwa ia sudah berumah tangga.
"geojismal-i anila nampyeon-i apaseo jib-e gaya haeyo,"
(Aku tidak berbohong, dan aku harus pulanh karena suamiku sedang sakit)
Sehun terdiam beberapa saat, ia masih tidak mempercayai itu. Jadi, dia ditolak?
"a ye, jigeum gaya habnida. geuttaekkaji.."
(Ah iya, aku harus pergi sekarang. Sampai jumpa..)
Shella membungkukan tubuhnya terlebih dahulu sebelum pergi.
"naega eonje galkka?"
(Kapan kamu pergi)
Shella menghentikan langkahnya, dia berbalik ke arah Jae-Hoon.
"al-ass-eo, gonghangkkaji delyeoda julge,"
(Baiklah, aku akan mengantarmu ke bandara)
"pil-yoeobs-eo geunyang taegsitago galge,"
(Tidak perlh, aku akan naik taksi saja)
"dangsin-eun uliga chingulago malhaessgo, geulaeseo naega dangsin-eul delyeogage haejuseyo,"
(Kamu bilang kita teman, jadi biarkan aku mengantarmu)
Shella mengangguk, lalu dia pergi dari sana untuk mempersiapkan untuk besok pagi.
🌱
Shella memandang ke arah jendela mobil milik Jae-Hoon. Dia masih sangat tidak percaya dengan yang dialaminya ini.
"maeu gamsahabnida,"
(Terima kasih banyak)
Jae-Hoon menoleh sekilas ke arah Shella.
"mueos ttaemun-e?"
(Untuk apa)
KAMU SEDANG MEMBACA
Life With My Lecturer [republished ]
Novela JuvenilDi dunia ini yang paling menyebalkan bagi Shella adalah tugas. Apalagi dengan dosennya yang sangat menyebalkan. Shella rasanya ingin menhilang saja. "Rashella Anindya! Kamu bisa belajar lebih serius? Mau jadi apa kamu ini?" "Istri bapak hehe," "M...
![Life With My Lecturer [republished ]](https://img.wattpad.com/cover/293645511-64-k99627.jpg)