"Pak, ayo ke dokter ya." Shella membujuk Steffan berkali-kali untuk diperiksa ke dokter.
"Saya gak apa-apa," Steffan kini menenggelamkan wajahnya di ceruk leher Shella. Rasanya seluruh energinya terkuras karena pagi ini dia sudah hampir lima kali muntah. Perutnya tidak nyaman, seperti sesuatu terus memaksanya keluar. Kepalanya juga berdenyut nyeri.
"Gapapa gimana, sih? hampir tiap pagi mual-mual terus, takutnya perutnya bermasalah, kayak maagh, gerd, atau apa," Shella mengusap rambut Steffan lembut.
"Saya cuma masuk angin,"
"Gak mungkin, hampir tiap hari loh. Ke dokter yaa, " bujuk Shella.
"Ck, iyaa,"
🌱
"Setelah saya periksa, tidak ada penyakit apapun, bu. Semuanya normal. Tekanan darah normal, dan tidak ada iritasi pada lambung," ujar sang dokter yang baru saja memeriksa Steffan.
"Tapi dok, suami saya setiap pagi mual-mual terus, kadang juga ngeluh pusing,"
Dokter yang bernama Leo itu terdiam sejenak. "Baiklah, Ibu Shella ayo saya periksa,"
Dokter Leo mengulurkan tangannya pada Shella. Steffan langsung menepis tangannya.
"Anda jangan modus sama istri saya," peringat Steffan.
"Bukan begitu Pak, saya hanya ingin memastikan saja. Ayo berbaring disana," Dokter Leo menunjuk pada berangkar itu.
Shella kebingungan, dengan ragu ia mengikuti arahan Dokter Leo agar berbaring disana. Sedangkan Steffan menggerutu tidak terima.
"Dokter, kan saya yang sakit. Bukan istri saya, benar kan Dokter mau modus?" Tuding Steffan.
"Pak, udah diem dulu." Titah Shella.
Dokter Leo mulai memeriksa Shella, setelahnya ia mengangguk dan menyimpan stetoskopnya.
Dokter Leo yang tersenyum lebar membuat Steffan emosi.
"Kenapa senyum-senyum? Senang liat saya sakit?" Kata Steffan.
Dokter Leo menghela nafasnya, ia harus bersabar. "Pak Steffan, anda mengalami gejala kehamilan-"
Shella buru-buru menghampiri Steffan. "Hah?!"
"JADI SELAMA INI BAPAK UKE?!" Bentak Shella.
"NGAKU PAK! SIAPA YANG HAMILIN BAPAK? PAK CHANDRA?!"
Steffan yang sebelumnya merasa pusing, kini bertambah setelah mendengar ucapan ngelantur Shella. Dia dituduh jadi uke:(
Dokter Leo tidak bisa berkata-kata. Dia bergumam pelan, "Pasangan freak,"
"Harap tenang dulu ya. Pak Steffan mengalami morning sickness, dan yang hamil itu Bu Shella, bukan Pak Steffan," jelasnya setenang mungkin.
"HAH?!"
Dokter Leo mengusap dadanya terkejut, dia mengatur nafasnya karena tidak ingin serangan jantung di usia muda. Mana dia belum menikah..
"Dokter beneran istri saya hamil?!" Steffan beberapa kali mengguncang bahu Dokter Leo.
Dokter Leo menghela nafas sabsr, ia tersenyum. "Iya benar Pak, Bu Shella sedang hamil, hasil tesnya positif,"
KAMU SEDANG MEMBACA
Life With My Lecturer [republished ]
Novela JuvenilDi dunia ini yang paling menyebalkan bagi Shella adalah tugas. Apalagi dengan dosennya yang sangat menyebalkan. Shella rasanya ingin menhilang saja. "Rashella Anindya! Kamu bisa belajar lebih serius? Mau jadi apa kamu ini?" "Istri bapak hehe," "M...
![Life With My Lecturer [republished ]](https://img.wattpad.com/cover/293645511-64-k99627.jpg)