Shella dan Megan kini berada di kantin, setelah kelas selesai mereka langsung menuju kesini.
"Gue mau bakso yah sama es jeruk,"
"Oke," Megan memgangguk lalu pergi memesan. Sedangkan Shella menunggu di mejanya.
Setelah beberapa menit akhrinya Megan datang membawa dua mangkuk bakso dan dua gelas es jeruk, kesukaan mereka.
"Tumben lo nggak makan siang bareng Pak Steffan," kata Megan.
"Katanya doi mau makan di cafe depan. Gue nggak terlalu cocok makan makanan mahal," Shella tertawa.
"Sama banget Shel, entah kenapa Bakso lebih enak," timpal Megan.
"Bakso sama es jeruk tetap nomor satu!"
"Gatau perutnya emang ga doyan apa ngerti isi dompet,"
"Btw Shel, kok gue nggak jarang liat Bu senja yah?" Tanya Megan.
"Dia pindah ke luar negeri, " balas Shella.
"Akhirnya hubungan lo nggak ada hambatan lagi haha,"
"Ya tetep aja Gan, laki gue gamon," Shella tersenyum paksa.
"Sabar aja, pasti dia suatu saat bakal move on sama dia, dan bucin ke lo. Gue yakin." Megan menyemangati Shella.
"Thanks ya, lo nanti dateng ya ke pernikahan Abang gue, nih undangannya,"
"Pasti dateng dong,"
🌱
Shella dan Steffan kini sudah berada di kediaman Shella. Di rumah sedang sibuk-sibuknya menyiapkan semuanya, mulai dari dekorasi dan lain-lain.
"Ke kamar dulu sana, istirahat gih pasti capek habis dari kampus," titah Yona.
Yona sudah kembali dari luar negeri sejak kemarin. Karena ia ingin membantu mempersiapkan pernikahan Dio.
Steffan dan Shella mengangguk, Shella membawa Steffan ke kamarnya.
"Maaf ya Pak kalau kamarnya nggak nyaman," kata Shella.
Steffan melihat sekeliling, kamar Shella ri dominasi warna cream dan putih. Ada juga beberapa poster idolanya, serta album yang tersusun rapi di rak.
"Ini nyaman, tapi kasurnya agak sempit, ya," Steffan melirik Shella.
Kasur Shella memang berukuran single bed. Tidak terlalu muat untuk dua orang.
"Nggak apa-apa kok pak, saya bisa tidur di kamar Bunda,"
"Jangan, disini saja. Pasti muat, badan kamu kan kecil," ujar Steffan.
"Jangan body shiming loh ya pak, " protes Shella sambil melipat kedua tangannya di dada.
"Loh? Kan emang benar, badan kamu kecil. Coba berdiri samping saya, cuma sebatas dada," balas Steffan.
"Kecil-kecil gini juga kuat loh pak,"
"Coba buktikan sama saya nanti malam,"
"Hah?"
Shella melongo membuat Steffan menyeringai. Dia langsung buru-buru masuk ke kamar mandi yang ada di dalam kamarnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Life With My Lecturer [republished ]
Fiksi RemajaDi dunia ini yang paling menyebalkan bagi Shella adalah tugas. Apalagi dengan dosennya yang sangat menyebalkan. Shella rasanya ingin menhilang saja. "Rashella Anindya! Kamu bisa belajar lebih serius? Mau jadi apa kamu ini?" "Istri bapak hehe," "M...
![Life With My Lecturer [republished ]](https://img.wattpad.com/cover/293645511-64-k99627.jpg)