Alka bangun terlebih dahulu pagi ini.Jam menunjukkan pukul sembilan lewat dua belas detik,ia baru selesai mandi dan membereskan baju yg berserakan dilantai dan dikasur.Alka memakai kaos hitamnya,ia turun ke dapur untuk membuatkan tafana sarapan agar saat tafana bangun ia bisa langsung makan.Tak butuh waktu lama,alka sudah selesai memasak nasi goreng dan membawa nampan berisi makanan ke kamar nya.Ia melihat tafana belum bangun juga,mungkin tafana lelah karena semalam alka tidak memberi jeda sedetik pun untuk tafana istirahat.
"Mampus gue" Alka panik saat melihat kasur yg ada sedikit bercak darah.Ya,dia tau itu darah punya siapa dan darah apa.Yg ia pikirkan,bagaimana jika tafana tau pasti perempuan itu akan kebingungan.
"Alah gampang,istri gue kan polosnya seperempat" Gumamnya dan duduk dipinggir kasur menunggu gadis itu bangun.Sudah hampir satu jam alka duduk memainkan game nya,namun tafana tak kunjung bangun juga
Alka melirik tafana "lo gamungkin pingsan kan taf?" Alka mengguncangkan tubuh tafana dan menepuk-nepuk pipi perempuan itu.
"Nghhh" Tafana terusik dan alka bernafas lega.
"Alhamdulillah,aman gue" Ucapnya bersyukur dan tersenyum saat melihat tafana mengucek mata nya.
Tafana menatap alka yg tersenyum,lalu ia merasakan bahwa tidak ada sehelai benang pun yg menutupi tubuhnya.Dirinya hanya menggunakan selimut.Tafana hendak bangun,namun ia merasakan sakit,perih,linu dibagian bawahnya serta tubuhnya yg terasa remuk.
"Aduhh" Tafana kembali tertidur membuat alka panik "kenapa?"
"Pake nanya lo,sakit lah!" Sewot tafana dan akhirnya ia tersadar "lo apain gue semalem,ngaku gak!"
"Pagi pagi sewot aja,semalem lu remes remes rambut gue ke enakan"
Plak!
Tafana memukul lengan alka sampai laki-laki itu mengaduh "sakit taf"
Tafana tak peduli,ia malu.Harusnya dirinya yg bangun awal agar alka tidak melihatnya seperti ini.
"Kenapa liat liat,mau lagi.Ayok" Goda alka dan tafana menggeleng panik,lalu ia menarik seluruh selimut sampai menutupi tubuhnya.Dari balik selimut,ia melihat bercak darah dikasur dekat kaki nya.
Tafana membuka selimut dan menatap alka "siapa yg luka al?"
"Hah?"
Tafana menunjukkan bercak darah tersebut "tuh,itu darah kan?"
Alka menggaruk kepalanya yg tidak gatal,serius tafana tidak tau itu.
"Itu anu nyamuknya pendarahan"
Tafana tak yakin dengan alka dan mengingat sesuatu tentang hal dewasa "itu bukan darah gue kan al"
"Mau bilang bukan tapi itu darah lu" Lirih alka membuat tafana tercengang.
Mata nya sudah berkaca kaca "berarti gue udah ga suci dong,gue ga perawan lagi.Huuuua ayah tafana zina hiks"
"Heh,zina apaan sih" Alka mendekati tafana dan memeluk perempuan itu.
"Kita zina al,kita ngelakuin hubungan terlarang kan.Dosa nya gede al,kalo jadi dede bayi gimana.Kalo gue digorok sama ayah sama bang juna gimana,gue mati dong.Terus anak gue sama siapa"
Alka pusing mendengar ucapan tafana "lo mau diem atau gue anuin lagi nih"
Tafana langsung diam membuat alka tersenyum lega "kita itu udah sah tafana,ga ada zina"
"Semalem lo sendiri yg ga ngakuin gue istri.Pulang pulang lo nidurin gue,enak banget lo!" Alka tersenyum menggoda tafana.
"Tapi enak kan,iya kan" Tafana menatap alka tajam "lo yg enak,gue yg nyesek.Mana lo kek anak bayi nyesep-" Alka membungkam mulut tafana.
KAMU SEDANG MEMBACA
ALKAGRA (END)
Teen FictionDefinisi berangkat jomblo pulang bawa jodoh cocok diberikan kepada Tafana dan Alkagra.Keberangkatan mereka satu kelas menuju sebuah desa untuk liburan menjadi awal mula pernikahan keduanya. "Sekarang lo tanggung jawab gue.Apapun itu,lo udah punya gu...
