XXV

552 123 18
                                        

Rosie melambaikan tangannya pada Victor saat mata kecoklatannya menangkap kehadiran Victor dengan setelan yang errr tampan, sangat. Sangat biasa model pakaian yang Victor kenakan, namun kaos coklat tanpa lengan dipadu dengan celana pendek berwarna hitam membuatnya justru semakin menarik dimata Rosie.

"Maaf aku terlambat

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Maaf aku terlambat." katanya pada Rosie tanpa melepas kacamata dan maskernya.

Rosie masih diam menatap penampilan Victor. Gadis pirang itu menatap Victor dari bawah ke atas, kemudian membuang pandangannya.

"Ada apa?" tanya Victor.

"Pakaianmu jelek." Ketus Rosie.

"Jelek tapi pipimu memerah." Ledek Victor.

"Itu karena cuacanya panas!" Sanggah Rosie sambil memakai kembali maskernya.

"Jangan banyak menyangkal." Ucap Victor sambil tertawa kecil.

"Sudahlah, ayo." ajak Rosie yang kemudian berjalan lebih dulu.

Victor melebarkan langkahnya agar bersebelahan dengan Rosie, keduanya sama sama mengenakan masker tentunya untuk menyamarkan muka mereka. Baik Victor maupun Rosie sebenarnya cukup mudah untuk dikenali, tak jarang yang memotret keduanya lalu mengunggahnya ke media sosial, namun selama ini justru banyak dukungan ditujukan untuk keduanya.

"Mengapa pakaianmu seperti itu?" tanya Rosie.

"Kita hanya akan bermain billiard, bukan berkencan." jawab Victor apa adanya.

Rosie memutar bola matanya dengan malas, ia memilih diam dan membiarkan Victor mencari tempat kosong untuk keduanya bermain. Memang cukup tiba tiba Rosie mengajak Victor bermain billiard, walaupun tidak dalam tahap jago setidaknya Rosie mampu bermain.

"Bagaimana jika disana?" tanya Victor sambil menunjuk sebuah salah satu meja billiard yang berada di pojok ruangan dan menghadap jendela luar.

"Aku setuju."

"Letakkan saja tasmu di sofa." titah Victor.

Rosie mengangguk setuju, kemudian mendekat ke arah sofa untuk meletakkan tas selempangnya. Setelah mengecek kondisi sekitar yang lumayan sepi, Rosie melepas maskernya dan menghampiri Victor yang kini sudah melepas kacamata dan maskernya.

"Kau ingin disisi mana?" tanya Victor.

"Di sana saja." ucap Rosie sambil menunjuk sisi yang berhadapan dengan Victor.

"Baiklah, kuning atau putih?"

"Aku ingin putih."

Victor mengangguk dan memberikan bola berwarna putih kepada Rosie, juga cue untuk Rosie bermain. Setelah keduanya berada di posisi masing masing, Victor memberi aba aba untuk memulai.

Saat Victor dan Rosie memukul bola kiu bersamaan, Rosie lah yang mendapatkan giliran pertama karena posisi kembalinya bola putih miliknya lebih dekat daripada milik Victor.

[✓] PLUVIOPHILE Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang