JANGAN LUPA KLIK VOTENYA.
Putri dan Reno dalam perjalanan menuju kerumah pelanggan setia butique bu Ratih. Sepanjang perjalanan itu Putri terus berusaha untuk menjaga keseimbangan tubuhnya. Bu Ratih bilang alamat rumahnya tidak terlalu jauh namun hingga saat ini mereka tidak kunjung sampai. Apalagi sekarang sudah memasuki jalanan setapak tanah dan banyak bebatuan dan lubang-lubang. Pantas saja bu Ratih mengatakan untuk menuju kesana mereka harus menggunakan motor.
"Kenapa jauh banget begini sih.. mana dari tadi diem banget kek di kuburan.. bicara kek ajakin gue ngomong.. kesel juga gue lama-lama.. harusnya gue nolak aja tadi pas tante Ratih minta gue ikut.." gumam Putri sambil menatap ke arah sekitar.
Putri yang sedang sibuk melamun dengan fikirannya terseruduk kedepan karena tanpa sengaja Reno melewati lubang yang tidak terlihat. Alhasil saat ini Putri memeluk Reno dari belakang.
Membuat Reno kaget karena kini jarak mereka begitu dekat bahkan menempel erat.
"Eheeemmmm..." deheman Reno membuat Putri langsung memundurkan tubuhnya. Sangking kuatnya memundurkan tubuhnya hampir saja Putri terjengkang kebelakang.
"E..e..e..e...."
Beruntung Reno langsung sigap ia menarik pinggang Putri meski hanya dapat meraih bajunya saja. Putri kembali menubruk punggungnya Reno.
"Lo bisa gak sih gak bikin bahaya.. kalau lo jatoh gimana.. gue yang nanti di marahin mama.." ujar Reno mengomel meski masih mengendarai motornya.
Mendengar omelannya Reno membuat Putri merasa sakit hati. Kini ia dengan perlahan menjauh memberi jarak agar tidak tertubruk punggungnya Reno lagi.
"Maaf.." ujar Putri dengan nada rendah bahkan hampir tidak kedengaran.
"Pegangan.." ujar Reno singkat.
"Gue uda pegangan.." jawab Putri.
"Pegangan di pinggang gue.." ujar Reno lagi.
Dengan ragu-ragu Putri hendak memegang pinggangnya Reno. Namun ia tidak ingin menyentuh tubuhnya Reno lagi. Alhasil ia memilih memegang jaketnya Reno saja. Meski sama saja seperti tidak berpenganan namun bagi Putri itu masih lebih baik dari pada tidak sama sekali.
Reno melihat tangannya Putri begitu erat menggenggam jaketnya. Jantung Reno masih berdegub kencang karena tubrukan dua kali tadi. Bagaimana tidak Putri begitu menempel padanya membuat tubuhnya bergetar hebat. Jantungnya juga berdegub kencang tidak beraturan.
"Kenapa gue gini amat sih.. kek gak pernah deket sama cewek aja..Dhea juga sering meluk gue tapi kok gue gak ngerasa gini yaa.. arkkhhh.. gue mikir apa sih.." gumam Reno di dalam hatinya.
Ia merasa heran meski ia pernah sangat menyukai Putri bukan kah begitu berlebihan rekasi tubuhnya tadi. Kenapa saat bersama dengan kekasihnya ia tidak merasakan sensasi apa-apa. Padahal ia cukup menyukai Dhea.
Setelah menempuh perjalanan hampir satu jam akhirnya mereka sampai dirumah pelanggan. Putri langsung turun dari motor dan mencoba untuk mengetuk pintu rumah. Sedangkan Reno menunggu di atas motor sambil melihat Putri yang berjalan menuju rumah.
Tok...tok..tok..
"Assalammualaikum.. permisi..." ujar Putri sambil mengetuk pintu.
Berkali-kali putri mengetuk dan mengucapkan salam akhirnya pemilik rumah membukakan pintu. Ia sempat bingung dengan kedatangan Putri karena memang Putri jelas orang asing yang mendadak datang kerumahnya.
"Waalaikumsalam.. maaf cari siapa ya nak?" Tanya seorang ibu.
"Maaf bu saya datang kesini sesuai dengan perintah ibu Ratih untuk mengantarkan pakaian pesanan ibu.." jawab Putri.
KAMU SEDANG MEMBACA
CAN YOU SEE ME [END]
RomanceAku tidak pernah menyesal karena pernah menyukaimu.. namun yang aku sesali adalah ketika aku terlalu fokus menyukaimu aku sampai lupa ada orang lain yang lebih tulus mencintaiku dan aku sempat mengabaikannya.. Penasaran? Silahkan di baca.. Maaf jika...
![CAN YOU SEE ME [END]](https://img.wattpad.com/cover/286472303-64-k866553.jpg)