JANGAN LUPA KLIK VOTENYA.
Rangga sedang dalam perjalanan menuju rumahnya Putri. Sesuai dengan janji Putri yang ingin menemaninya membeli kado untuk acara pesta pernikahan teman sekantornya. Ini adalah kali pertama Rangga keluar bersama dengan Putri setelah pergantian status Putri yang awalnya single kini berubah menjadi taken.
"Gue gak nyangka kalau Reno ngizinin Putri jalan bareng sama gue berdua begini.. itu anak beneran cinta gak sih sama Putri.. biasanya juga paling cemburu kalau Putri sama gue.." gumam Rangga.
Rangga melajukan mobilnya menuju rumahnya Putri, ia merasa senang karena akan pergi hanya berduaan dengan Putri. Apalagi bisa pergi menghadiri pesta pernikahan temannya. Namun Rangga sadar ia tidak bisa meminta hal lebih jauh lagi. Putri yang bersedia menemaninya membeli kado saja sudah cukup membuat Rangga bahagia.
"Ma... Putri pergi bareng kak Rangga ya.. gak lama kok, cuma buat beli kado.." ujar Putri.
"Lohh uda bilang sama Reno? Nanti Reno salah paham, cemburu, patah hati.." jawab bu Asya sambil menyetrika pakaiannya Lian.
"Uda kok ma.. Reno uda tau.. Reno ngizinin juga ini makanya bisa pergi.." ujar Putri.
"Oh gitu.. yauda kalau begitu ceritanya.. hati-hati di jalan.." jawab bu Asya lagi.
"Oke mama ku yang paling cantik.. muaahhh..." ujar Putri sambil mencium pipinya bu Asya.
Bu Asya geleng-geleng kepala melihat tingkah anak gadisnya itu tumben saja memuji dirinya cantik.
"Anak itu.." gumam bu Asya sambil geleng-geleng kepala.
Rangga sudah sampai di depan rumahnya Putri, mendengar suara mobil Putri langsung keluar dari rumahnya. Rangga terlihat keluar dari mobil hendak membukakan pintu mobil untuk Putri seperti biasanya.
"Siapa yang nikah kak?" Tanya Putri.
"Temen sekantor.." jawab Rangga.
"Memangnya kak Rangga mau beli kado apa?" Tanya Putri lagi.
"Justru itu tujuan aku ngajakin kamu Put.. cowok kayak aku ya jelas bingung mau pilih kado apa.." jawab Rangga.
"Emm kalau gitu kita coba ke mall aja kak.. disana kan banyak pilihan barang, mana tau ada yang oke... semisal beliin baju dinas gitu.." ujar Putri.
"Baju dinas?" Rangga tidak mengerti apa yang dimaksud oleh Putri. Rangga merasa baju dinas apa yang Putri maksud sedangkan di kantor mereka hanya mengenakan pakaian formal.
"Iya baju dinas kak.. emang agak sedikit gimana gitu sih hahaha"
Ujar Putri tertawa ngakak.
"Tunggu-tunggu, ini maksud kamu baju dinas apaan sih.." tanya Rangga bingung.
"Yaampun kak.. kakak gak tau baju dinas?"
"Baju dinas buat kerja? Kenapa gak kamu bilang baju kerja aja sih.. kalo itu sih oke aja jadi kan kepake.." ujar Rangga setuju.
Putri langsung tepok jidat mendengar jawabannya Rangga. Bukan karena ketidaktahuan Rangga namun kebodohannya yang membahas soal baju dinas dengan lelaki lajang yang bahkan tidak punya pasangan itu.
"Udah deh gak jadi aja kak.. gausah beli baju dinas.. gimana kalau barang elektronik? Misal magic com gitu?kan bakal kepake buat masak nasi.." ujar Putri menyarankan opsi lain.
"Yakin? Soalnya mereka itu orang kaya Put.. setingkat magic com ya kecil dong.." jawab Rangga.
"Yaampun kak jadi kita ini mau nyari kado apa? Aku gak punya opsi lain kalau ternyata yang nikahan itu orang tajir.." ujar Putri bingung.
Rangga hanya tersenyum kikuk mendengar perkataannya Putri. Putri saja kebingungan apalagi dirinya.
"Ren.. Putri kok gak di ajak kesini? Mama masak banyak loh ini.. mana tau kalian mau lunch ala rumahan.. " Tanya bu Ratih.
KAMU SEDANG MEMBACA
CAN YOU SEE ME [END]
RomanceAku tidak pernah menyesal karena pernah menyukaimu.. namun yang aku sesali adalah ketika aku terlalu fokus menyukaimu aku sampai lupa ada orang lain yang lebih tulus mencintaiku dan aku sempat mengabaikannya.. Penasaran? Silahkan di baca.. Maaf jika...
![CAN YOU SEE ME [END]](https://img.wattpad.com/cover/286472303-64-k866553.jpg)