JANGAN LUPA KLIK VOTENYA.
2 tahun kemudian..
Putri sedang bersiap-siap untuk berangkat bekerja seperti biasanya yang sudah ia lakukan satu tahun ini. Setelah berusaha mencari pekerjaan yang cocok dengannya. Bahkan ia sangat menikmati pekerjaannya saat ini.
"Kak.. kapan nih lo beliin gue ponsel baru.. ponsel gue uda minta di upgrade ini.." ujar Lian sambil menarik-narik lengan kakaknya.
"Ishh sabar dong.. ntar gajian nanti baru kekumpul full uangnya.. baru deh bisa beli ponsel baru buat lo.. " jawab Putri sambil berdandan.
"Asiiiiikkkkkkk... akhirnya punya ponsel baru.. horeeeee..." gumam Lian sambil berlari kecil karena penantian dan kesabarannya selama ini akan berakhir.
Putri menyisihkan uangnya tiap bulan untuk membelikan ponsel baru untuk adiknya. Gaji bulan ini yang ia sisihkan sudah cukup untuk membeli ponsel baru yang diinginkan oleh Lian.
"Maaaa.. mama.. kak Putri gajian nanti bakalan beliin aku ponsel baru ma.. asyiiiikkkkk..." ujar Lian heboh membuat seisi rumah di penuhi oleh suaranya.
"Kalau nanti kakak kamu berubah fikiran gimana? Kan kamu suka bikin kak Putri kesal.." Jawab bu Asya mencoba untuk mengerjai putranya.
Seketika Lian langsung murung setelah mendengar perkataan mamanya. Ia takut bisa saja kakaknya berubah fikiran dan tidak jadi membelikannya ponsel baru.
"Engga loh.. gak bakalan berubah fikiran.. kamu percayaan banget sama omongan mama.. mama cuma ngerjain kamu loh.." ujar Putri yang baru saja keluar dari kamarnya.
"Tuh ma.. kak Putri bilang aja gak bakalan berubah fikiran kok.. wleeeee..." ujar Lian sambil mengejek mamanya yang sedang menyetrika pakaian.
"Liat tuh.. berani dia ngejek mamanya.. mama tarik nanti itu lidah.." ujar Bu Asya mengancam.
Lian langsung bersembunyi di balik tubuh kakaknya ingin mendapat perlindungan. Putri hanya bisa terkekeh melihat adik satu-satunya itu sering membuat mamanya marah.
"Ma.. Putri berangkat dulu ya.. takut telat.. Assalammualaikum" ujar Putri sambil hendak mencium tangannya mamanya.
"Waalaikumsalam.. hati-hati dijalan.." jawab bu Asya.
"Beres bos.." ujar Putri hormat.
Bu Asya geleng-geleng kepala melihat anak gadisnya itu. Meski Putri terlihat ceria namun bu Asya paham jauh di lubuk hatinya ia menyimpan perasaan sedih yang tidak ingin ia katakan kepada siapa pun.
"Ma.. kak Putri gak nikah ma?" Tanya Lian yang merasa penasaran.
"Ya nikah dong.. aneh-aneh aja kamu ini pertanyaannya.." jawab Bu Asya.
"Abisnya kak Putri kok gak jadi nikah sama kak Reno.. kan mereka uda lamaran ma.. ini uda dua tahun tapi gak juga nikah.." ujar Lian yang mulai merasa kawatir dengan kakaknya.
"Dari pada kamu ngebahas soal kakakmu.. mending sekarang bantu mama nyetrika.. sini bantu mama.." jawab bu Asya.
"Ihhh engga.. engga mau.. Lian kan harus sekolah ma.. masa bantu mama nyetrika.. kapan sekolahnya.." ujar Lian menolak.
"Nah itu kamu tau kalau harus sekolah jadi kenapa malah ngajakin mama bergosip.. udah sana sekolah nanti telat.. kotak bekal uda mama siapin di meja.." ujar bu Asya.
"Hehehehe oke mama.. Lian pamit berangkat sekolah dulu.. Assalammualaikum.." ujar Lian sambil mencium tangan mamanya. Tidak lupa ia mengambil kotak bekal yang selalu di sediakan bu Asya untuknya.
Bu Asya tersenyum melihat anak-anaknya yang sudah pergi melakukan aktifitas mereka masing-masing. Namun terbesit di dalam hatinya saat harus memikirkan nasib anak gadisnya yang hingga saat ini masih dengan kebungkamannya jika di tanya perihal pernikahan.
KAMU SEDANG MEMBACA
CAN YOU SEE ME [END]
RomanceAku tidak pernah menyesal karena pernah menyukaimu.. namun yang aku sesali adalah ketika aku terlalu fokus menyukaimu aku sampai lupa ada orang lain yang lebih tulus mencintaiku dan aku sempat mengabaikannya.. Penasaran? Silahkan di baca.. Maaf jika...
![CAN YOU SEE ME [END]](https://img.wattpad.com/cover/286472303-64-k866553.jpg)