EXTRA PART II

471 20 1
                                        

JANGAN LUPA KLIK VOTENYA.

Putri dan Reno sedang berada di pesawat menuju ke negara Swiss. Padahal seharusnya mereka masih harus menghadiri resepsi pernikahan mereka sendiri. Karena sebuah kesalahan membuat mereka harus melakukan penerbangan secara mendadak seperti ini.

"Ren.. kamu ini pesan tiket sambil merem ya sampe salah jadwal segala.." ujar Putri kesal.

"Kamu ini ngaco banget ya.. mana mungkin aku pesan tiket sambil merem.. aneh-aneh aja.." jawab Reno.

"Habisnya masa jadwalnya malah kamu pesan untuk hari ini.. hari ini kan resepsi pernikahan kita.. masa acara resepsi pengantinnya gak di tempat.." ujar Putri lagi sambil manyun karena kesal. Padahal ia ingin menjadi ratu sehari. Namun karena kesalahan Reno membuatnya mau tidak mau haru memilih berangkat hari ini juga menuju Swiss.

"Kalau soal itu kita bisa bikin resepsi ulang Put.. gampang itu.. lagian kan kamu sendiri yang milih untuk berangkat sekarang.. aku kan uda bilang kalau kita bisa ganti jadwal pesan tiket yang baru.. tapi kamu bilang sayang duit.." jawab Reno.

"Iya.. iya.. salah aku memang.. semua salah aku.. kesel.." gumam Putri kesal lalu ia membuang wajahnya ke arah jendela pesawat.

Reno menghela nafasnya kasar karena kini Putri malah marah padanya. Harusnya hari ini akan mereka lewati dengan kebahagiaan. Ia malah membuat moodnya Putri langsung anjlok.

"Jangan marah dong Put.. masa di hari honeymoon kita kamunya ngambek begini.." ujar Reno mencoba membujuk Putri sambil menarik-narik lengannya Putri. Namun meski begitu Putri enggan menggubris pria yang kini sudah menjadi suaminya itu.

"Sayang jangan gitu dong ih.. masa kamu ngambek gini sih.. gimana nasib aku ntar malem.." ujar Reno lagi yang masih berusaha untuk membujuk istrinya itu.

"Nasib kamu ntar malem? Ya kamu tau sendiri kan Ren.. gak perlu aku ngomongin lagi.." jawab Putri

"Ihh masa gitu sih Put.. kamu tega anggurin aku di malam pertama kita.." ujar Reno yang mulai merengek.

"Apaan sih Ren.. jangan bikin malu loh.. kalo kedengeran sama orang gimana? Kamu gak malu?" Jawab Putri.

"Biarin, aku gak mau tau.." ujar Reno yang mulai ngambek.

Putri menghela nafasnya kasar melihat suaminya yang mulai kekanak-kanakan hanya karena soal malam pertama. Putri melirik ke arah Reno dan mendapati Reno dengan wajah melas dan bibir manyunnya.

"Oke.. oke.. terserah kamu deh Ren.. aku ngalah.." ujar Putri.

Mendengar perkataannya Putri, Reno langsung paham apa maksud dari kata-katanya itu. Senyuman licik mulai muncul di bibirnya Reno.

"Nah gitu dong sayang, gak boleh nolak suami loh.." jawab Reno sambil bermanja-manjaan di lengannya Putri.

Tanpa mereka sadari penumpang yang duduk dibelakang mereka sudah sejak tadi susah payah menahan tawa mereka. Bahkan sangking menggelikannya obrolan keduanya membuat mereka ingin langsung mendarat ke planet Venus.

"Gila bener pasangan pengantin baru ini.. mana obrolannya spek dewasa lagi.. gak ada kasian-kasiannya sama yang jomlo kek kita-kita.." gumamnya.

"Makanya lo buruan gih nikah biar bisa kayak mereka.." ujar temannya.

"Gila aja, gue nikah bukan cuma pengen malam pertama doang ya.. gue butuh pasangan yang bener-bener tepat untuk hidup gue.. anak tunggal kaya raya mungkin yang cocok sama gue.." jawabnya sambil membayangkan hidup bak ratu sejagat.

"Ngarep amat lo, memangnya anak tunggal kaya raya bakalan demen sama lo? Pede amat hahahaha" ujar temannya ngakak.

"Sepele amat lo.. jangan nangis lo ya kalo jodoh gue emang anak tunggal kaya raya.." ujarnya yakin.

CAN YOU SEE ME [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang