JANGAN LUPA KLIK VOTENYA.
Reno sedang bersiap-siap menuju ke kantornya. Wajahnya masih saja terlihat sumringah meski lamaran itu sudah seminggu berlalu. Namun Reno selalu tidak bisa melupakan kalau saat ini ia dan Putri sudah melangkah sejauh ini. Bahkan selangkah lagi mereka akan menuju jenjang pernikahan.
"Ganteng banget sih gue.. padahal cuma pake jas gini doang apalagi nanti pake pakaian pas acara ijab qabul.. beuh makin nambah berapa persen kegantengan gue.." gumam Reno sambil berkaca.
Reno masih sibuk dengan dirinya sendiri tanpa ia sadari ponselnya menyala. Dilayar terlihat satu pesan chat masuk dari Putri.
(Ren.. hari ini gue mau pergi bareng kak Rangga ya.. lo jangan mikir yang aneh-aneh ya.. gue cuma mau nemenin kak Rangga beli kado buat temen kantornya nikahan.. nolongin doang Ren.. gue harap lo gak cemburu.. eh jangan.. lo musti cemburu tapi jangan berlebihan oke.. ♥︎♥︎♥︎)
"Mudah-mudahan itu anak gak mikir aneh-aneh.. sebenernya gue gak enak sih sama Reno.. tapi gue juga gak enak sama kak Rangga.. lagian cuma nolongin doang kok gak lebih.. iya gapapa.. pasti semua baik-baik aja.." gumam Putri menyemangati dirinya sendiri.
Putri pun langsung berberes kamar karena semenjak ia sudah menjadi calon istri. Putri belajar untuk menjadi lebih rajin. Bahkan ia sering belajar memasak hanya untuk bisa menyenangkan Reno jika nanti mereka sudah sah menjadi sepasang suami istri.
Gubraaaakkk!!!
Pintu kamar terbuka secara mendadak membuat Putri kaget setengah mati.
"Lian apaan sih lo buka pintu kamar gue begitu.. lo mau ngancurin pintu apa?" Ujar Putri.
"Kak.. lo harus keluar.." jawab Lian sambil ngos-ngosan.
"Mau ngapain gue keluar?" Ujar Putri.
"Ihh cepetan lo keluar.. lo harus liat apa yang ada di luar.." jawab Lian lagi.
Putri mengerutkan keningnya melihat adiknya yang tidak biasanya bersikap seperti itu. Akhirnya Putri mengikuti kemauan Lian yang memintanya untuk keluar dari kamar.
"Memangnya ada apa sih.. lo bikin gue takut Lian.." ujar Putri.
"Gue yang liat langsung malah lebih takut dari pada lo.." jawab Lian.
Putri semakin bingung saja mendengar jawabannya Lian. Hal itu membuat Putri semakin merasa kawatir. Akhirnya sampai lah mereka di depan rumah. Lalu Lian memintanya menuju keluar pagar.
Putri melihat sebuah kotak kardus berada di depan pagar rumahnya.
"Kotak apa ini?" Tanya Putri bingung.
"Coba deh lo buka kak.." jawab Lian.
Putri dengan perasaan was-was membuka kotak yang memang sudah terbuka sebelumnya. Lian mengatakan ia sudah lebih dahulu membukanya.
"Aaaaaaaaaaa... apa ini?" Teriak Putri yang kaget saat membuka kotak itu dan melihat isinya.
Di dalam kotak berisi sebuah boneka yang berlumuran noda merah seperti darah. Bahkan kertas yang bertuliskan kata-kata yang cukup membuat siapa pun takut melihatnya. Di tambah lagi dengan boneka yang berlumuran noda merah. Putri sadar kalau itu adalah kotak berisi ancaman untuknya.
"Lo jumpain ini dimana Lian?" Tanya Putri.
"Ya disini, depan rumah kita.. ini ancaman kan kak.." jawab Lian.
KAMU SEDANG MEMBACA
CAN YOU SEE ME [END]
RomanceAku tidak pernah menyesal karena pernah menyukaimu.. namun yang aku sesali adalah ketika aku terlalu fokus menyukaimu aku sampai lupa ada orang lain yang lebih tulus mencintaiku dan aku sempat mengabaikannya.. Penasaran? Silahkan di baca.. Maaf jika...
![CAN YOU SEE ME [END]](https://img.wattpad.com/cover/286472303-64-k866553.jpg)