EXTRA PART I

336 16 0
                                        

JANGAN LUPA KLIK VOTENYA.

Persiapan pernikahan sudah mulai menemui titik terang, hanya dalam waktu satu bulan semuanya selesai tanpa hambatan. Bagaimana tidak lelaki kaya nan tampan seperti Reno. Dengan meminta pihak wedding organizer mempersiapkan semuanya. Reno dan Putri tidak perlu pusing akan hal itu.

"Reno.. persiapan pernikahan kalian sudah sampai mana?" Tanya bu Ratih.

"Tenang ma, semua uda beres tanpa hambatan.." jawab Reno yang sedang memakan sarapannya.

"Cincin? Cincin nikah uda belum.." tanya Bu Ratih lagi.

Seketika Reno langsung terdiam saat menyadari kalau cincin pernikahan belum ia beli. Padahal akad nikah tinggal menghitung hari.

"Kenapa? Pasti belum kamu beli kan? Gimana mau nikah kalau cincin nikah aja belum di beli.. kamu ini bagaimana sih Ren.. bisa-bisanya lupa, yang lain itu gak harus yang di utamakan.. tapi utamakan beli cincin dulu.. yaampun Ren.. Ren.. umur kamu masih muda kenapa uda pikun begini sih.." ujar bu Ratih mengomel tiada hentinya.

"Mama.. sudah dong, ngomel terus dari tadi.. sarapan dulu baru setelahnya lanjut lagi.." ujar Pak Andre mencoba menenangkan istrinya.

"Oke.. kita sarapan dulu.. kalo nanti.."

"Maaaa.." ujar Pak Andre lagi menegur istrinya dan akhirnya bu Ratih pun tidak melanjutkan omelannya lagi.

Reno melirik ke arah papanya dengan sedikit menyunggingkan senyum. Pak Andre pun menjawab dengan kedipan mata karena sudah berhasil membuat istrinya diam.

"Mama tenang aja ya.. hari ini Reno beli cincin nikahnya.. kan tinggal bawa Putri ke toko cincin.." ujar Reno.

Semenjak memutuskan untuk kembali menerima Reno dalam hidupnya. Putri kini mulai kembali bahagia seperti sebelum-sebelumnya. Beban di dihatinya juga sudah mulai berkurang. Rasa bersalahnya kepada Rangga juga sudah bisa ia kendalikan. Putri mulai menerima semuanya dengan ikhlas dan menganggap semuanya memanglah takdir yang memang harus ia jalani. Kepergian Rangga juga itu adalah takdir yang memang di tentukan oleh yang maha kuasa.

"Ma.. nanti Putri sama Reno mau pergi dulu ya.. katanya mau cari cincin.." ujar Putri sambil merapikan pakaiannya ke lemari.

Bu Asya yang sedang menulis undangan untuk kerabat-kerabatnya di kamar Putri langsung kaget saat mengetahui kalau cincin pernikahan mereka ternyata belum ada.

"Astaghfirullah.. kenapa baru beli cincin sekarang.. disaat pernikahan kalian sebentar lagi.. " ujar Bu Asya kaget.

"Ya namanya juga lupa ma.. wajar dong.." jawab Putri.

"Hal yang sangat penting seperti itu bisa-bisanya lupa.. masih muda kenapa malah kalian yang pikun.." ujar bu Asya sambil geleng-geleng kepala.

Putri hanya diam dan tidak menjawab perkataan mamanya. Ia memilih segera menyelesaikan pekerjaannya dan langsung menuju ke kamar mandi.

"Assalammualaikum.." ujar Reno yang baru saja sampai kerumah Putri.

"Waalaikumsalam.. eh calon mantu mama.. masuk sini masuk.. Putrinya lagi siap-siap itu.." jawab Bu Asya sambil meminta Reno masuk kedalam rumah.

Reno mendengar sebutan dirinya calon menantu meras begitu bahagia. Yang berarti hanya selangkah lagi ia akan benar-benar menjadi menantu di keluarga ini.

"Ma.. Reno uda dateng ya.." teriak Putri.

"Iya.. cepetan kamu...Reno nungguin ini.." jawab bu Asya.

"Duduk dulu ya nak Reno.. mau mama bikini minum?" Tanya bu Asya.

CAN YOU SEE ME [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang