Happy Reading!
______________
Disebuah kamar terdapat seorang pemuda berwajah manis dan menggemaskan, baru saja keluar dari kamar mandi dengan handuk melilit dipinggang.
Pemuda itu memasuki walk in closet dan berjalan mendekati sebuah lemari. Ia mengambil seragam sekolah lalu, memakainya.
Pemuda manis itu yang tak lain adalah gibson. Ia merapihkan rambutnya, memakai dasi, jam tangan, kalung berbandul, serta parfum memiliki bau vanilla dan strawberry.
Sengaja ia bangun awal, supaya tidak telat pergi ke sekolah barunya. Karena, hari ini hari pertama gibson sekolah. Matanya menatap jam yang ternyata baru pukul 06:10 wib, ia keluar dari ruangan walk in closet menuju kamarnya.
Gibson duduk dimeja belajar lalu mengambil ponsel miliknya yang tergelatak didekat tumpukan buku pelajaran.
Sembari menunggu waktu sarapan, gibson berniat bermain game sebentar. Kedua jempolnya sangat lihai bergerak diatas layar ponsel.
"Maniac!"
"Savage!"
Gibson masih fokus dengan dunianya, sampai-sampai ia tidak sadar ada seseorang yang masuk kamar dan menatap kearahnya dengan datar.
"Victory!"
Gibson berdiri dari duduknya lalu meloncat-loncat kesenangan, ia duduk kembali dan berniat melanjutkan acara maim game. Namun, suara seseorang mengurungkan niatnya.
"Ge?"panggil seseorang dari arah belakang gibson.
Meja belajar gibson yang memang menghadap kearah jendela dan membelakangi pintu masuk, membuat gibson membalikkan badannya.
Ia menaikkan sebelah alisnya ketika melihat abang sulungnya." Apa?"tanya gibson.
"Turun! Sarapan. berangkatnya bareng abang. Alen udah berangkat duluan, katanya ada urusan sebentar."jawab rafli dengan kedua tangan bersedekap.
Gibson menganggukan kepala, ia mengambil tasnya, Lalu keluar kamar bersama abang sulungnya. Mereka berdua memasuki lift agar cepat sampai ke lantai dasar.
Setelahnya, gibson dan rafli berjalan menuju ruang makan."Pagi!"sapa mereka berdua, kepada kedua orang tuanya.
"Pagi!"
Gibson duduk disalah satu kursi kosong. Ia membalikkan piring kosong yang awalnya memperlihatkan bagian belakang.
"Mau makan sama apa ge?"tanya claudia, setelah mengisi piring kosong suami serta anak sulungnya.
Gibson menatap menu makanan dimeja, makanan itu terlihat sederhana. Hanya berisikan capcai, omlatte, tahu, dan ayam goreng.
"Eum... capcai sama ayam goreng aja bun."jawab gibson.
Claudia mengambil nasi secukupnya, lalu mengambil lauk pauk yang putra bungsunya inginkan.
Mereka ber-empat makan dengan suasana hening, hanya decitan sendok, garpu, dan piring yang beradu.
Seusai sarapan. Gibson pamit kepada kedua orang tuanya begitupun rafli. Mobil yang mereka berdua naiki pun mulai menjauh dari perkarangan mansion.
____________
KAMU SEDANG MEMBACA
About The Twins G [ Terbit ]
General Fiction⚠️WARNING⚠️ ⚠️LAPAK BROTHERSHIP/FAMILY/FRIENDSHIP⚠️ ⚠️BUKAN LAPAK BXB/BL/SEMACAMNYA⚠️ [Ending] Gak bisa buat deskripsi. _______________________________ Hanya menceritakan kisah tentang si kembar dengan nama yang berawal dari huruf G. _______________...
![About The Twins G [ Terbit ]](https://img.wattpad.com/cover/298488873-64-k290206.jpg)