Typo? Tandai.
Happy Reading!
_______________
"GIBSON LO MANDI APA SEMADI? LAMA BENER."
Gevin mendengus setelah berteriak, sudah hampir satu jam ia menunggu gibson keluar kamar mandi, menunggu anak itu selesai mandi, badannya sudah gerah.
Selain numpang makan malam, gevin juga mau numpang mandi. Sekalian.
Gevin mengambil ponselnya memainkannya sesaat sampai pintu kamar mandi terbuka. Gevin mengalihkan pandangannya, ia menatap sebal ke sang pemilik kamar.
"Lama. Badan gue udah gerah anjir." Ucap gevin sebal lalu berjalan melangkah memasuki kamar mandi.
Gibson mendengus melihatnya kelakuan teman sebangkunya, gak tahu diri. Pikir gibson.
Matahari sudah tenggelam sejak satu setengah jam yang lalu, lagit sudah berganti berwarna hitam. Jam menunjukan pukul 19:33 wib.
Seusai makan malam gibson kembali ke kamar untuk membersihkan diri, karena tadi sore belum mandi. Piyama berwarna coklat susu bergambar motif beruang sedikit kebesaran sudah melekat di tubuh mungilnya.
Gibson merangkak ke atas kasur kingsizenya, ia menjatuhkan badannya dengan telungkup dan memejakan mata. Rasa pening di kepalanya kembali ia rasakan serta badannya yang terada tidak enak.
Ceklek.
Pintu kamar mandi terbuka menampilkan gevin dengan pakaian sebelumnya, dan ekspresinya terlihat segar dari pada sebelumnya.
Gevin berjalan menghampiri gibson yang sedang menelungkup di atas kasur, ia menepuk pelan pundak gibson.
"Gib." Panggil gevin.
"Hm?" Dehem gibson tanpa membuka matanya.
"Gue mau pulang udah malem, makasih snack sama makan malamnya." Ucap gevin sambil memasukan ponselnya ke saku celana lalu mengambil kantong plastik berukuran besar berisi berbagai snack dan minuman.
Gibson membuka matanya, kedua bola mata anak itu memerah entah karena apa. Gibson turun dari kasurnya, berniat membantu bawaan yang gevin bawa sampe bawah.
"Sini aku bantu." Tawar gibson sedikit lemas ketika melihat gevin yang ke susahan membawa empat kantong plastik besar.
Gevin menatap gibson. "Gib, lo sakit?" Tanya gevin, ia menaruh kembali bawaannya lalu melangkah mendekati temannya, dan menempelkan punggung tangannya ke dahi pemuda itu.
"Enggak." Jawab gisbon.
Dapat gevin rasakan, rasa hangat di dahi gibson. "Enggak apaan, badan lo hangat." Ucap gevin cepat.
Gibson melirik gevin sekilas, ia mengambil dua kantong plastik berisikan snack sisanya biarkan gevin yang bawa. "Hangat karena aku hidup, kalo dingin berarti aku mati." Balas gibson santai kemudian berjalan kearah pintu.
"Bukan gitu maksud gue gib." Sahut gevin mengikuti langkah gibson di belakang, tidak lupa dua kantong plastik besar yang tersisa berisikan minuman dan snack juga.
Hening.
Gibson diam tidak menanggapi sahutan gevin. Sekarang mereka berdua berada dalam lift menuju lantai dasar.
Pintu lift terbuka setelah mereka sampai di lantai tujuan, mereka keluar secara beriringan. "Paman?" Panggil gibson kepada salah satu bodyguard.
"Saya tuan muda?" Balas salah satu bodyguard sambil menunjuk dirinya.
Gibson menganggukan kepala, bodyguard itu berjalan melangkah kearahnya. "Tolong anterin makanan ini ke rumah temen gege." Pinta gibson, menunjuk jingjingan yang mereka bawa.
KAMU SEDANG MEMBACA
About The Twins G [ Terbit ]
Ficción General⚠️WARNING⚠️ ⚠️LAPAK BROTHERSHIP/FAMILY/FRIENDSHIP⚠️ ⚠️BUKAN LAPAK BXB/BL/SEMACAMNYA⚠️ [Ending] Gak bisa buat deskripsi. _______________________________ Hanya menceritakan kisah tentang si kembar dengan nama yang berawal dari huruf G. _______________...
![About The Twins G [ Terbit ]](https://img.wattpad.com/cover/298488873-64-k290206.jpg)