Typo? Tandai.
Happy Reading!
________________
Sejak kemaren sore gibson sudah pulang dari rumah sakit. Rasa nyeri pada punggungnya sudah tidak sesakit kemaren.
Hari ini adalah hari weekend lebih tepatnya hari minggu. Waktu akan memasuki sore hari, jam menunjukan pukul 14:58 wib.
Suasana rumah nampak sepi karena keluarga kenzie dan zando sudah kembali ke london sejak kemaren siang karena ada urusan mendadak.
Disinilah gibson berada di kamarnya, bersama gevin. Fyi, saat pagi tadi gevin memintanya untuk memberitahu alamat rumahnya dengan alasan ia ingin menjenguk sekaligus bermain.
Sejak kemaren ia tidak sempat menjenguk temannya itu ke rumah sakit, ia harus ke rumah sepupunya karena suatu hal. Dan ia berniat ketika hari minggu tiba, ia akan menjunguk sekaligus bermain.
Suasana rumah nampak sepi karena zando, kenzie, tasya berserta anaknya sudah kembali pulang ke london sejak kemaren siang, ada urusan mendadak.
Xavier dan claudia sedang berada di luar menghadiri acara penting. Rafli masih di luar kota dan hari ini dia akan pulang, mungkin sekarang sedang dalam perjalanan.
Alen ada di kamar gibson lagi tidur di kasur kembarannya.
Gibson dan gevin, keduanya habis bermain ps. Cangkang snack dan bekas minuman berceceran dimana-mana.
"Lo kalah." Sahut gevin tersenyum lebar sambil menyimpan stik psnya.
Wajah gibson nampak cemberut, dia menatap gevin sinis. "Kamu curang." Tuding gibson.
Gevin tertawa pelan. "Kalah terima aja kali."
"Lo masih inget? Sesuai kesepakatan kita sebelum main tadi, yang kalah harus nurutin yang menang." Sambung gevin.
Gibson mendelik mendengarnya. "Iya-iya aku masih inget, kamu mau apa?" Tanya gibson.
Gevin hanya menunjukan wajah tengilnya, dia berdiri tanpa menjawab terlebih dulu pertanyaan gibson. Gevin berjalan menuju kulkas yang terletak di pojok kamar gibson.
Dia menatap teman sebangkunya itu dengan rasa puas. "Semua isi yang ada di dalam kulkas lo yang ini, gue ambil." Jawab gevin.
"Stock snack sama minuman gue di rumah abis dan gue males ngeluarin duit buat beli." Lanjut gevin.
Gibson menarik sudut bibirnya yang berkedut, memaksakan senyum manis hingga kedua matanya menyipit bak bulan sabit. "Yaudah ambil aja gev, kalo perlu kamu ambil sama kulkasnya." Ucap gibson masih dengan memaksan senyumnya.
'Padahal baru di isi semalam sama ayah. Sabar ge sabar, orang sabar uang bulanan lancar.' Batin gibson berkata.
Gevin terpekik senang mendengarnya, dia berjalan cepat menuju temannya itu dan memeluk badan gibson erat sambil meloncat-loncatkan tubuhnya.
"Makasih gibson lo emang temen gue yang baik." Sahut gevin senang.
Gibson tidak menjawab, ia kembali mendudukan bokongnya di bawah, di lesehan karpet berbulu. Gibson menatap jam, sudah jam setengah empat.
"Gev kamu mau pulang kapan?" Tanya gibson kepada gevin.
Gevin menunjukan cengiran khasnya. "Nanti malam ya gib, sekalian gue numpang makan." Jawab gevin tak tahu malu, padahal udah ngambil semua snack dan minuman di kulkas.
Gibson memutar bola matanya malas. "Sore-sore gini enaknya main sepeda keliling komplek." Gumam gibson pelan.
"Aku mau main sepeda, mau ikut?" Ajak gibson sambil melangkahkan kakinya ke arah kasur.
KAMU SEDANG MEMBACA
About The Twins G [ Terbit ]
General Fiction⚠️WARNING⚠️ ⚠️LAPAK BROTHERSHIP/FAMILY/FRIENDSHIP⚠️ ⚠️BUKAN LAPAK BXB/BL/SEMACAMNYA⚠️ [Ending] Gak bisa buat deskripsi. _______________________________ Hanya menceritakan kisah tentang si kembar dengan nama yang berawal dari huruf G. _______________...
![About The Twins G [ Terbit ]](https://img.wattpad.com/cover/298488873-64-k290206.jpg)