A T T G | 49. Kabur?

5.1K 475 22
                                        

Typo? Tandai!
Happy Reading!
*****























































"Kenapa lo bisa kaya gini?"

Di sebuah jalanan yang sepi nampak dua orang remaja, salah satu dari mereka terlihat terluka dengan lebam yang berada di wajahnya. Remaja yang bertanya itu membantu teman nya yang masih berbaring di atas aspal.

"Gue di cegat, terus mereka ngehajar gue." Jawab nya.

Remaja itu berdecak mendengarnya, selalu seperti ini. Ini juga bukan yang ke sekalinya, ini sering terjadi pada teman nya kalau pulang malem begini sendirian.

"Lagian lo ada masalah apa sih sama mereka, Ren?" Imbuh Charlo menatap teman nya dengan kesal.

Reno mendengus mendapat pertanyaan seperti itu, dia meringis pelan begitu merasa ngilu pada tulang pipinya saat akan membuka mulut. "Gue gak tahu! Itu ketuanya aja yang baperan!" Reno berujar lancar dengan kesal meski ia harus menahan sakit ada tulang pipinya.

"Kenapa gak lo terima aja ke inginannya itu? Ini juga demi kebaikan lo, lagian lo juga tinggal sendirikan di rumah?" Balas Charlo.

Charlo tentu saja tahu soal ini, Reno kemarin bercerita kepadanya kalau ada seseorang yang tiba-tiba aja pengen dia jadi adiknya karena orang itu yang anak tunggal serta dia juga ketua geng, jelas Reno nolak.

Nolak bukan karena takut.

Entah bagaimana pertemuan mereka, Charlo tidak tahu karena Reno juga tidak memberi tahu. Ini terjadi tiga hari yang lalu, kata Reno dia memberi memberi dua pilihan.

Yang pertama dia memberi waktu untuk berpikir lagi agar mau menjadi adiknya dan juga yang kedua jika Reno bersikekeh menolak maka dia akan melakukan sesuatu agar Reno mau.

"Ogah gue! Char, lo gak tahu kalau muka dia itu nyeremin makanya gue gak mau. Mukanya keliatan ke om pedo anjing! Ngeri gue."

Dan juga Reno itu tinggal sendiri, orang tuanya sudah meninggal setahun yang lalu karena kecelakaan ketika mereka pulang dari acara ulang tahun perusahaan tempat ayahnya bekerja. Dan selama ini ia bertahan hanya berbekal harta yang ditinggalkan juga tabungan milik ibunya, ayahnya hanyalah seorang manajer di salah satu perusahaan.

Charlo menghela napasnya pelan. "Terserah."

"Mau pulang sekarang?" Lanjut Charlo.

Reno mendelik mendengar nya, pertanyaan apaan itu? “kagak sat! Pulang tahun depan, gue nginep disini!" Jawab Reno memandang teman nya itu kesal.

"Sensi banget lo, gue tanya baik-baik juga!" Balas Charlo yang ikut kesal.

"Lo ngeselin! Ngasih pertanyaan gak berpaedah." Imbuh Reno.

"Ck, yang penting nanya."

"Pertanyaan lo gak jelas."

Charlo mengerikan bahunya acuh, dia menaiki motor milik Reno. "Buru naik, gue anterin." Ucap Charlo.

Reno berjalan kearah motornya yang sudah dinaiki Charlo, ia menerima helm yang disodorkan oleh anak itu memintanya untuk memegang karena dia yang enggan memakai nya.

"Lo gak pake masker, mendingan lo pake aja Char." Suruh Reno.

Reno heran, tumben sekali Charlo keluar malem begini tidak memakai masker. Biasanya anak itu akan memakai masker.

Charlo menggelengkan kepalanya, ia menyalakan mesin motor. "Lo aja, males gue pengen hirup udara malem. Lagian helm lo bau." Mendengar itu reflek Reno menoyor kepala belakang Charlo.

About The Twins G [ Terbit ]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang