Typo? Tandai.
Happy Reading!
________________
Gibson berjalan menaiki satu-persatu tangga. Sekarang lagi istirahat, itu artinya ia harus datang ke rooftop untuk menemui orang yang mengiriminya surat.
Ia naik ke atas rooftop seorang diri. Awalnya gevin memintanya untuk ikut, tapi gibson menolak mentah-mentah.
Gibson membuka pintu rooftop dan memasukinya, ia mengernyit heran ketika tidak mendapati siapa-siapa di dalam rooftop.
Apa dia belum datang? Pikir gibson.
Ia mengedikan bahunya acuh, gibson berjalan ke arah kursi kayu. Gibson mengibas-ngibaskan tangannya kala rasa panas sinar matahari menjalar di tubuhnya.
Rooftop tanpa atap.
Tidak lama kemudian pintu rooftop kembali terbuka, menampilkan seseorang yang dia tunggu.
Perempuan itu terkekeh ketika melihat gibson yang sudah datang dan pemuda itu tidak menyadari ke datangannya.
"Gue kira lo gak bakal datang." Sahutnya, dia melangkahkan kakinya mendekat gibson.
Gibson menolehkan kepalanya dengan wajah datar, ia menatap perempuan itu tanpa ekspresi. Diana.
Ia berdiri dari duduknya, berdiri menghadap perempuan itu. "Gak usah bertele-tele. Cepet ngomong, ngapain kamu nyuruh aku datang kesini." Balas gibson dengan nada ketus.
Diana terkekeh mendengarnya. "Calm down my friend." Ujar diana.
Gibson yang mendengar kata 'my friend' berlagak ingin muntah. "Friend, your eyes." Sahut gibson jijik.
"Lo masih inget perkataan gue kemarin?" Tanya diana menatap gibson.
"Ngebuat semua orang benci sama aku, right?___" Tanya balik gibson sembari mengangkat sebelah alisnya.
Gibson tertawal kecil, ia kembali menatap diana dan melanjutkan kata-katanya. "In yours dream, diana!" Sambungnya.
Diana menatap gibson kesal, dia berjalan semakin mendekat ke arah gibson dan mengatakan sesuatu tepat di telinga pemuda itu.
"and the dream will come true!" Bisik diana berucap. Setelahnya ia menjauhkan wajah dan menatap gibson serta senyum remehnya.
Gibson menaikan sebelah alisnya heran. Apa tadi? Kenyataan? Ia tidak salah dengar kan?
"Oke, do it!" Balas gibson santai.
Diana bersedekap di bawah dada dengan tatapan sama yaitu remeh. Diana menolehkan kepalanya ke samping, dimana di bawah sana banyak sekali murid-murid yang berlalu lalang.
Diana tersenyum licik melihatnya.
___________
Gevin menautkan kedua alisnya ketika matanya tidak sengaja menatap dua sejoli di atas rooftop, posisi keduanya berada di pembatas rooftop.
Gevin mertajamkan penglihatannya guna memperjelas, ia merasa tidak asing dengan kedua orang tersebut.
Ia mengetuk-ngetuk dagunya sambil berdekap, gevin menggigit bibir bawahnya berpikir keras. Ia merasa tidak asing dengan mereka, salah satu dari keduanya ia seperti mengenalnya.
Seperti teman sebangkunya?
"Gev, aku mau ke rooftop jangan ikutin aku. Kamu duluan aja ke kantin, nanti aku nyusul."
Kedua mata gevin membulat sempurna ketika perkataan sebelumnya dari gibson terngiang kembali di ingatannya.
Ia menatap tidak percaya kearah dua sujoli itu, gevin membawa kakinya berlari menyusuri lorong koridor yang ramai.
KAMU SEDANG MEMBACA
About The Twins G [ Terbit ]
General Fiction⚠️WARNING⚠️ ⚠️LAPAK BROTHERSHIP/FAMILY/FRIENDSHIP⚠️ ⚠️BUKAN LAPAK BXB/BL/SEMACAMNYA⚠️ [Ending] Gak bisa buat deskripsi. _______________________________ Hanya menceritakan kisah tentang si kembar dengan nama yang berawal dari huruf G. _______________...
![About The Twins G [ Terbit ]](https://img.wattpad.com/cover/298488873-64-k290206.jpg)