Typo? Tandai.
Happy Reading!
_______________
Suara ramainya siswa maupun siswi dari salah satu kelas mengganggu kelas sebelah, sudah ditegur oleh guru pun agar tidak berisik, tetapi mereka tidak menurutinya.
Kelas X Ips 2 adalah kelas yang ditempati alen, fahmi, dizky, dan arthur.
Sudah ada sekitar satu jam kelas itu jam kosong, tidak ada tugas satu pun. Murid-murid di dalam kelas mengisi jam kosong ini dengan tidur, bermain game, dan juga gibah.
Sedari tadi alen menumpukan kepala di lipatan tangan atas meja dengan kedua mata terpejam, begitupun dengan arthur.
Sedangkan fahmi dan dizky lagi main game.
"Mi. tungguin gue anj*ing, gue lagi nyari senjata dulu." Kata dizky pada fahmi.
"Perkara nyari senjata aja lama lo, kita main udah dari tadi set*an. Dan lo masih nyari senjata? Tolol banget idup lo, senjata banyak. Ada dimana-dimana itu." Balas fahmi kesal.
Bagaimana tidak kesal? Mereka main sudah dari tadi hampir sepuluh menitan, dan anak itu masih nyari senjata.
"Gue tahu, mi. Tapi gue lagi nyari senjata yang gue inginkan." Sahut dizky, kedua matanya terus fokus ke layar hp.
"Pake dulu yang ada bangsat. Mati, tahu rasa lo. Ogah gue idupin laginya." Celetuk fahmi, kedua jari telunjuknya lihai bermain di layar ponsel.
Dor.
Dor.
"Mampus. Sok-sok an nembakin gue sih." Gumam fahmi.
"Ambil nih senjata. Gue mau ke bimasakti shop dulu." Imbuh fahmi sambil membuang salah satu senjata.
"Ok." Balas dizky singkat.
Sahutan demi sahutan, umpatan demi umpatan kedua anak itu keluarkan. Alen dan arthur yang sedang tertidur pun merasa terganggu akan hal itu.
Alen mengangkat kepala, kedua bola matanya menatap tajam kedua sahabatnya yang berteriak tepat di sampingnya.
"Berisik!" Sentak alen pada mereka, setelahnya ia kembali menelungkupkan kepala di atas lipatan tangan, kepalanya terasa pening entah karena apa.
Reflek, seluruh siswa siswi x ips 2 menutup mulut. Terjadi keheningan di kelas itu sementara, sebelum kedua fahmi berpekik kembali.
Bruk.
"Booyah ky!"
Pekik fahmi bahagia setelah menendang kursi yang di duduki dizky. "Selow anjing. Gosah nendang juga, sakit nih pantat." Ucap dizky sembari berdiri.
Fahmi sebagai pelaku mengedikan bahunya acuh, ia kembali mengambil ponselnya. "Gue keluarin lo dari grup, gak lagi deh gue main sama lo. Dasar beban." Kata fahmi membuat dizky dramatis.
"Broken heart gue sama omongan lo." Balas dizky dramatis.
Suasana kelas kini tidak seberisik tadi, semuanya fokus pada kegiatan masing-masing. Dizky merebahkan kepala diatas meja, pandangannya tertuju pada salah satu siswi.
"Hey!"
Teriak fahmi tiba-tiba entah pada siapa. Semua siswa maupun siswi menoleh kearag fahmi dengan raut wajah bingung dan tanya.
"Hey baby!"
"Beautiful."
"Beautiful."
"Beautiful."
"Beautiful."
"Angel."
Fahmi menyatukan kedua tangan membentuk love. Raut wajah bingung dan tanya para siswa maupun siswi digantikan dengan ekpresi jijik dan ngeri.
KAMU SEDANG MEMBACA
About The Twins G [ Terbit ]
Ficção Geral⚠️WARNING⚠️ ⚠️LAPAK BROTHERSHIP/FAMILY/FRIENDSHIP⚠️ ⚠️BUKAN LAPAK BXB/BL/SEMACAMNYA⚠️ [Ending] Gak bisa buat deskripsi. _______________________________ Hanya menceritakan kisah tentang si kembar dengan nama yang berawal dari huruf G. _______________...
![About The Twins G [ Terbit ]](https://img.wattpad.com/cover/298488873-64-k290206.jpg)