A T T G| 37. BBQ

9.1K 550 31
                                        

Typo? Tandai!

Happy Reading!






Beberapa minggu setelah malam itu terlewat, waktu berjalan begitu lancar. Ulangan akhir semester telah mereka laksanakan dengan lancara meski ada beberapa hambatan selama mereka mengerjakan soal-soal yang belum mereka pahami sama sekali.

Sore ini, di belakang mansion keluarga Almeerzio terlihat sangat ramai karena ada teman-teman Alen dan Gibson yang datang ke rumah, hanya teman dekat saja.

Mereka semua sedang mempersiapkan bahan-bahan juga barang yang di gunakan untuk BBQ nanti malam, acara pergi liburan ke bali yang sudah di rencakan sebelumnya tidak jadi sebab Xavier melarang kedua anak kembar nya pergi ke sana.

Walaupun saat itu, saat Xavier menolaknya Gibson yang mendengar tentu saja tidak terima. Ia ingin sekali pergi ke daerah sana, sebelumnya Gibson pernah mendengar dari teman sekelasnya yang menceritakan tentangnya saat liburan di sana.

Pemuda itu sempat mogok bicara dan juga makan agar sang ayah mengizinkannya pergi liburan ke bali namun, usahanya berakhir sia-sia karena Xavier hanya diam tidak mencoba membujuknya.

Xavier tidak masalah jika putra bungsunya itu mogok bicara padanya, masih bisa ia tahan. Mogok makan? Tentu saja pria itu sempat khawatir mendengar ancaman Gibson yang berbicara seperti itu.

Selama tiga hari Gibson mogok bicara dan makan tetapi entah kenapa selama tiga hari itu pula ia tidak merasakan lapar pada perutnya dan setiap bangun pula di saat dirinya tidur baik malam maupun siang, selalu sajaa terdapat infus di tangab kirinya entah apa fungsinya padahal ia tidak sakit.

Tentu saja itu semua ulah Xavier, pria itu sengaja menyuruh istrinya untuk memasangkan infus dan menyuntikan makanan sehat yang sudah di racik menjadi air dan menyuntikannya ke dalam cairan infus.

Kenapa Claudia yang memasang, bukannya dokter? Karena perempuan ini sebelum menikah pernah bekerja menjadi seorang perawat di salah satu rumah sakit terbesar selama kurang lebih empat tahun, cukup lama.

"Rel! Rel! Farrel cepat sini bawa tempat panggangnya."

Suara teriakan dari salah satu pemuda itu membuat sang empu si pemilik nama berdecak kesal, siapa yang tidak akan kesal jika nama yang sudah melekat dari dirinya sejak jaman orok di ganti begitu saja, meskipun nama yang teriaki oleh sahabat laknatnya itu tidak aneh-aneh.

"Nama gue Darrel bukan Farrel, Ykzid." Jawab Darrel dengan nada kesal.

Ykzid, jika di balikan menjadi Dizky. "Emak gue udah nice ngasih nama I Dizky dan dengan entengnya you ubah nama gue jadi Ykzid, apaan tuh Ykzid? You kira Ijat?!" Sembur Dizky di akhiri dengan dengusan.

Darrel memutar bola matanya malas mendengar itu, apa lelaki itu tidak intropeksi diri sebelum menyemburnya dengan kata-kata seperti itu? Ya, meskipun tidak menusuk relung hati mungilnya.

Tapi tetap saja Dizky duluan yang mengubah namanya dengan nama lain, masih untung dirinya tidak mengubahnya dengan nama lain hanya membalikan katanya saja membuat nama sahabatnya itu terdengar sedikit aneh.

"Lo duluan." Tuding Darrel pada Dizky.

"Apaan? Kenapa jadi gue? Lo yang duluan."

"Lo!"

"Lo!"

"Lo!"

"Lo!"

"Lo!"

"Lo!"

"STOP!"

Genzio atau Zio benar-benar jengah melihat pertengkaran yang membosankan di hadapannya itu. Kapan kedua makhluk titisan anjing itu diam tidak bertengkar ketika ketemu, sungguh. Setiap ia bertemua dengan kedua makhluk itu pasti ada aja yang di perebutkan untuk di jadikan bahan pertengkeran.

About The Twins G [ Terbit ]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang