CHAPTER 12

76 6 0
                                        

Assalamu'alaikum!!.
Happy reading all!.
_________________________________________

Dua remaja beda kelamin yang tak mereka tau mereka siapa dan darimana menjauh dari meja mereka

"Lo serius bi? Kalo itu ketos?" Tanya gadis berambut sebahu itu dengan wajah penasarannya. Biya pun hanyaembalas dengan anggukan sembari memakan pisang bakar coklatnya.

"Sejak awal kita masuk sekolah ini juga kok gue ngga pernah ngeliat atau ngedenger ketos, malahan seolah-olah sekolah itu ngga punya organisasi begituan" ujar Fauza sambil menghela nafas panjang.

Biya mengelap bibirnya dengan tissue. "Iya memang agak aneh sih" kata gadis itu.

"Tapi sejauh ini gw cuma tau si Reyhan wakatosnya dan dia bisa dikatakan kayak ngga pernah bahas OSIS sedikit pun" jelas Fauza.

Gadis dengan hijab berwarna hitamnya merogoh totebag yang ia bawa, ia mendapati benda pipih di sana.

"Assalamu'alaikum halo Ghif?" Ucapnya.

"wa'alaikumussalam ya?"

"Punya nomer Reyhan?"

"Iya"

"Boleh minta kirimkan?"

"Oke saya kirimkan, tapi setelah saya mengerjakan tugas"

"What? Bukannya ga ada tugas?"

"Ada tapi bukan tugas kelas kok"

"Okey makasih ya Ghif, maaf mengganggu"

"Iya, wassalamu'alaikum"

"Wa'alaikumussalam"

Pangilan berakhir, gadis itu menaruh ponselnya dekat laptop. Kini ia memperlihatkan HT yang ia bawa tadi siang.

Uja tampak bingung saat temannya itu mengeluarkan sebuah alat komunikasi yang tampaknya asli.

"Satu-satunya alat yang bisa aku pergunain buat hubungin ketos, awalnya aku ngga percaya tapi aku yakin dengan dia yang sepertinya tau semua tentang sekolah" jelasnya, Uja hanya mengangguk lalu meraih HT yang berada tepat di atas meja.

Gadis berambut sebahu itu terlihat meminta persetujuan Biya untuk menghidupkan HT itu, tapi Biya menggeleng.

"Jangan di sini, dua hari lagi kamu bisa main ngga kerumah?" Tanya Biya.

Uja menghabiskan waktu berfikir selama 3 menit lalu membuka suara, "oke, gimana  kalo ajak Naqeeb?" Tanyanya, Biya pun hanya mengangguk sebagai jawaban.

Gadis itu mengambil handphone miliknya dan melihat jam, tepat pukul 9:30 dan terlihat Irsyad bangkit dari duduknya, lalu berjalan kearah meja sang kakak, dari tadi ia hanya memainkan ponselnya berbekal pisang bakar tanpa memedulikan sekitarnya.

Laki-laki yang kira-kira berumur 15 tahun itu menarik lengan kakaknya, lalu tanpa hitungan detik langsung di tepis kakaknya.

"Kebiasaan ya kamu, kakak belum beresin barang dan seenggaknya pamitan dulu dong kamu sama temen kakak." Gadis itu menatap adiknya sinis.

Uja menyodorkan tangannya untuk bersalaman dengan Irsyad, namun Irsyad langsung menyatukan telapak tangannya di depan dada.

"Bukan mahram, wassalamu'alaikum. Irsyad tunggu di depan kak" kata Irsyad dengan nada dinginnya serta raut wajah datarnya menghadap tembok.

DARK GENIUS [REVISI]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang