CHAPTER 17

787 22 0
                                        

Alhamdulillah udah chapter segini wkwkwk.
Ini cerita yang tergajelas dan malah tersemangat saya ketik alurnya.

Arigatou Mina!!.
________________________________________

Karena tak fokus akibat berita tadi Biya mengurungkan niatnya untuk mencari tau lebih lanjut.

Kini ia sedang menyaksikan adiknya tengah mengecek kambing-kambing nya dengan menyebut nama mereka.

Ayah yang menyadari putri satu-satunya itu sedari pulang terlihat tak bersemangat apalagi sekarang ia terlihat melamun, laki-laki paruh baya itu pun mendekat kearahnya.

Baru saja sang ayah akan mengelus punggung Biya, terhenti saat mendengar salam beberapa orang di ruang tamu.

Ayah, Biya, dan Irsyad masuk kedalam rumah. Di ruang tamu terlihat beberapa orang yang sudah ia coba hindari setiap kali mereka berkunjung ke rumah nya.

Kakek, nenek, bibi-bibi, dan anak-anaknya. Tapi nenek Biya bukanlah dia, ibu dari ibu gadis itu sudah meninggal saat ibu gadis itu masih kecil.

Biya, gadis itu meraih tangan kakeknya lalu menciumnya. Bang Ahnaf dan bang Dzafri yang sedari tadi main PS di kamar Irsyad pun turun dengan tergesa-gesa saat mendengar salam mereka.

Deg!

Ahnaf dan Dzafri saling pandang, saat mendapati adik perempuannya yang selalu merasa tak nyaman bila bertemu mereka pun terkejut melihatnya yang sudah duduk anteng bersanda gurau dengan adik-adik sepupunya.

Kedua remaja laki-laki itu menyalimi tangan kedua orang tua dari ibunya tanpa menoleh kearah mereka sedikitpun.

Entah apa tujuan kumpul-kumpul mendadak kali ini, Biya muak dengan tingkah neneknya dan bibi-bibinya yang bertingkah seolah mereka benar-benar baik pada gadis itu.

"Oh, iya. jadi, tuh bapak mau jual ladangnya yang di desa buat nambal uang beli ladang di dekat rumah itu karena pemiliknya mau pindah kota" ucap bi Ardhin adik pertama bunda.

"Sebelumnya maaf, Biya ngga bisa ikut ngumpul bareng soalnya sekarang udah jam setengah empat. Ada kerkom sama temen sekolah." Dari yang akan mereka bahas sudah terasa akan membuat rasa tak nyaman itu semakin membesar.

------------------------------------------------------------

Di sebuah ruangan seperti studio yang di penuhi frebies-frebies anime dari poster hingga figuran di ruangan itu lengkap.

One piece, black clover, haikyuu!!, Hunter X Hunter, Aikatsu, Naruto, Boruto, Kimi no Nawa, Boku no Hero Academia, Assassination Classroom, Kakegurui, Tokyo Ghoul, 8,0 magnitude, bahkan Detektif Conan dan masih banyak lagi. Ruangan itu benar-benar seperti gudangnya frebies seluruh anime.

Di depan layar sebuah komputer terdapat seseorang dengan pakaian serba hitam dengan earphone terpasang di kepalanya.

"One piece kapan tamat Ooooy!" teriaknya.

Sekencang apapun ia teriak suaranya tak akan keluar sedikitpun, orang itu pun meraih ponselnya yang sejak 2 jam lalu ia charger.

"Mereka ternyata ngga main-main, sampe berani bunuh dua siswa-siswi yang bener-bener berpengaruh bagi sekolah dalam bidang akademik maupun uang" gumamnya.

DARK GENIUS [REVISI]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang