CHAPTER 18

356 17 0
                                        

Assalamu'alaikum guys hihihi
Selamat membaca...
_________________________________________

"Gw malah kaget pas baca dan liat fotonya, ternyata yang labrak kita mereka langsung. Gw jadi penasaran sama apa yang di bilang ketos tadi, sampe tiba-tiba ngehubungin tanpa ngechat dulu" ujar Fauza sambil sesekali meminum jus buah naga yang ia pesan.

"Beritanya..." Lirih Biya.

Uja yang membaca ekspresi Biya pun terbelalak kaget. "Uhuk!! Uhuk!! D-di hap-pus?."

"Serius?" Bisik Uja.

Biya pun mengangguk, lalu kembali mengetik di laptopnya.

Selesai, Uja menghabiskan seluruh makanan dan minumannya ia kembali membuka suara.

"Naqeeb udah tau tentang berita ini?" Tanya Uja pada Biya yang masih fokus mengetik beberapa kalimat disana.

"Entahlah, Ja. Jangan ajak ngomong dulu ya, nanggung chapter soalnya" ucap gadis itu.

Lantas Uja mengambil ponselnya dan menelfon Naqeeb yang entah sedang apa sekarang dan dimana.

Tak butuh waktu lama untuk menunggu Naqeeb mengangkat, selang beberapa detik Naqeeb langsung mengangkat telfon.

"Assalamu'alaikum?"

"Wa'alaikumussalam, Qeeb" ucapnya.

"Ada apa?"

"Lo udah tau Qeeb?"

"Berita?"

"Iya"

"Udah"

"Kalo tentang beritanya di delete, lo tau?"

"HAH!?"

"makanya lo bisa ke skenario bentar?"

"Aduh kalo ke sana sekarang saya ngga bisa, ada les bentar lagi"

"Oh, oke"

"Kalian kasih tau aja ketos, apa aja yang mau di bilang nanti. Biar saya bisa bantu kalian"

"Itu mah pasti, yaudah selamat les"

"Wassalamu'alaikum"

"Wa'alaikumussalam"

Panggilan berakhir begitu saja. Biya meraih es lemontea miliknya, lalu menyeruput sebanyak 3 tegukan.

"Apa dia bilang?" Tanya Biya.

"Ga bisa kesini, lo udah kelar ngetiknya?" Ucap Uja.

Biya pun membalas dengan gelengan, lalu kembali berkutat dengan laptop.

------------------------------------------------------------

Sekarang sudah jam istirahat ke 2, tiga orang yang sedari tadi tak fokus akan pelajaran tengah berada di kantin.

Drap... Drap ....

Suara langkah kaki mendekat kearah mereka, seketika ketiganya menoleh mendapati pak Subroto yang berjalan kearah mereka.

DARK GENIUS [REVISI]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang