CHAPTER 29

79 7 0
                                        

Assalamu'alaikum hehehe :v
_________________________________________

Biya mencoba menyalakan laptopnya namun sia-sia saja pada akhirnya laptop itu sudah terkena virus.

Ia mencoba menyambungkan earphonenya pada keenam temannya, Uja tersambung, Kei tersambung, Reinda tersambung, Royco tersambung, Tanu tersambung, sedangkan Naqeeb berada di luar jangkauan.

"Ponselku keserang virus" ucap Kei kesal.

"Ini Ghiffari kemana dari tadi di hubungin di luar jangkauan mulu" sahut Biya.

"Siapa lagi yang kena virus?" Tanya Biya.

Uja yang sedang makan bakwan malas ikut berbincang.

"Gue masih aman sih." Timpal Royco.

"Masako teman kamu nyambung kan kalo ngga salah namanya Tanu." Ujar Biya.

"Iya, ini gue." Seru Tanu.

"Monyet lo bi, nama gw Royco bukan Masako." Sahut Royco koar-koar di sebrang sana.

"Reinda aman?" Tanya Biya tak menanggapi Royco.

"Iya." Sahut Reinda.

------------------------------------------------------------

Suasana kantin pagi ini begitu ramai, sepertinya sebagian anak sekolahan ini tak sarapan di rumah.

Siangnya ada pengumuman hasil UAS, tapi kelihatannya rencana mereka akan gagal total. Setidaknya sudah berusaha sebaik mungkin sih.

Terlihat dari pintu kantin Reinda berlari  mendekat kearah Biya dan Uja.

"Hosh... Hosh..." deru nafas Reinda tak beraturan.

"C-coba hosh... kalian Buka akun hosh... MadGerSa." Ucap Reinda setibanya di depan kedua gadis itu dengan deru nafas yang memburu.

"Handphone kita kena virus nda." Ujar Uja.

Kali ini Reinda benar-benar lupa tentang hal itu, ia merogoh saku Rok hitamnya, lalu menyerahkan benda pipih miliknya.

Terlihat dari jauh Kei, Royco, dan Tanu juga berlari kearah mereka, orang-orang terlihat bertanya-tanya kebingungan.

Terdengar desas desus orang-orang yang kini sepertinya tengah membicarakan mereka.

"Lah itu bukannya adek kelas yang dapet nilai tertinggi kemarin di angkatan mereka?"

"Heh itukan si Masako sama Tanu anak kelas IPS ngapain mereka kesini?"

"Lah lah mereka pada saling kenal?"

"Kalo ngga salah Reinda itu sepupunya ketua OSIS tau"

"Heh kalian berhenti gosip dulu napa? kalian ngga inget hari ini pengumuman nilai tertinggi?"

"Gue yakin seratus persen nilai kita semua anjlok bersamaan"

"Pasti sih, orang semua angkatan pada ikut misi dari ketua osis itu"

"Oh, the AssTem21 itu ya? ngomong-ngomong kok gue ngga pernah liat ketos ya?"

"Entahlah"

"Bi, ja, Naqeeb mana?" Tanya Royco.

"Dia ngga masuk keknya" jawab Biya.

"Ketua OSIS mau dateng! Dia bakal bacain 3 nilai tertinggi pada setiap angkatan dan jurusan walaupun dia ngga ikut UAS!" Ujar Tanu yang di angguki Kei. "Aku juga denger info itu dari grup kelas," Ucapnya.

Kei merogoh saku Rok hitamnya lalu meletakkan ponselnya di atas meja. "Virusnya udah nyampe."

Layar ponsel milik gadis itu berwarna putih total, Uja meraihnya lalu menyimpan di saku Rok hitamnya.

DARK GENIUS [REVISI]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang