"Ai" Rasgan membuka pintu mobil dan melihat Alea yang sedang menangis di kursi sebelehanya, ia menoleh dan memegang kedua bahu Alea.
"Aku mau pergi Ga, hikss... aku gak mau ketemu mereka" Alea berkata di sela-sela tangisan nya, masa bodo dengan Rasgan yang jadi tahu bahwa sekarang diri nya lemah karena menangis di hadapan laki-laki itu.
Sekarang dia hanya ingin pergi menjauh dari ketiga orang itu, jika bisa ia ingin mereka menghilang selamanya agar dia tidak perlu repot-repot mengalami hal ini lagi untuk yang ke sekian kalinya.
"Tenang Ai tenang, oke kita pergi" ia mengelus pipi Alea pelan lalu kembali menghadap kedepan.
Ia menyalakan mesin mobil nya, karena Alea tidak mengatakan dia ingin pergi kemana Rasgan memutuskan untuk membawa Alea ke apartemen nya, dia sangat khawatir dengan kondisi Alea sekarang.
Tadi saat ia memegang bahu dan pipi gadis itu dia dapat merasakan panas pada tubuhnya, yang artinya Alea demam.
Dengan cepat Rasgan menancapkan gas rem nya agar dengan cepat pula sampai di apartemen nya, ia ingin cepat-cepat menghubungi Lemy untuk mengatakan bahwa pemeriksaan tidak jadi di lakukan di rumah Alea tapi di apartemen nya.
Sepanjang perjalanan Alea terus menangis, rasa pusing dan mual yang ia alami tidak membuat nya berhenti menangis, saat ini hati nya lebih sakit di banding fisiknya.
Dua puluh lima menit kemudian mereka sampai di parkiran apartemen, Rasgan segera turun dadi mobil dan membuka pintu untuk Alea, tanpa mengatakan apapun Rasgan langsung mengangkat tubuh Alea ala bridal style menuju lift yang akan mengarahkan mereka pada lantai kamar Rasgan.
Alea sendiri tidak menolak di perlakukan seperti itu, dia hanya diam sambil terus meneteskan air matanya.
Pitu lift terbuka menampakan lorong yang cukup panjang, ragaan melangkah menuju pintu kamar nya dan masuk setelah menekan password.
Dia menidurkan Alea di atas kasur di kamar nya, duduk di sebelahnya sambil mengelus dahi Alea pelan.
"Hei, jangan nangis Ai"
Entah kenapa dada Rasgan sesak melihat Alea menangis, dia mencoba menghapus air mata Alea.
"A—aku minta maaf kamu harus liat kejadian tadi" jawaban Alea semakin membuat dada Rasgan sesak.
Bisa-bisanya gadis itu mengakatan hal itu di saat dia sendiri sedang tidak baik-baik saja.
"Gak seharusnya Lo minta maaf, sekarang Lo aman jadi stop nangis"
Alea bangun dari tidur nya lalu memeluk Rasgan dengan erat, dia butuh pelukan saat ini.
Hatinya teramat sakit mengingat kejadian tadi, Rasgan tidak menolak dia malah membalas pelukan Alea dan menepuk-nepuk punggung Alea, ia merasa sangat nyaman berada di pelukan Rasgan, namun hal itu tidak berlangsung lama karena Alea melepaskan pelukan mereka.
Dia berdiri lalu berlari ke arah kamar mandi, di sana ia memuntahkan cairan bening berkali-kali.
"Huekk... huekk..."
"Ai, Lo gapapa?" Rasgan menghampiri Alea lalu memijit tengkuk Alea untuk membantunya.
"Gapapa sayang, huekk..."
"Panggil dokter aja ya"
Alea menggeleng, "Gak usah aku baik-baik aja huekk... huekk..."
"Sial, gue gak perduli Lo mau atau engga intinya gue bakal panggil dokter"
Ia tak membalas lagi perkataan Rasgan, kepala nya sangat berdenyut dan gejolak di perut nya semakin menjadi membuatnya tidak kuat bahkan hanya untuk sekedar bicara.
KAMU SEDANG MEMBACA
Cool and Problem
Romansa⚠️17+ [ warning: mengandung kata kasar & mature content ] typo bertebaran! HALLO AKU OPEN ALUR YA SOAONYA UDAH MENTOK MAU DILANJUT KAYA GIMANA, YANG MAU REQUEST ALUR BOLEH DM INSTAGRAM AKU @shitwomennn supaya cerita ini cepet END. "aku akan sangat...
