Hii balik lagi sama aku, semoga alurnya ga mengecewakan ya
Jangan lupa vote, share, dan komen ok
HAPPY READING GUYS!
Arsalan di nyatakan sembuh total dari penyakitnya.
Relya adalah orang pertama yang bahagia mengetahui hal itu, mereka sampai meneteskan air mata karena tidak percaya putra mereka akhirnya sembuh.
Kakak kandung Alea itu merasa kabar tersebut adalah mimpi, dia tidak percaya bahwa sekarang dia sembuh, dia terbebas dari penyakit yang merenggut hari-harinya selama hamper sepuluh tahun belakangan ini.
Beberapa hari sebelum Alan di izinkan pulang ke Indonesia, dokter yang selama ini merawat dan menangani penyakitnya memang sudah berkata jika hasil pemeriksaan Arsalan akan keluar dalam waktu kurang dari sebulan.
Jika Asrsalan masih positif, itu artinya dia harus kembali ke Singapore dan bersedia di rawat kembali seperti sebelum-sebelumnya. Tapi jika hasilnya negative, maka Arsalan dinyatakan sembuh total dari peyakitnya.
Hampir satu bulan sudah mereka di Indonesia, Relya pikir hasilnya akan keluar kurang lebih seminggu lagi namun ternyata hasilnya keluar lebih cepat dari yang ia duga.
Kini ia dan kedua orangtuanya sedang berada di rumah, ketiganya tersenyum bahagia.
"Mah, pah, Alan mau kasih tau Eyaa dia pasti seneng denger Alan udah sembuh"
Laki-laki itu antusias dengan ucapannya, dia sudah membayangkan wajah bahagia Alea ketika mendengar kabar itu.
"Iya sayang, papah yakin adik kamu pasti seneng dengernya" balas Harvey tak kalah antusias.
Dia sudah sangat merindukan putrinya itu, dia yakin begitu Alea tahu mengenai Arsalan yang sembuh total dari penyakitnya akan ikut senang.
Putri yang sangat iya sayang itu akan kembali ke rumah dan mereka dapat menjalani hari-hari berikutnya seperti keluarga lain pada umumnya.
"Mah, mamah gak akan marah-marah lagi kan ke Eyaa?"
Terakhir Relya dan Alea bertemu mereka berdebat hebat.
"Mah" panggil Arsalan.
"Iya sayang"
Wanita paruh baya itu bingung harus menajwab apa, dia merasa hatinya tidak berjalan sesuai dengan logikanya.
"Alasan mamah selalu marah ke Eyaa sebenernya karena Alan kan? Bukan karna dia bandel atau yang lain"
Sebenarnya Arsalan sudah sadar mengenai hal itu, sikap jahat mamanya pada Alea adalah karena dirinya.
Pertama kali Relya memarahi Alea adalah waktu gadis itu tidak sengaja menjatuhkan obat yang akan ia minum, usianya masih sangat kecil saat itu.
Karena umurnya dan Alea hanya berjarak dua tahun, jadi saat itu dia tidak juga belum mengerti dan belum bisa membela adik satu-satunya itu.
Yang dia ingat saat Alea menangis dia juga ikut menangis.
Setelahnya dia mulai jarang bermain dengan Alea, dia hanya di minta untuk terus beristirat dan minum obat secara teratur. Relya memberikan jarak antara Arsalan dan Alea, dia takut Alea membuat penyakit Arsalan semakin parah karena gadis itu masih kecil belum mengerti harus apa untuk menjaga kakanya.
Terbalik bukan?
Bodohnya Harvey hanya diam, bukannya menasihati Istrinya tapi ia malah mengikuti apa yang Relya lakukan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Cool and Problem
Romance⚠️17+ [ warning: mengandung kata kasar & mature content ] typo bertebaran! HALLO AKU OPEN ALUR YA SOAONYA UDAH MENTOK MAU DILANJUT KAYA GIMANA, YANG MAU REQUEST ALUR BOLEH DM INSTAGRAM AKU @shitwomennn supaya cerita ini cepet END. "aku akan sangat...
