"Oh jadi tadinya Lo mau ke Mall tapi gajadi karna gue ajak balik?"
Alea mengangguk, "Yap"
Tadinya ia memang berniat ke Mall seorang diri untuk berbelanja, ia sudah lama tidak berbelanja dan senang-senang sendiri dengan uang nya walaupun lama yang di maksud Alea adalah dua minggu lalu. Tidak ada alasan ia menolak ajakan Ben, hitung-hitung menikmati AC alam pikirnya.
"Yah sory deh gue gatau" Ben sedikit tertawa di sela-sela permintaan maafnya.
"Tapi ada untung nya juga si, kebetulan gue laper sama aus"
"Ok, gue traktir sebagai permintaan maaf"
"Ya iyalah kan Lo yang ngajak"
Setelahnya mereka tertawa, sekarang mereka berada di cafe yang tak jauh dari sekolah mereka. Ben bilang ada cafe baru di dekat sekolah mereka yang menjual makanan berat serta kue yang enak-enak, Alea yang kebetulan lapar dan juga harus tentu tidak menolak dengan tawaran laki-laki itu lagipula tujuan dirinya ingin pergi ke Mall selain berbelanja adalah makan dan minum untuk menetralkan perasaannya.
Dengan mengambil tempat di dekat jendela mereka jadi bisa melihat motor, mobil, dan orang-orang yang lalu lalang dari balik kaca cafe tersebut.
Percakapan mereka terhenti setelah makanan datang.
"Oh iya Al denger-denger Lo itu suka bully juga ya?" tanya Ben hati-hati agar tak menyinggung gadis di depan nya itu.
Hampir seluruh Siswa SMA QUANITY tahu tentang hal itu, Ben bukan pria cupu yang tidak tahu apa-apa jadi setiap update atau berita di sekolahnya dia langsung tahu. Selama ini yang Ben tahu hanya Alea yang cantik, suka bully, sombong, pintar namun dia baru tahu kalau gadis yang berstatus kekasih Rasgan saingan nya dalam basket adalah sepupu Dipta sahabatnya.
Awal nya ia tak tertarik dengan apapun tentang Alea, namun setelah perkenalan pertama mereka kemarin dia jadi tahu beberapa sisi Alea yang bisa di bilang tidak seburuk kelihatannya.
Alea yang sedang menyuapkan makanan ke dalam mulut nya mengangguk, "Hampir satu sekolah tau itu kali Ben"
Melihat ekspresi Alea yang dengan santai nya menjawab Ben merasa pertanyaan nya bukan hal yang begitu menyinggung.
"Kalo di tanya alesan nya, jawabannya ya Rasgan cowok gue. Hampir semua orang yang gue bully itu cewek yang gatel sama dia sisa nya cuma kalo gue lagi gabut atau hal sepele yang bikin mood gua buruk" tambahnya melanjutkan.
Ben mengangguk-angguk sebagai tanda mengerti. ia tidak ingin bertanya lebih jauh, baginya Alea tidak buruk untuk di jadikan sebagai teman atau partner—tentu saja di luar sifat dan sikap nya— seperti yang sudah di ketahui banyak orang karena selain berstatus sepupu Dipta, Ben juga menganggap Alea sebagai teman nya terhitung sejak pertama kali mereka berkenalan.
"Tapi selain suka bully, Lo juga pinter makanya sekolah ga berani ngeluarin Lo dari sekolah"
Kali ini Alea tertawa di buatnya, ia meminum lemon tea nya sebelum menjawab perkataan Ben, "Jelas, kalo kata Bu Kytella gue itu murid emas jadi gaboleh di buang gitu aja"
Benar memang, itu adalah salah satu pencapaian nya untuk tetap 'menang'. Walaupun ia sombong, angkuh, dan suka membully tetapi pihak sekolah tidak ada yang berani mengeluarkan nya dari sekolah karena kepintaran yang ia punya dan ia bangga karena itu. Setiap ada lomba atau kegiatan serta event sekolah yang melibatkan dirinya selalu mengharumkan nama sekolah jadi istilah 'murid emas' itu benar adanya.
"Iya? guru BK kita emang the best" lagi-lagi Ben tertawa karena menurut nya perkataan Alea memang lucu.
"Udah lama ga makan cheesecake, gue mau bawa balik sekalian boleh?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Cool and Problem
Romance⚠️17+ [ warning: mengandung kata kasar & mature content ] typo bertebaran! HALLO AKU OPEN ALUR YA SOAONYA UDAH MENTOK MAU DILANJUT KAYA GIMANA, YANG MAU REQUEST ALUR BOLEH DM INSTAGRAM AKU @shitwomennn supaya cerita ini cepet END. "aku akan sangat...
