Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
FOLLOW DULU SEBELUM MEMBACA
KLIK VOTE, KOMENTAR, DAN SHARE KE TEMAN-TEMAN KAMU AJAK MEREKA UNTUK BACA CERITA INI JUGA
SEMOGA SUKA ❤
TERIMA KASIH 🥰
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Aku mencintai Dewa, bahkan jika dia tidak pernah bisa mencintaiku balik.
---------
Neera merasakan sinar matahari mengarah kepadanya dan juga ratusan murid Success school yang berbaris di lapangan. Tepat pukul dua belas semua murid di minta untuk berada di sana karena akan ada pengumuman penting yang harus mereka dengar. Neera sendiri memilih tempat seperti biasanya yaitu di barisan paling belakang. Helaan napas berkali-kali ia lakukan ketika keringat mulai terasa bercucuran di dahinya.
Ia menoleh ke kiri dan kanan, setidaknya bisa mengalihkan sinar matahari itu agar tidak terkena langsung ke matanya. Tapi tatapannya terhenti pada Dewa yang kini juga ada di barisan paling belakang, cowok itu berjarak satu baris dengan Neera sehingga ia dapat melihat jelas Dewa ada di sana.
Neera menunduk, kembali menutupi senyuman ketika mengingat Dewa mengajaknya bicara. Meski panas, Neera kembali mengangkat kepalanya dan menoleh lagi ke tempat Dewa berdiri. Namun Neera terkejut ketika Dewa kini membalas tatapannya.