Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
FOLLOW DULU SEBELUM MEMBACA
KLIK VOTE, KOMENTAR, DAN SHARE KE TEMAN-TEMAN KAMU AJAK MEREKA UNTUK BACA CERITA INI JUGA
SEMOGA SUKA ❤
TERIMA KASIH 🥰
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
CHAPTER 15
Yang Tak Dewa Mengerti
oleh Hai Naira
---------
Suasana meja makan yang hanya diisi dua orang saja sudah Dewa rasakan ketika kedua orang tuanya bercerai. Dewa mulai terbiasa hidup berdua dengan mamanya. Mereka selalu menyempatkan untuk makan bersama, meski di tempat yang seharusnya kebersamaan itu tercipta kini malah terasa hampa.
Helaan napas Dewa terdengar. Keadaan keluarganya makin kacau, bukan hanya papanya yang meninggalkan mereka tapi juga kedekatan di antara Dewa dengan mamanya sudah tidak lagi terlihat. Apalagi bertambah saat dia tidak menyukai kehadiran Naira di hidup Dewa, membuat Dewa tahu ia seperti orang asing untuk makan satu meja dengan ibunya sendiri.
"Mama gak habis pikir kamu bicara kayak begitu ke Liebi."
Suara mamanya membuat Dewa mendongak. Ia terdiam meskipun bingung dengan ucapan itu.