Happy Reading.
____________
Setelah tubuh Fira teridentifikasi. Jenazah Fira dimakamkan di Jakarta disamping makam kedua orang tuanya. Makam yang baru beberapa minggu terisi oleh dua jenazah, sekarang ditambah dengan jenazah berikutnya.
Zahra sudah beberapa kali pingsan. Oleh karena itu, dirinya tak bisa ikut ke prosesi pemakaman adeknya.
Banyak para teman dan guru Fira yang berduka. Mereka ikut kehilangan seorang teman yang sangat baik. Teman yang begitu tulus dan tak pernah memilih dalam hal pertemanan.
Seorang guru menghampiri Zahra.
"Saya selaku guru SMA Tunas Bangsa, ikut berbela sungkawa atas meninggalnya Fira. Dia murid yang sangat baik dan pintar. Kita semua turut kehilangan murid yang baik seperti dia." Ujar sang guru.
"Semoga dia diterima disisi Allah Swt."
"Aamiin. Terima kasih Bu." Ucap Mega, Adek dari Arumi.
Zahra tak membalas karena tubuhnya begitu lemas. Mulutnya juga sangat kaku untuk berucap.
*****
Seorang wanita paruh baya sedang memaksa menantunya agar makan.
"Makan dulu ya, nduk. Tubuh kamu harus mendapat nutrisi, kasihan janin yang ada diperut kamu, dia juga butuh makan. Kamu jangan egois." Tutur Ummi Fara.
"Kamu jangan terlalu berlarut-larut dalam kesedihan. Fira juga sulit meninggalkan kamu, tapi itu juga atas kehendak Allah akhirnya dia meninggalkan mu. Dia insya Allah meninggal dalam keadaan husnul khotimah. Raganya memang sudah tidak ada, tapi kenangannya akan melekat pada kamu."
"Dia gadis yang baik." Lanjut Ummi Fara.
Zahra diam pikirannya kosong. Gus Atthar menghampiri keduanya.
"Nak, ajak istrimu untuk makan. Dia tidak makan dari pagi. Ummi khawatir dengan keadaannya dan janinnya. Jangan biarkan dia terus melamun." Ujar lembut Ummi Fara.
Ummi Fara menyodorkan piring berisi makanan pada sang anak, kemudian pergi meninggalkan keduanya.
Gus Atthar mencoba membujuk Zahra, namun Zahra tetap sama dia tak bergeming. Hanya terdiam duduk diatas ranjang dan tatapan yang senantiasa kosong. Sesekali juga ada setetes air mata yang jatuh.
"Ra, kamu makan ya, kasihan anak yang ada diperut kamu." Bujuk Gus Atthar.
Dia menyodorkan sesuap sendok berisi nasi. Zahra masih menutup mulutnya.
"Saya tidak mau kamu sakit. Sekarang kamu makan." Tegas Gus Atthar.
Zahra menoleh dengan tatapan sayu.
"Aku belum lapar Mas." Lirih Zahra.
"Kamu yang belum lapar. Tapi anak kita dia kelaparan, kamu jangan egois dia juga butuh makan. Sekarang makan beberapa suap pun harus masuk dalam perut kamu."
Zahra akhirnya menurut. Baru 2 suapan dia memuntahkannya, perutnya bergejolak.
Zahra berlari ke kamar mandi. Memuntahkan segala yang ada diperutnya.
Huek.
Huek.
Huek.
Gus Atthar mengurut tengkuk Zahra.
"Muntahkan saja."
"Sudah?"
Zahra menganggukkan kepalanya.
"Lemes." Lirih Zahra.
Gus Atthar menggendong dari depan seperti koala. Dia merebahkan tubuh istrinya diranjang.
KAMU SEDANG MEMBACA
ZAHTHAR [END]
SpiritualKisah tentang gadis kelas 12 SMA yang harus dipindahkan dari sekolah menuju pesatren milik sahabat ayahnya. Ia dipindahkan karena ayahnya tak mau Anaknya masuk dalam pergaulan yang bebas. Azzahra Nindia Chalista, gadis cantik, memiliki gigi gingsul...
![ZAHTHAR [END]](https://img.wattpad.com/cover/305151015-64-k524250.jpg)