49. Kekesalan Zahra.

37.7K 2.2K 16
                                        

VOTE + KOMEN JANGAN LUPA.

HAPPY READING.
_______________

Setelah dari ndalem untuk menyelesaikan masalahnya dengan Lina, Zahra dan Gus Atthar masuk ke rumahnya sendiri. Zahra bingung melihat wajah suaminya yang datar. Dalam perjalanan pulang ke rumahnya pun, Gus Atthar tak berbicara, hanya diam.

Gus Atthar duduk dikursi, Zahra membawakan minum untuknya. Setelah meminum sampai tandas, Gus Atthar langsung pergi tanpa pamit. Zahra menahan tangan Gus Atthar.

"Mau kemana?" Tanya Zahra.

Gus Atthar memutar bola matanya malas. Ia tak menjawab pertanyaan istrinya.

Zahra mendengus kesal, "kalau istri tanya jawab dong Gus! Jangan malah diem aja kaya orang nggak punya mulut. Kalo ada masalah ngomong."

Gus Atthar duduk kembali.

"Ngomong sama Zahra ada apa. Jangan diem terus. Kalo Zahra salah, Zahra minta maaf. Gak kayak gini diem terus, Zahra bingung kalo kaya gini."

Gus Atthar mendengus, "Pikir aja sendiri." Ketus Gus Atthar.

"Dih, kayak cewek suka ngambek." Sindir Zahra. " Masalah Lina ya?" Lanjutnya.

"Hm. Kenapa kamu maafin dia gitu aja. Dia udah bikin kamu hampir kehilangan nyawa, Zahra. Setidaknya dia harus dihukum minimal dikeluarin dari pesantren, bukan malah kamu maafin gitu aja."

Zahra mengehela nafasnya. Mengahadapi Gus Atthar haruslah ekstra sabar.

"Gus, kita disini mau menimba ilmu. Setidaknya dia udah mau mengakui kesalahnnya dan punya itikad baik buat minta maaf. Senakal-nakalnya Zahra, Gus juga masih mau buat maafin Zahra. Begitupun dengan Lina dan Andi. Udahlah Gus, yang punya masalah juga Zahra."

"Tapi saya suami kamu, saya berhak tau dengan masalah istri saya. Bukan malah kamu menutup-nutupi."

"Kamu sudah tau mereka pelakunya?"

Zahra mengangguk, "Udah tau dari beberapa bulan lalu."

"Kenapa nggak lapor ke saya atau pengurus keamanan?" Tanya datar Gus Atthar.

Zahra yang melihat itu, seketika nyalinya menciut.

"Jawab."

"Gus mukanya jangan gitu dong takut. Oke, Kenapa Zahra nggak mau kasih tau semua orang, karena Zahra mau mereka meminta maaf langsung sama Zahra. Zahra juga yakin sebelum mereka minta maaf, mereka akan selalu dikelilingi dengan rasa bersalah tan nggak tenang."

"Zahra nggak mau semua orang tau kalo mereka yang udah bikin Zahra celaka. Zahra nggak mau mereka malah dibenci oleh semua orang."

"Zahra tau mereka pelakunya dari Ustadzah Sarah, Acha, dan Bang Akbar. Udah ya jangan ngambek lagi, mending kita siap-siap buat sholat, bentar lagi mau dzuhur."

Gus Atthar mengangguk, "saya mau lain kali, kalau kamu ada masalah kasih tau saya. Saya juga mau kita mulai saling terbuka dalam segala hal, mau kecil ataupun besar harus kasih tau saya. Paham." Tegas Gus Atthar.

*****

Karena hari ini Zahra sedang kedatangan tamu bulanan. Alhasil moodnya menjadi buruk. Saat sedang kedatangan tamu, Zahra lebih suka menyendiri, karena ia gampang sekali tersulut emosi. Ia juga paling malas sekali meladeni orang yang banyak omong apalagi banyak tingkah, walauoun dirinya sendiri begitu.

Zahra kesal sedari tadi karena Gus Atthar selalu saja mengajaknya berbicara. Dia tidak tau saja bagaimana sakitnya perut ini.

"Gus bisa diem sebentar gak sih. Gak cape dari tadi ngomong terus." Kesal Zahra. Perutnya sakit ditambah suaminya nyerocos terus gak ada rem.

ZAHTHAR [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang