Sehari Menjalin Relasi.

2.4K 256 12
                                        

Pagi-pagi sekali terdengar suara gaduh dari rumah keluarga Uchiha. Sasuke mendapat pukulan guling bertubi-tubi dari sang istri. Tak habis pikir, jiwa singa itu keluar setelah semalam menjadi seekor anak kucing.

"Ittai, Sakura! Ittai!"

"Katakan! Apa yang kau lakukan tadi malam?" introgasi Sakura tiada henti sembari menggebuk perut suami.

"Sudah kubilang aku tidak melakukan hal aneh-aneh!" bantah Sasuke.

"Uso! Dasar mesum!"

"Oi oi yamero" Sasuke berhasil meremas guling yang akan menendangi perut lagi, "aku cuma membawamu dari mobil ke kamar. Apa salahnya?"

"Benar, kan!" seloroh Sakura sebal, "kau tidak sopan. Seenaknya pegang-pegang!"

"Aku kan sudah minta izin!" tegas Sasuke. Mendadak dirinya salah tingkah, "y-ya yang petang itu, kukira izinnya untuk seharian penuh. L-lagipula aku tidak menyentuh bagian lain"

Raut wajah Sakura tertekuk. Wajahnya memerah tapi kekesalannya mendominasi. Sasuke hanya mendengus melihatnya.

Apa-apaan tatapan 'kau menjijikkan' itu?, gumam si kepala keluarga.

"Aku akan membuat sarapan dulu" acuh Sakura berlalu dengan tingkah tsundere-nya.

"Mattake! Bukannya segera menyiapkan makanan malah membangunkan dengan cara kasar" keluh Sasuke berbisik. Gawat bila Sakura mendengar. Istrinya sedang dalam mode monster.

Sedikit sesal, mengapa pula ia perlu membela Sakura kemarin. Padahal istrinya bukanlah sosok lemah. Harusnya ia tak perlu khawatir.

Sarapan tersedia dalam waktu tiga seperempat jam, tepat ketika Sasuke selesai mandi dan berpakaian rapi. Menu pagi itu ichiju sansai. Kombo khas tradisional Jepang yang sukses mengingatkan Sasuke dengan rumah.

"Obento" ujar Sakura melepas sang suami yang segera berangkat.

"Arigatou" sejenak Sasuke meraba tas bekal, "dua kotak?"

"Yang satu lagi untuk teman-temanmu. Ya.. aku kan tidak mau kau kekurangan makan kalau terus dibagi-bagi" terang Sakura sedikit kikuk. Sejujurnya ia senang mendapat kabar dari Sasuke kalau bekal buatannya selalu habis dimakan bersama teman. Di sisi lain, dirinya khawatir dengan kesehatan Sasuke jika tidak cukup nutrisi.

"Hn ya. Mereka akan berterimakasih untuk itu" komentar Sasuke singkat, "ittekimasu"

"Itterashai"

Sasuke tersenyum kecut. Meski bringas dan bermulut tajam, istrinya tetap perhatian. Terkadang ia bingung, seperti apa kepribadian Sakura yang sesungguhnya.

***

"Kau kemarin pergi begitu saja, huh?!"

"Tidak etis sekali, Sasuke"

"Mentang-mentang sudah punya istri main enak-enakan sendiri"

Rentetan ujaran tiga kawan menyudutkan Sasuke. Setelah berjanji akan kembali, nyatanya Sasuke malah menghilang di tengah acara makan-makan. Hingga berujung pada kekecewaan mereka bertiga.

"Sumanai. Ada hal penting yang membuatku harus pergi"

"Apakah karena ribut-ribut kema-" dengan tanpa dosa Sai menanyakan prihal sensitif. Untung Kiba buru-buru membekap mulut Sai.

Sebenarnya, baik Sai maupun Kiba dan Naruto mengetahui duduk permasalahan yang dihadapi Sasuke. Usai bergilir menelpon, ketiganya berbaur di tengah kerumunan pesta. Ada yang bercerita bahwa sahabat mereka berselisih dengan Idate, pria pecinta alam terkenal di kota sebelah, dengan alasan menyangkut harga diri istri Sasuke.

𝕆𝕏𝕐𝕋𝕆ℂ𝕀ℕ ✔️Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang