Happy Reading
______________________
Reygi memincingkan matanya dari balik helm menatap gadis berambut sebahu yang celingak-celinguk di tepi jalan, ia segera mempercepat kecepatan motornya lalu berhenti tepat di depan gadis dengan tas selempang warna cokelat.
"Belum berangkat kerja Ray? Nge gembel disini." tanya Reygi sambil membuka helmnya, Rayna mendelik tajam pada Reygi.
"Saya lagi nunggu angkot." ujar Rayna, gadis itu bersedekap dada.
"Jatuh miskin lo, mobil lo kemana?"
Rayna memutar bola matanya malas. "Mobil saya di bengkel."
"Lah kan bisa naik taksi online, masih ada ya cewek se perfect lo naik angkot." ejek Reygi.
"Itu pujian atau ejekan?" sinis Rayna.
Reygi menunjukkan cengiranya. "Lebih ke ejekan sih Ray."
Reygi tertawa lepas melihat ekspresi Rayna yang tampak emosi, cowok itu memang suka sekali memancing emosi orang dengan ucapannya yang asal.
"Kamu mau ke sekolah kan? Sana pergi saya malas liat muka kamu ngehalangin saya liat angkot aja." cibir Rayna.
"Buset, galak banget Ray ayo naik gue anter ke rumah sakit." Reygi menyodorkan helm pada Rayna, gadis itu terdiam sesaat menatap helm tersebut lalu mengambilnya.
"Serius nih?" tanya Rayna kembali memastikan.
"Ya serius lah, itu perlakuan kecil gue sebagai tanda terima kasih gue ke lo udah rawat Mamah selama ini, ya walaupun belum sembuh."
Rayna menghela napas panjang sempat terdiam sesaat lalu menepuk pundak Reygi pelan. "Yang sabar ya, lagi pula itu sudah jadi kewajiban saya sebagai psikiater."
Reygi mengangguk pelan sambil menghidupkan mesin motornya. "Gue ngebut ya Ray, kasihan pasien-pasien lo udah nunggu."
"Reygi jang----"
Brum!
"REYGI!"
Teriakan melengking tinggi dari Rayna bersamaan dengan melajunya motor Reygi dengan kecepatan tinggi membuat Rayna mencengkeram kuat ujung jaket kulit milik cowok itu, namun rupanya teriakan dan pukulan kecil di pundak Reygi tak mampu membuat cowok itu mengendalikan laju motornya ia malah semakin jahil dengan menyalip beberapa kendaraan membuat emosi Rayna berada di ubun-ubun.
"HAHAHAHA!"
Tawa menggelegar dari Reygi saat sampai di parkiran Rumah sakit jiwa membuat Rayna bringsut turun dari motor ninja milik Reygi, dengan napas yang tersengal-sengal Rayna memukul lengan Reygi.
"Lain kali saya nggak mau di antar sama kamu!" pekik Rayna, berusaha melepas kaitan helmnya yang nampak susah.
"Bukannya bilang makasih malah marah-marah." protes Reygi. Rayna yang masih berusaha melepas pengait helm mendelik tajam.
"Kita bisa aja kecelakaan kalau kayak tadi Reygi!"
"Nggak tuh buktinya sekarang bisa nyampe tujuan, lo bisa nggak sih ngelepas helm? Kok pada bego sih lo pada nggak bisa lepas kaitan helm." Reygi menyadari Rayna yang belum selesai dengan kaitan helm, sama seperti Delia waktu itu.
Mau tak mau ia harus turun tangan, Reygi sedikit membungkukkan tubuhnya membantu Rayna melepas kaitan helm, membuat Rayna bisa menatap lekat wajah Reygi gadis itu sempat tidak berkedip saat baru menyadari cowok ini ternyata se ganteng itu.
"Lo keramas nggak sih Ray? Helm gue bau habis lo pake." celetuk Reygi membuyarkan lamunan Rayna, ia mengerjapkan matanya beberapa kali.
"Ha? Eh kamu sembarangan saya tiap hari keramas ya!"
KAMU SEDANG MEMBACA
HEI, REYGI! [END]
Fiksi Remaja(AYO FOLLOW SEBELUM BACA!) "I have crush on you Reygi!" - Radelia Maheswari "Crush in, gue berarti nggak bisa lepas dari gue!" - Reygi Aditia Athalla Siapa sangka perasaan yang di pendam Radelia Maheswari sejak MOS SMA terbongkar akibat ulah dari t...
![HEI, REYGI! [END]](https://img.wattpad.com/cover/307223276-64-k427309.jpg)