Happy Reading
___________________
Perpisahan, ada hati yang patah, ada kisah yang usai. Sama seperti kita yang berdiri di tengah-tengah kerumunan sebagai dua orang yang asing. -- Radelia Maheswari
***
Reygi menutup menutup pintu mobilnya dengan kasar, Rayna yang keluar dengan menggendong Delisa geleng-geleng kepala sambil mengikuti langkah kaki Reygi dari belakang. Untungnya Delisa masih tertidur lelap, tidak terganggu dengan kelakuan Reygi.
Reygi mendudukkan diri di sofa ruang tengah, dengan kaki satunya di letakkan di meja. Rayna meliriknya sekilas lalu mengantar Delisa lebih dulu ke kamar, lalu setelah itu ia kembali menghampiri Reygi.
"Gue nggak ngerti lagi deh sama Delia, kemarin nyender sama Raven sekarang berduaan pegangan tangan sama Dafa!" omel Reygi baru bisa meluapkan emosinya, sejak tadi ia hanya bisa diam menahan amarah sepanjang perjalanan.
"Bukannya Dafa yang genggam tangannya Delia?"
"Ya sama aja, berduaan!" Reygi mengelak, tak mau di salahkan.
Rayna tak habis pikir dengan Reygi, cowok itu tadi meminta mereka untuk langsung pulang ketika melihat kedatangan Delia dan Dafa di sebuah restoran, yang seperti terlihat serius mengobrol dan Dafa yang terlihat menggenggam tangan Delia.
Padahal mereka baru beberapa menyicipi makanan, tapi Reygi sudah kekeuh untuk pulang bahkan Delisa menangis belum mau pulang sepanjang perjalanan untungnya Rayna bisa membujuk Delisa. Reygi memang selalu saja mementingkan dirinya sendiri, padahal Delisa terlihat begitu bahagia saat di ajak ke restoran tadi hal langkah karena Reygi banyak mengurung adiknya di dalam rumah.
"Oh jadi ceritanya kamu cemburu?" ejek Rayna, Reygi langsung gelagapan sendiri. Kelihatan sekali, pikir Rayna.
"Siapa juga, gue emang nggak suka dari dulu Delia deket sama Dafa. Lo inget kan waktu gue butuh Delia, dia malah selingkuh dengan asik dansa sama Dafa!" desis Reygi, mengingat hal itu lagi membuat emosinya kembali meluap.
"Bukan selingkuh, dia emang nggak tau kondisi kamu. Terus handphonenya lowbat, kan waktu itu udah di jelasin!" Rayna meralat, Reygi masih saja menyalahkan Delia dan mengkambing hitamkan hal itu. Padahal Rayna tau itu hanya pelampiasan Reygi dari rasa cemburunya bercampur sedih saat kehilangan Mamahnya.
"Lo emang nggak pernah bisa ngertiin gue sih Ray, coba lo yang jadi gue. Disaat lo terpuruk pacar lo malah sama orang lain!" cerocos Reygi.
Rayna memutar bola matanya. "Kalau dengan alasan yang jelas ya saya nggak bakal cemburu, otak kamu tuh waktu itu nggak bisa menyerap yang positif karena lagi terpuruk jadi nyalahin orang!"
"Terserah lo deh, pulang lo sana!" Reygi beranjak dari duduknya dan beralih berjalan kearah kolam renang, Rayna geleng-geleng kepala dengan kelakuan Reygi seperti anak kecil tapi kenapa ia bisa menyukai cowok seperti ini.
"Ray buatin gue jus jambu," ujarnya dengan memelas.
Setelah mengatakan hal itu Reygi kembali melanjutkan langkahnya, meninggalkan Rayna yang tertawa kecil tadi saja Reygi mengusirnya tapi sekarang membutuhkannya. Dengan segera Rayna kedapur untuk membuatkan jus jambu untuk Reygi.
Membuka rak gelas yang paling atas, lalu mengambil blender dan dua buah jambu di kulkas. Rayna melakukannya dengan telaten, Rayna memang paling bisa di andalkan ia juga jago masak. Beberapa kali Rayna membuatkan makanan untuk Reygi.
KAMU SEDANG MEMBACA
HEI, REYGI! [END]
Roman pour Adolescents(AYO FOLLOW SEBELUM BACA!) "I have crush on you Reygi!" - Radelia Maheswari "Crush in, gue berarti nggak bisa lepas dari gue!" - Reygi Aditia Athalla Siapa sangka perasaan yang di pendam Radelia Maheswari sejak MOS SMA terbongkar akibat ulah dari t...
![HEI, REYGI! [END]](https://img.wattpad.com/cover/307223276-64-k427309.jpg)