Happy Reading
_______________________
***
Brankar yang di dorong dengan tergesa-gesa dan rodanya yang berbunyi saat bersentuhan dengan lantai rumah sakit itu memancing atensi orang-orang yang duduk di koridor rumah sakit, hal itu pasti tidak akan luput menjadi perhatian dan menancing rasa iba karena melihat gadis cantik dengan tubuhnya yang pucat dan pakaiannya hampir di penuhi darah.
Mereka mengira, itu korban kecelakaan namun tidak ada yang tahu itu adalah korban tusukan pisau di punggungnya, Delia yang masih membuka matanya sedikit ia sesekali meringis dengan rasa sakit yang menjalar di punggungnya, rasa sakit yang sebelumnya belum pernah ia rasakan, demi apapun tidak ada yang mau merasakan seperti ini.
Degup jantung Reygi semakin tidak karuan melihat keadaan Delia yang semakin memprihatinkan, di tambah dengan isakan tangis Lisa dan Gina yang ikut berjalan di sampingnya menyesuaikan langkah dengan brankar yang di dorong oleh suster.
Reygi belum juga melepaskan genggaman jari jemari Delia yang sangat dingin, ia bisa merasakan keadaan Delia melemah karena sering kali genggamannya terlepas oleh Delia namun Reygi kembali mengeratkannya lagi, Reygi tidak bisa membayangkan bagaimana luka tusukan yang ada di punggung Delia tapi dari kondisi Delia Reygi bisa menebak lukanya pasti cukup parah.
Reygi berkali-kali memohon pada Tuhan, agar rasa sakit Delia di balikkan saja padanya ia yang lebih pantas menerima rasa sakit itu di banding gadis manis tak bersalah ini. Seharusnya Reygi yang kena tusukan bukan Delia, beberapa kali Reygi merutuki kebodohannya sendiri.
Genggamannya dan Delia terlepas, kali ini bukan karena gadis itu terlalu lemah untuk menggenggam jarinya namun karena sudah tiba di ruang UGD agar Delia mendapat penanganan, dan mau tidak mau Reygi, Lisa, dan Gina harus menunggu diluar membiarkan Delia bertahan sendiri didalam sana walaupun ditemani oleh dokter dan suster.
Reygi tidak dapat lagi menahan bobot tubuhnya memilih mundur kebelakang untuk bersandar di tembok sedangkan Gina dan Lisa saling bergandengan untuk duduk di kursi tunggu, kedua perempuan itu memeluk satu sama lain tidak peduli penampilan mereka berantakan dan terdapat darah yang menempel di baju mereka.
"Bodoh banget gue," terdengar suara dari Reygi yang tengah merutuki dirinya sendiri, bahkan beberapa kali memukul kepalanya.
Gina melirik tajam kearah Reygi, tanpa pikir panjang lagi ia menghampiri cowok itu dan melayangkan tamparan keras di pipi kanannya. "Puas lo?" desis Gina tak tertahan.
"Udah Gin," Lisa melangkah perlahan dan kembali menuntun Gina untuk duduknya dengannya.
"Kalau Delia kenapa-kenapa dia orang pertama yang bakalan gue benci Lis ..." tunjuk Gina pada Reygi yang diam saja dengan tatapan kosong tanpa membalas ucapan Gina.
Lisa hanya bisa mengangguk mengerti dengan isak tangisnya yang tak kunjung berhenti, sejak tadi ia memeluk Gina dan mengelus punggung sahabatnya itu untuk menenangkan.
"Delia bego banget Lis, dia milih nyelamatin cowok brengsek yang lagi nge lindungin cewek lain," ujar Gina lagi.
"Delia punya firasat buruk sama Reygi, apa kita susulin kerumahnya aja ya?"
Gina yang tengah menyetir merotasikan matanya. "Ngapain sih, paling dia udah tidur jam segini udahlah kita pulang aja ntar bokap lo nyariin."
KAMU SEDANG MEMBACA
HEI, REYGI! [END]
Novela Juvenil(AYO FOLLOW SEBELUM BACA!) "I have crush on you Reygi!" - Radelia Maheswari "Crush in, gue berarti nggak bisa lepas dari gue!" - Reygi Aditia Athalla Siapa sangka perasaan yang di pendam Radelia Maheswari sejak MOS SMA terbongkar akibat ulah dari t...
![HEI, REYGI! [END]](https://img.wattpad.com/cover/307223276-64-k427309.jpg)