Happy Reading
____________________
Ekspetasi terlalu tinggi membuat kita harus menelan pahitnya kenyataan. ---- Radelia Maheswari
***
Reygi mengikat tali sepatu putih miliknya, setelah itu ia menggunakan handphonenya itu berkaca membiarkan rambutnya yang berantakan, ia sudah siap dengan seragam sekolahnya dengan dua kancing atas terbuka memperlihatkan kalung titanium yang melingkar di lehernya.
Cowok itu mengambil ransel hitam dan kunci motor yang berda di atas meja belajar dan keluar kamar untuk memulai hari ini, saat menuruni anak tangga manik matanya menatap sosok balita dua tahun yang tengah duduk di kursi meja makan menyantap bubur bayi dengan tablet yang tergeletak di sampingnya itu terputar kartun kesukaannya.
"Pagi Delisa!" seru Reygi duduk di samping Delisa, dan langsung melahap sandwich.
"Pagi Eygi, mau cekolah ya?"
Sebagai balasan Reygi mengangguk pelan sambil mengacak-acak rambut Delisa, balita itu hanya tertawa geli mendapat perlakuan seperti itu dari Reygi.
"Eygi, Delica pengen cekolah juga!"
"Nanti ya sekolahnya, belum cukup umur. Takutnya di usir pihak sekolah." celetuk Reygi setelah meneguk setengah gelas susu.
"Kok di usil? Delica kan cekolah bukan nyuli!"
Reygi tertawa pelan menanggapinya, adik kecilnya ini memang semakin hari semakin pintar membalas ucapannya dengan kepolosannya namun Reygi senang Delisa tumbuh menjadi anak yang aktif dan pintar. Reygi beralih mencium kening Delisa sebelum berangkat sekolah.
"Abang Eygi berangkat dulu ya, Delisa baik-baik di rumah dan nggak boleh nakal ya!"
"Othe!"
Reygi segera keluar dari rumah, di susul oleh Delisa yang sudah di gendongan Suster Rina untuk mengantarkan Reygi sampai depan.
Manik mata Reygi menangkap sosok gadis yang tengah duduk di taman depan rumahnya. Saat gadis itu membalikkan tubuhnya Reygi bisa melihat dengan jelas siapa itu dan ternyata itu Rayna, gadis itu tengah tersenyum padanya.
"Hai, Reygi!" Rayna langsung menghampiri Reygi.
"Udah lama lo disini?" tanya Reygi.
"Nggak kok mungkin baru lima menitan." ujarnya, tatapan Rayna beralih pada Delisa yang di gendongan baby sitter.
"Ini Delisa?" tanya Rayna pada Reygi, cowok itu mengangguk pelan.
Hal itu membuat Rayna mencubit pipi Delisa dengan gemas karena pertama kalinya bertemu balita dua tahun tersebut. "Lucu banget sih kamu, kenalin nama Kakak Rayna."
"Delisa!" seru Delisa membalas sapaan Rayna.
"Lo kesini ngapain?"
"Saya? Kangen rumah lama aja sih saya inget kamu eh kepikiran aja dateng kesini. Anterin saya ke RSJ boleh kan? Sekolah kamu sama RSJ searah kan, jadi boleh ya." pinta Rayna dengan memelas.
"Mobil lo masih di bengkel?" Rayna mengangguk.
"Ganti aja Ray, atau bisa pake mobil gue dulu nggak?" timpal Reygi menunjuk tiga mobil yang berbeda di garasi.
KAMU SEDANG MEMBACA
HEI, REYGI! [END]
Ficção Adolescente(AYO FOLLOW SEBELUM BACA!) "I have crush on you Reygi!" - Radelia Maheswari "Crush in, gue berarti nggak bisa lepas dari gue!" - Reygi Aditia Athalla Siapa sangka perasaan yang di pendam Radelia Maheswari sejak MOS SMA terbongkar akibat ulah dari t...
![HEI, REYGI! [END]](https://img.wattpad.com/cover/307223276-64-k427309.jpg)