02. Kekaguman Delia

3.2K 108 0
                                        

Happy Reading
______________


Reygi melepas helm full face miliknya, menatap gerbang SMA Mandiri yang menjulang tinggi sudah tertutup rapat fi lihatnya seorang satpam yang duduk di pos hanya meliriknya sekilas.

"Buka gerbangnya!" Reygi menendang pelan gerbang tersebut, membuat satpam menggelengkan kepalanya dengan sikap bandelnya.

"Nggak usah main perintah ini bukan sekolah kamu!"

"Emang bukan, tapi saya murid disini!" bantah Reygi tak mau kalah.

"Sudah tau murid malah tidak disiplin?" Ia mengerutkan keningnya, Reygi tidak mengindahkan ucapan satpam tersebut ia beralih memanjat gerbang yang menjulang tinggi tersebut.

"Saya udah ngomong baik-baik bapak malah ngelunjak, yaudah saya maksa buat masuk!" ujar Reygi sebentar lagi bisa sampai pada posisi paling atas.

"REYGI TURUN KAMU!"

Reygi menatap kebawah seorang pria berkumis dengan pakaian dinasnya menyorotnya tajam.

"Eh Pak Surip!" Reygi menyengir tanpa dosa perlahan turun.

"Mampus!" ejek satpam tersebut melihat ekspresi gelagapan Reygi.

"Buka gerbangnya!" suruh Pak Surip pada satpam, satpam tersebut mengangguk dengan membuka gerbang tersebut dengan cepat Pak Surip menarik kerah kemeja Reygi.

"Bawa motornya kedalam Pak!"

Reygi di seret menuju lapangan utama tentu saja dengan matahari yang terik menyambutnya.

"Ini nggak bisa saya langsung masuk aja ke kelas?"

"Berdiri disitu, posisi tangan hormat dengan kaki kiri di angkat!"

Dengan malas Reygi mendongakkan kepalanya menatap tiang bendera, dengan posisi tangannya yang hormat dan kaki kirinya di angkat beberapa kali ia menyipitkan mata elangnya kalah sinar matahari menyapa sudah banyak siswa-siswi yang memperhatikan Reygi terlebih cewek-cewek SMA Mandiri pesona badboy satu ini memang tiada lawan.

Bahkan Sorot mata ketiga gadis yang duduk di koridor sekolah menatap ke arah Reygi.

"Liat deh Reygi makin ganteng di hukum kayak gitu." timpal Delia gadis yang rambutnya di gerai bebas.

"Mata lo ganteng itu panas mataharinya." pungkas Lisa gadis berambut sebahu yang memutar bola matanya malas tak habis pikir dengan jalan pikiran sahabatnya.

"Lisa, Delia juga tau kali mataharinya panas tapi coba liat keringat yang netes dari dahinya Reygi itu bikin dia tambah seksi terus lihat tangan-tangannya yang berurat!" pekik gadis bernama Delia itu kesenangan.

"Jangan teriak Del, nanti Reygi nengok kesini abis lo!" desis Gina yang duduk di sisi kiri Delia sambil menyumpal mulut Delia dengan satu tangannya.

Delia hanya menyengir tanpa dosa menunjukkan deretan giginya yang membuat aura gadis manis itu terlihat, Lisa di sampingnya hanya menghela napas berat Delia memang seperti ini selalu antusias perihal crush.

Delia memilih menangkup wajahnya dengan satu tangannya, menatap penuh binar pada Reygi yang mengambil tas nya yang tergeletak di pinggir lapangan setelah menyudahi hukumannya, ia mengambil satu buku di dalam tasnya mengipas wajahnya dengan buku tersebut dua kancing atasnya terbuka memperlihatkan kalung yang melingkari lehernya menambah kesan mempesona pada pria itu bahkan sukses membuat Delia memekik kecil.

HEI, REYGI! [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang