Happy Reading
____________________
Mencoba untuk menyusun kembali apa yang sudah pernah hancur memang sulit, bisa saja tidak sesempurna kemarin atau malah lebih hancur dari yang kemarin. ––– Reygi Aditia Athalla
***
Delia mengumpulkan beberapa polaroid foto-fotonya bersama Reygi yang menempel di sebagian dinding kamarnya itu menjadi satu dan simpan dalam kotak kardus bekas. Cukup berat namun Delia harus melakukannya, masa SMA-nya sudah usai itu artinya dia dan Reygi juga sudah usai tidak ada harapan lagi dan Delia juga harus menghapus kenangan tentang Reygi.
Untuk sementara ia simpan dulu, besoknya Delia baru memikirkan tentang kumpulan foto-foto ini akan di buang saja atau di bakar. Ia menaruh kotak kardus berukuran sedang itu diatas meja, ia kembali mengalihkan perhatiannya pada sebagian dinding kamarnya yang di dominasi hijau itu sudah tak menempel foto-fotonya bersama Reygi.
Tinggal foto-foto dirinya dan teman-temannya, foto Ayah dan Bundanya dan juga ada beberapa foto masa kecilnya. Walaupun masih ada satu foto lagi yang menunjukkan wajah Reygi disitu namun Delia tak menyingkirkan itu karena itu adalah foto mereka saat di puncak, ada Reygi, Marsel, Sandy, Raven, Tomo, Gina, Lisa, Finka dan juga dirinya.
Disitu mereka tertawa lepas, ia dan Finka juga masih berteman baik sebelum akhirnya Finka memusuhinya hanya karena di butakan oleh api cemburu yang tak berdasar. Cinta memang bisa menghancurkan apapun dalam sekejap, termasuk persahabatan.
Delia berharap mereka bisa kembali berkumpul seperti dulu, Tapi Delia sadar hal itu sulit apalagi sebentar lagi setelah pengumuman kelulusan mereka akan sangat sibuk masuk kampus impian masing-masing. Delia paham orang-orang akan selalu datang dan pergi, dan tidak ada yang bisa mencegahnya. Tidak ada yang benar-benar bisa menetap, kelak semuanya akan sibuk dengan urusan masing-masing mungkin untuk sekedar menyapa akan sangat sulit.
***
Malam ini Reygi bersama dengan teman-temannya, menghabiskan waktu untuk berkumpul di warung Maszeh sebelum akhirnya di sibukkan dengan mendaftar ke beberapa kampus. Sandy yang akan kuliah di luar negeri, Marsel yang akan masuk pendidikan akademi kepolisian. Mereka akan berpencar untuk masa depan, yang mulanya tidak pernah peduli dengan pelajaran sekolah kini memikirkan untuk melangkah kedepan.
Kopi susu yang selalu menjadi menu favorit di warung yang sederhana dengan berdindingkan papan bercat cokelat itu, di temani sepiring piscok panas yang baru saja bersentuhan dengan minyak. Asap rokok Raven yang mengepul kemana-mana, sensasinya melebihi nongkrong di cafe. Lihat saja Reygi yang mengelola sebuah cafe, lebih sering datang ke warung sederhana ini.
"Gue bakalan kangen banget sama warung maszeh!" timpal Marsel dengan menatap langit-langit warung yang beratapkan genteng yang mulai berkarat itu.
"Apalagi gue!" Sandy menyahut, sambil mencomot satu piscok yang masih tersisa tiga di piring.
"Sebelum mencar kita senang-senang dulu, jadi nggak usah bahas yang sedih-sedih. Kayak mau pisah selamanya aja!" Tomo menggerutu, ia terlalu lemah untuk pembahasan mellow. Di antara mereka berlima Tomo lah yang mudah meneteskan air mata.
Sandy tertawa pelan sambil menepuk pundak Tomo dengan kencang, bermaksud untuk menguatkan. Kalau ditanya, Sandy mau terus menghabiskan waktunya dengan teman-temannya namun tidak mungkin seperti itu terus kan.
Reygi bermain game, bukannya tidak mau ikut menimpali namun ia juga sedang menghindari pembahasan perpisahan seperti itu walaupun ia sudah akrab dengan yang namanya perpisahan namun tidak ada orang yang benar-benar terima ketika berkali-kali berpisah dengan orang-orang tersayang.
KAMU SEDANG MEMBACA
HEI, REYGI! [END]
Fiksi Remaja(AYO FOLLOW SEBELUM BACA!) "I have crush on you Reygi!" - Radelia Maheswari "Crush in, gue berarti nggak bisa lepas dari gue!" - Reygi Aditia Athalla Siapa sangka perasaan yang di pendam Radelia Maheswari sejak MOS SMA terbongkar akibat ulah dari t...
![HEI, REYGI! [END]](https://img.wattpad.com/cover/307223276-64-k427309.jpg)