(AYO FOLLOW SEBELUM BACA!)
"I have crush on you Reygi!" - Radelia Maheswari
"Crush in, gue berarti nggak bisa lepas dari gue!" - Reygi Aditia Athalla
Siapa sangka perasaan yang di pendam Radelia Maheswari sejak MOS SMA terbongkar akibat ulah dari t...
Sampai bertemu di kehidupan dengan takdir yang berbeda, maaf sempat mengira kita akan bersama kemarin.
***
Waktu berjalan dengan cepat, saat ini mereka tiba di penghujung kisah saat SMA, yang sebenarnya sudah berakhir sejak mereka menyelesaikan ujian kelulusan. Siang ini tibalah pengumuman kelulusan, yang di buat di lapangan utama SMA Mandiri yang di hadiri oleh orang tua murid dan beberapa pemerintah setempat yang memang biasanya diundang untuk menyaksikan generasi muda terbaik dari salah satu SMA swasta itu.
Siang ini setelah mereka menggunakaan kebaya modern dengan bawahan batik untuk perempuan, dan para laki-laki menggunakan kemeja batik dengan bawahan celana hitam. Dengan menggunakan selempang yang bertuliskan Graduation tak lupa juga medali perak yang menggelantung di leher pada beberapa siswa-siswi yang mendapat prestasi dalam berbagai bidang.
Hari ini seluruh siswa-siswi SMA Mandiri diluluskan dengan nilai-nilai yang lumayan memuaskan walaupun kemarin sempat ada yang menjengkelkan.
"Reygi, selamat!"
Reygi yang tengah mengobrol dengan Om Fras yang tengah menggendong Delisa, menoleh kearah Delia yang berlari kearahnya dengan membawa bouqetuang yang berukuran cukup besar, beberapa lembar uang berwarna merah itu banyak menghiasi bouqetitu.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Pasti itu bouqetdari Rian, karena Ayah dari Delia itu terkenal royal dan tak tanggung-tanggung memanjakan sang anak. Apalagi ketika Delia menempati posisi keempat dalam sepuluh besar siswa-siswi terbaik di tahun ini.
"Hai, seharusnya gue yang bilang selamat. Lo hebat banget!" Delia tersenyum simpul sambil melirik Rian yang berjalan bersama Safira di belakang Delia.
"Ohiya, mana dong hadiahnya?" celetuk Delia.
"Nanti malem ya," ujar Reygi.
"Eh, becanda ih!" Delia langsung panik ketika di tanggapi dengan serius, padahal ia yang memancing.
Reygi yang menggunakan batik perak itu hanya tertawa kecil, kalau bukan karena rambut Delia sudah di tata rapi Reygi sudah mengacak-acak rambut gadis itu.
"Selamat ya Delia, semoga jadi anak yang sukses dan berguna untuk nusa dan bangsa. Hadiah dari Om juga nyusul ya," Fras yang berdiri disamping Reygi bersuara.
"Ih becanda doang Om!"
"Benar loh Delia, hadiahnya nyusul sama hadiahnya Reygi. Di terima ya, Om senang banget kalau di terima. Om kan nggak punya anak makanya suka bingung kasih sesuatu ke siapa."
Kalau begitu ucapannya Delia tidak berani menolak, gadis itu beralih menatap pada Delisa yang di gendong Om Fras sejak tadi mengoceh dengan telunjuk kecilnya mengarah pada beberapa stand jajanan oleh beberapa kelas sepuluh yang turut merayakan hari kelulusan hingga prom night nanti.