(AYO FOLLOW SEBELUM BACA!)
"I have crush on you Reygi!" - Radelia Maheswari
"Crush in, gue berarti nggak bisa lepas dari gue!" - Reygi Aditia Athalla
Siapa sangka perasaan yang di pendam Radelia Maheswari sejak MOS SMA terbongkar akibat ulah dari t...
Diam-diam Reygi tersenyum dari balik helm, ia semakin menambah kecepatan motornya melihat dua gadis berbeda usia yang tak jauh darinya cowok itu memberhentikan motornya tepat di samping Delia yang sedang menggendong Delisa menunggu es krim pesanan keduanya di buatkan.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Cepetan dong Pak, kasihan anak istri saya kepanasan." celetuk Reygi mencubit pipi Delia dan Delisa bergantian. Penjual es krim tersebut tertawa kecil sambil memberikan dua es krim tersebut pada Delia dan Delisa.
"Loh nikah mudah ya Mbak, Mas?" tanya penjual es krim tersebut, Delia sudah menatap Reygi tajam sambil menggeleng.
"Nggak, bercanda yang tadi kok Pak!" bantah Delia, ia melirik balita yang di gendongannya menjilat es krim.
Reygi tertawa renyah sambil memberikan uang untuk membayar dua es krim tersebut, ketiganya langsung masuk kedalam kediaman Reygi cowok itu terlebih dahulu memarkirkan motornya lalu menyusul kedua gadis kesayangannya.
"Motornya Reygi gimana?" tanya Delia sambil mengelap bibir Delisa yang sedikit belepotan dengan tissue.
"Ya servis-servis dikit doang lah."
Memang tadi keduanya di tinggal sebentar, Reygi membawa motornya yang sedikit bermasalah ke bengkel namun setelah pulang dari bengkel cowok itu di suguhi pemandangan yang mengenakan mata.
"Gigi belum lengkap, udah aktif makan es krim keburu ompong!" ejek Reygi pada Delisa mengangkat tubuh mungil balita itu pada gendongannya.
Balita dua tahun itu hanya melirik Reygi sekilas ia kembali menikmati es krimnya, Reygi geleng-geleng kepala melihat kelakuan dua gadis berbeda usia yang sifatnya hampir sama ia mengelap bibir keduanya yang belepotan.
"Reygi nggak capek ngurusin Delisa? Apalagi dia lagi masa aktif-aktifnya." ujar Delia.
"Bohong kalau gue nggak capek mah, tapi ya masalah tanggung jawab gue nggak boleh lari dari itu Delisa adik kandung gue dan tanggung jawab penuh ada di gue sebagai Abangnya, sementara Mamah nggak ada."
Delia mengangguk pelan tersenyum tipis, ia semakin mengagumi sosok Reygi setelah mengenal cowok itu lebih jauh ternyata naluri hati memang tidak pernah salah.
"Delia janji bakal bantuin Reygi jagain Delisa." ujar Delisa.
Reygi menoleh mengusap surai rambut gadis itu sambil terkekeh pelan. "Makasih ya, gue nggak tahu mau bilang apalagi gue selalu butuh lo Delia, sekarang dan selamanya."