Happy Reading
_______________________
Sambil bersenandung kecil Reygi menjemur pakaiannya di taman belakang, cowok dengan telanjang dada itu juga sesekali bersiul setelah menyelesaikan pekerjaannya, ia mengusap dahinya yang sedikit berkeringat.
"Cuci, cuci sendiri!"
"Mam sendili!"
Reygi terkekeh geli menoleh kebelakang Delisa yang tengah menyendok eskrim kedalam mulutnya, balita dengan bandana merah di kepalanya itu terlihat menggemaskan di tambah dengan mulutnya yang mengunyah.
"Jarang sering-sering makan eskrim nanti sakit!" ujar Reygi sambil mengacak-acak rambut Delisa, ia menggenggam tangan mungil itu masuk kedalam rumah.
"Loh kok bajunya di jemur sendiri den? Kan bisa suruh Bibi." timpal Bi Ani.
"Nggak usah ah Bi, nanti malah Bibi jemur di rumah tetangga." celetuk Reygi yang di hadiahi cubitan dari Bi Ani di pinggangnya, mereka sudah terbiasa bercanda gurau seperti ini karena Bi Ani yang sudah terbiasa dengan Reygi sejak kecil.
"Mentang-mentang Bibi pikun ya!" kesal Bi Ani.
"Bibi itu kenapa es batunya mau di goleng?"
Mereka kompak menoleh ke arah wajan, seketika Reygi dan Bi Ani melotot Bi Ani segera mematikan kompor yang sejak tadi menyala dan mengeluarkan beberapa es batu dari wajan yang sudah tercampur dengan minyak goreng.
"Bibi lupa, tadinya mau ambil jahe malah nyasar ke es batu!"
Reygi menepuk jidatnya memang pikun akut yang ada pada Bi Ani ini sudah semakin parah. "Jahe mau di goreng Bi?" tanya Reygi tidak habis pikir.
"Ohiya ya kok jahe mau di goreng."
"Halah Bibi Astagfirullah!" sahut Suster Rina yang membawa tissue basah untuk membersihkan bibir Delisa yang sedikit belepotan karena eskrim.
Setiap harinya rumah Reygi tidak pernah sepi karena ada perdebatan dan canda gurau para asisten rumah tangga, tinggal cuma berdua tapi di tambah dengan lima asisten rumah tangga.
"Kenapa nih ribut-ribut?" Bi Juminah masuk kedalam dapur dengan membawa pel lantai yang di gunakan untuk mengepel seluruh ruangan.
"Ini nih biasa kumat ini senior satu ini Bi, masa mau goreng jahe terus nyasar ke es batu!"
"Mau heran tapi nggak usah heran Bi!" Bi Juminah menimpali.
***
Kini Delia tengah menemani Reygi di salah satu Babershop di Ibu kota, beberapa hari ini cowok utu sedikit mengeluh dengan rambutnya yang mulai gondrong sehingga memutuskan diri untuk memotong rambut dengan model yang rapih, meningkat juga beberapa hari yang lalu Pak Surip sudah mengingatkan pada mereka akan razia rambut minggu depan jadi hari sore ini ia memutuskan untuk memotong rambutnya, selain malas nanti kena razia dan model rambutnya jadi acak-acakan ia juga mulai malas dengan rambutnya yang mulai liar.
"Botakin aja Pak." celetuk Delia duduk di samping Reygi, sambil memotret dari samping cowok yang sedang di pangkas rambutnya itu.
"Enak aja, ntar gue malah jadi si gundul." sahut Reygi melirik sinis.
"Nggak apa-apa tau, malah lucu kayak tuyul nanti." Delia terkikik geli membayangkan hal itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
HEI, REYGI! [END]
Teen Fiction(AYO FOLLOW SEBELUM BACA!) "I have crush on you Reygi!" - Radelia Maheswari "Crush in, gue berarti nggak bisa lepas dari gue!" - Reygi Aditia Athalla Siapa sangka perasaan yang di pendam Radelia Maheswari sejak MOS SMA terbongkar akibat ulah dari t...
![HEI, REYGI! [END]](https://img.wattpad.com/cover/307223276-64-k427309.jpg)