Happy Reading
___________________
Kamu belum sepenuhnya sembuh, kamu hanya berusaha untuk terlihat tegar. ---Radelia Maheswari
***
Reygi menatap tak berminat pada kopi susu yang sedari tadi di buatkan Maszeh. Kopinya mungkin sudah dingin karena terlalu lama di biarkan padahal yang lainnya sangat bersemangat menyeruput kopi susu buatan Maszeh.
Sesuai dengan cuaca malam ini yang dingin karena hujan sejak sore hingga malam kini tinggal menyisakan rintik gerimis, yang dinginnya masih menempel di tubuhnya.
"Lalat udah berak di kopi lo tuh Rey." celetuk Marsel yang langsung buka suara melirik kopi susu milik Reygi yang sama sekali belum tersentuh.
"Lalat nggak ada, sayapnya berat buat terbang di cuaca dingin gini." balas Reygi, dengan raut wajah datar.
"Tau darimana lo? Udah pernah ngomong sama lalat?"
Reygi menatap Marsel dengan jengah. "Ini lalat lagi ngomong sama gue."
"Buset gue segede gaban di katain lalat!"
"Eh btw Delia nggak sekolah lagi ya, tadi?" tanya Tomo yang memberanikan diri.
"Kata Gina sih gitu." terdengar nada putus asa dari Reygi.
Tiga hari sejak kesalahpahaman itu Delia tidak memunculkan diri ke sekolah, kabar yang Reygi dapat dari Gina dan Lisa yaitu Delia jatuh sakit dan memutuskan untuk tidak bersekolah dulu.
Kekhawatiran Reygi pun muncul, tak hanya itu saja ia juga merasa sangat bersalah karena pasti hal itu pemicu utamanya adalah dirinya.
Dan sepertinya selama tiga hari tidak masuk sekolah Delia juga sama sekali tidak memegang handphone, terbukti semua orang dari mereka menghubungi Delia dengan mengirim pesan ataupun menelponnya tapi memang tidak ada tanda-tanda gadis itu aktif dalam bersosial media.
"Gue udah nggak bisa ngapa-ngapain lagi selain, berdoa semuanya bakal baik-baik aja." timpal Sandy, pasalnya waktu itu berbicara dengan Delia ia berjanji tidak akan ikut campur lagi kalau nantinya kalau nantinya Reygi merusak kepercayaan Delia.
"Gara-gara gue ya Sand?" Reygi menunduk dalam-dalam.
Sandy mengedikkan bahunya. "Gue nggak tahu mau nyalahin siapa."
Setelah mendengar cerita dari Reygi, Sandy di landa kebingungan ia sama sekali tidak bisa menyalahkan siapa-siapa dalam hal ini.
"Kalau gue sih, boleh nggak ya nyalahin Kak Rayna?" cicit Tomo sedikit memelankan suaranya.
Arah pandang mereka teralihkan pada Tomo. "Kenapa emangnya?" tanya Sandy.
"Ya gimana ya, kalau persoalan salah paham itu ya emang di picu dari Reygi sendiri karena berani peluk dia. Tapi lo pada nyadar nggak sih Kak Rayna itu suka sama Reygi? Cara dia natap Reygi aja itu beda banget. Mungkin dia nggak akan punya niatan nge rusak hubungan Reygi dan Delia tapi seseorang yang punya rasa suka itu pasti selalu suka kan momen-momen yang terjadi sama seseorang yang dia suka."
"Kita juga nggak bisa larang seseorang buat suka nggak suka sama kita Tom, ya tinggal gimananya aja buat ngendaliin diri nggak berlebihan ke orang tersebut apalagi sama orang udah punya pasangan. Seenggaknya bisa jaga jarak." lanjut Sandy, di angguki oleh Tomo.
KAMU SEDANG MEMBACA
HEI, REYGI! [END]
Roman pour Adolescents(AYO FOLLOW SEBELUM BACA!) "I have crush on you Reygi!" - Radelia Maheswari "Crush in, gue berarti nggak bisa lepas dari gue!" - Reygi Aditia Athalla Siapa sangka perasaan yang di pendam Radelia Maheswari sejak MOS SMA terbongkar akibat ulah dari t...
![HEI, REYGI! [END]](https://img.wattpad.com/cover/307223276-64-k427309.jpg)