Hidup di negeri yang mengatakan bahwa janda adalah makhluk yang paling hina tidaklah mudah bagi Yuju.
Pelecehan, kekerasan dan olok-olokan sudah menjadi makanan sehari hari baginya.
"Seorang janda sepertimu sudah sangat mencemari keluarga suci kita!" Yuju menunduk, jika dia bisa memilih dia juga tidak mau menjadi janda. Jika dia bisa memilih dia ingin suaminya tetap hidup disisinya meskipun suaminya brengsek tapi dia masih bisa hidup dengan tenang jika dia masih ada.
"Harusnya kau ikut mati saja dengan suamimu" Yuju semakin menunduk. Air matanya mulai keluar.
"Kau tahu, bunuh dirimu sendiri" pria yang daritadi duduk dan bicara dengan yuju melempar sebuah pisau ke arahnya.
" Kau mencemari udara!!" Teriak adiknya Yuju melihat ke arah ibunya.
"Matilah, dengan begitu harga diri kami bisa terjaga" ucapan ibunya menusuk tepat ke jantung Yuju.
Keluarga yang dicintainya..keluarga yang dia anggap rumah..sudah tidak ada lagi..yuju mengambil pisau itu lalu perlahan mendekatkan pisau itu ke arah nadinya.
"Kumohon..kumohon..biarkan aku bahagia" lirihnya sebelum benar benar mengakhiri hidupnya.
"Yuna!!, Yuna !! Kumohon bangun!!" Yuju membuka matanya dia tersentak dan refleks memegang lehernya.
"Tidak ada, aku masih hidup?" Gumamnya, saat melihat tidak ada noda darah di tangannya. dia menatap ke arah depan dan melihat seorang pria yang menatapnya khawatir.
"Oh tuhan, terimakasih. Terimakasih Yuna kau masih hidup" pria itu memeluk yuju.
"Yuna??...siapa?" Pria itu melepaskan pelukannya saat mendengar ucapan yuju.
"DOKTER!!, ISTRIKU KEHILANGAN INGATANNYA?!!" Yuju memegang kepalanya yang terasa pening. Dia merasa matanya memaksa untuk menutup.
Semuanya kembali menjadi gelap. Yuju menatap sekitar, kosong hanya ada warna hitam di sana.
"Apa aku pingsan?" Lirihnya. Dia bangkit dan berjalan kesana kemari.
"Yuna..tidak mau..ma.." Yuju mendengar suara Isakan. Dia menelan ludah dan perlahan menghampirinya.
"Wanita itu harus sempurna!!" Yuju menutup mulutnya saat seorang wanita mencambuk seorang gadis kecil.
"Sakit ma!!. Yuna akan belajar Yuna tidak akan bolos lagi"
"Yuna?, Gadis yang dipanggil oleh pria tadi?" Lirih Yuju. Adegan itu berubah menjadi cahaya dan berpindah tempat. Yuju berlari menghampiri cahaya itu.
"Yuna!!, Jangan memakan camilan!!. Beri dia salad dan jangan beri dia daging!!"
"Ma..Yuna ingin daging, sekali saja"
Yuju menutup matanya saat melihat wanita yang dipanggil ma itu menampar keras gadis kecil bernama Yuna itu.
"Ini kenangannya?" Lirih Yuju dia kembali mengikuti cahaya.
"Senang bertemu anda, saya Yuna Vanderbilt"
"Tegakkan badanmu!!, Jangan membungkuk!!" Yuju meneteskan air matanya saat melihat gadis itu dipukuli lagi.
"Gadis malang..tunggu?!" Ucapan Yuju terhenti karena gadis itu menatap ke arahnya.
"Pencuri!!, Bagaimana bisa kau mencuri Kebahagiaanku!!" Gadis itu mendekat ke arah yuju lalu mencekik lehernya.
----
"Ada apa dengan yuna?" Pria itu menatap dokter dengan tatapan khawatir.
Dokter menggeleng, dia juga tidak paham apa yang terjadi karena tidak ada gejala penyakit apapun.

KAMU SEDANG MEMBACA
our story |Hiatus|
Fanfictionsekumpulan cerita tentang kita Terinspirasi dari lirik lagu dan mv para idol💜💜 🐇💜🐇=Eunkook 🐥💜🐯= Taerin 🐶💜🐥=yumin 🐱💜🦄=sinhope 🐹💜🐱=sumji 🦊💜🐹=sowjin 🐹💜🐨=rapji