2. Tatto ( 🐰💜 🐰 )

237 16 9
                                    

Sowon dan jin berhasil menjadikan kerajaan bintang dan cahaya memuncaki kekuasaan tertinggi. Seperti adat dari kerajaan cahaya yang setiap dua tahun harus memperluas wilayah kekuasaan. Maka para prajurit disiapkan untuk segera berangkat menuju perang.

" Kau sudah gila jin, eunha milikku kau tidak berhak menyuruh dia ikut perang" ucap sowon. Jin tersenyum

"Tapi dia juga mantan prajurit ku dan dia harus ikut perang" balas jin. Sowon ragu bagaimana mungkin dia mengirim eunha ke Medan perang.

"Lagi pula itu masih lama Sowon. Eunha bisa berlatih" lanjut jin. Sowon tetap menggeleng.

" Bagaimana kalau kita tanyakan pendapat eunha?" Tanya Sowon. Jin mengangguk mantap.

"Pengawal song, panggil eunha kemari"  perintah jin. Pengawal song mengangguk dan tak lama kemudian eunha muncul seperti biasa dengan wajah datarnya.

" Eunha, apa kau mau ikut perang melawan kerajaan Utara?" Tanya Sowon eunha tersentak.

" Jika Anda mengijinkan saya mau yang mulia" balas eunha. Sowon terkejut.

"Kau yakin?. Ini perang eunha, kau bisa saja kehilangan nyawamu" ucap sowon khawatir.

" Sudah tugas saya sebagai prajurit kerajaan ini yang mulia" jawab eunha. Sowon mengangguk.

"Baiklah, aku mengijinkan mu ikut perang" putus Sowon. Eunha mengangguk dan pergi dari sana.

"Terkadang aku bingung, kenapa eunha tidak pernah tersenyum. Dan aku juga ingin tahu kenapa dia keluar dari kerajaan cahaya" gumam Sowon. Jin memeluk Sowon erat.

" Mungkin ada yang ingin dia lupakan di kerajaan cahaya" balas jin. Sowon menatap jin.

"Apa ada sesuatu yang terjadi?" Tanya sowon penasaran.

"Yah mungkin saja dia ingin melupakan kenangan pahit nya saat berada di kerajaan ku" balas jin, Sowon menghela napas dan berhenti bertanya mungkin dia akan tahu nanti.

Sementara itu di kamar eunha dia membuka jas dan sapu tangan yang selalu dia pakai. Dia melihat tanda di bahunya.

" Tanda permanen yang tak akan pernah pudar" gumam eunha saat melihat tanda bergambar bunga Tiger Lily. Dan tertawa miris.

"Aku akan ikut perang jeon, kuharap aku bisa menemukanmu" lanjut eunha lalu kembali menutupi area bahu dan tangannya dengan jas serta sarung tangan sebelum ada yang melihatnya.

"Nona eunha ini jadwal Anda mulai besok. Dan tuan Kim taehyung meminta Anda menemuinya di kantor  nya" ucap pelayan wanita.

"Terimakasih, saya akan segera ke sana" ucap eunha. Lalu bangkit dan segera menuju ke ruangan taehyung yang berada di lantai bawah.

"Permisi tuan, apa anda memanggil saya?" Tanya eunha saat taehyung menyuruh eunha masuk.

"Ya, duduklah" titah taehyung. Eunha menurut dan segera duduk di kursi yang disediakan.

" Eunha, ini pedangmu" ucap taehyung sambil memberikan sebuah pedang.

"Pedang ini kan" lirih eunha tertahan.

"Iya, kau benar ini milik Jungkook. Kau boleh menggunakannya"  balas taehyung saat mendengar suara eunha.

" Bagaimana bisa?, Saya tidak berhak tuan" ucap eunha sambil menunduk.

"Kamu pernah bilang kamu tidak bisa meninggalkan Jungkook, maka terimalah pedang ini eunha" balas taehyung. Eunha menggeleng.

"Aku tetap tidak bisa" ucap eunha lalu segera pergi dari sana.

our story |Hiatus|Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang