komplek 35 : hari kamal

38 5 1
                                    

"jadi setelah semua di blender dengan begini kalian dapat menuangkannya ke dalam gelas dan menambahkan whipped cream kemudian tada...milkshake strawberry pun sudah dapat dinikmati" Kamal meneguk ludahnya saat melihat program acara memasak. Dia menoleh ke arah jam yang masih menunjukkan pukul 11.45.

"Masih jauh banget ya Allah...mana tadi gak sahur seret banget tengorokan"

Sekedar informasi Kamal dan keluarganya tidak melaksanakan sahur karena mereka ketiduran dan bangun jam setengah enam pagi.

"Assalamualaikum.." Kamal yang sedang berada di ruang tamu menoleh ke arah pintu saat mendengar orang mengucapkan salam dan mengetuk pintunya.

"Sebentar" balas Kamal lalu bangkit dan membukakan pintu.

"Loh siang Kamal, ini ada kue nastar tadi Tante bikin kebanyakan jadi dikasih ke tetangga" Kamal menelan ludahnya kembali saat melihat nastar yang dibawa oleh yuju.

"Astagfirullah tahan bestie" gumam Kamal lalu segera mengambil nastar yang ada di wadah milik yuju.

"Iya Tante terimakasih, nanti mau teraweh Kamal mampir ngasih toplesnya" yuju mengangguk lalu pamit dan kembali ke rumahnya.

"Makan...makan..." Kamal mengerjakan matanya beberapa kali saat mendengar suara dari nastar.

"Astagfirullah... astagfirullah mending aku tidur" Kamal menggeleng lalu segera meletakkan nastar si meja makan dan masuk ke kamarnya.

"Pasang alarm jam setengah 2 buat solat Dzuhur. Oke siyap mari bobo dan lupakan rasa lapar"

🛌🛌🛌

"MARILAH SELURUH RAKYAT INDONESIA ARAHKAN OANDANGANMU KE DEPAN" Kamal mengambil handphonenya untuk mematikan alarmnya.

"Lah?, Makin seret woii kesel bangettt" keluh Kamal lalu segera mengambil wudhu dan melaksanakan solat.

"Ya Allah...lapar banget" ucap Kamal sambil mengelus perutnya.

"Kamal....anterin mama ke pasar yuk?, Sekalian beli takjil" Kamal menoleh ke arah pintu kamarnya dan melihat mamanya sudah rapi dengan kerudungnya.

"Ih gak mau ma, panas Lo mana lagi lapar banget"

"Yaudah, cepet mandi kita buka puasa di luar aja mama juga sebenarnya males buat masak" Kamal langsung bangkit dan pergi ke kamar mandi.

Pindah ke kamar sang kakak soobin.
Dia masih menjawab pertanyaan pertanyaan yang diujikan oleh dosen pelajaran keterampilan berbicara.

"Ya, pak jadi menurut saya keterampilan membaca dan berbicara terhubung karena ketika kita membaca kita dapat menambah kosa kata baru dan memudahkan kita dalam berkomunikasi" jawab soobin singkat saat dosennya bertanya apakah keterampilan membaca dan berbicara saling berhubungan.

"Oke bagus soobin, tapi saat ujian nanti jawabanmu diperpanjang ya" soobin mengangguk lalu mengoffkan kameranya saat dosen itu kembali bertanya pada yang lain.

"Ngantuk banget astagfirullah" soobin benar benar lelah kemarin dia tidur jam 3 dan bangun jam setengah enam. Sebenarnya bagi soobin tidak masalah puasa meskipun tidak sahur karena memang dia jarang makan juga.

Masalah yang dia hadapi sekarang adalah waktu tidurnya yang kian hari kian menipis. Salahkan dirinya yang sering menunda Nunda tugasnya.

"Bang..udah beres belum kuliahnya?"

" Belum ma, tadi dosennya gak masuk jadi nanti jam 4 mau zoom lagi" balas soobin saat mendengar ucapan mamanya dibalik pintu.

"Oh..iya, nanti kalau udah beres langsung mandi ya kita mau buka puasa di luar"

our story |Hiatus|Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang